Kesehatan

Suplemen Penambah Energi, Efek dan Penanganannya

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 05 September 2022
Suplemen Penambah Energi, Efek dan Penanganannya

Suplemen penambah energi untuk berolahraga punya sejumlah efek samping. (foto:Pexels_Jonathan Borba)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI kamu yang sering berolahraga atau melakukan kegiatan fisik, suplemen penambah energi sudah jadi hal biasa.

Kamu bisa menemukan produk ini dalam bentuk minuman berenergi atau suplemen seperti vitamin. Kandungan di dalamnya pun bermacam-macam. Namun, kandungan yang paling sering ditemukan ialah kafein.


Sesuai namanya, suplemen yang biasa disebut sebagai pre-workout supplement ini bertujuan membuat energi bertambah supaya merasa lebih bertenaga dan bersemangat saat beraktivitas.

Meski memiliki dampak baik dalam pekerjaanmu, nyatanya suplemen penambah energi juga bisa memiliki sejumlah efek samping, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Seperti dikabarkan Healthine, berikut lima efek samping minuman berenergi dan penanganannya.

BACA JUGA:

Daftar Makanan Murah yang Ternyata Bisa Membesarkan Otot


1. Merasa gelisah


Kafein membuat seseorang bertenaga biasanya berdampak positif dalam membangun otot serta mengurangi kelelahan dan pusing. Namun, efek samping kafein bisa membuatmu merasa gelisah dan jantung berdebar-debar.

Mengonsumsi terlalu banyak kafein juga bisa menimbulkan insomnia dan kelelahan setelah beaktivitas. Cara terbaik mengatasinya ialah dengan mengurangi dosis konsumsi suplemen dan diminum paling tidak 6 jam sebelum jam tidur untuk menghindari insomnia.


2. Membuat tubuh menyerap lebih banyak air


Kreatin merupakan kandungan kedua yang paling banyak ditemukan dalam suplemen penambah energi. Biasanya ini bagus bagi kamu yang ingin menambah berat badan. Namun, efek samping dari kreatin ialah membuat tubuh menyerap lebih banyak air.

Jadi efek negatifnya ialah kamu mungkin akan merasa kembung atau berat badan naik berlebihan. Cara mengatasinyacukup dengan mengonsumsi kreatin dalam dosis kecil, sekitar 20 gram saja per hari.

BACA JUGA:

4 Minuman yang Bisa Meningkatkan Konsentrasi


3. Timbul sejumlah reaksi ringan


Kandungan lain yang sering ada pada suplemen penambah energi ialah beta alanine dan vitamin B3. Kandungan itu memang baik untuk mencegah rasa sakit pada otot saat beraktivitas sehingga bisa membuatmu nyaman bekerja lebih lama. Namun, konsumsi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan kesemutan di kaki dan tangan serta kulit yang memerah dan terasa gatal. Cara mengatasinya ialah dengan membagi dua dosis beta alanine, yaitu masing-masing 2 sampai 3 gram. Sementara itu, konsumsi vitamin B3 bisa dibatasi kurang dari 500 gram.


4. Mengganggu organ pencernaan

Beberapa kandungan dalam suplemen penambah energi bisa, seperti magnesium, kreatin, dan kafein, membuat perut tak nyaman dan mengganggu organ pencernaanmu. Meminumnya terlalu banyak, apalagi jika tidak dibarengi dengan air yang cukup, bisa membuat sakit perut serta diare. Tips untuk mengatasi hal ini ialah dengan meminum suplemen dalam jumlah sedikit saja serta dibarengi 240 sampai 350 ml air.

5. Sakit kepala


Kandungan lain dalam suplemen penambah energi ialah sitrulina. Tujuan dari kandungan ini yaitu meningkatkan aliran darah ke dalam otot supaya otot bisa lebih terbentuk selama workout. Sayangnya, aliran darah juga memengaruhi otot. Mengonsumsi terlalu banyak sitrulina bisa menyebabkan sakit kepala sekaligus migrain karena adanya perubahan tekanan darah. Tips terbaik ialah dengan mengurangi dosis atau mencari suplemen lain yang cocok untuk kondisi kesehatanmu.(mcl)

BACA JUGA:

Resep Jus Penambah Energi di Pagi Hari

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan