Super Snow Moon, Rangkaian Kedua dari Trilogi Supermoon di Tahun 2019

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Februari 2019
Super Snow Moon, Rangkaian Kedua dari Trilogi Supermoon di Tahun 2019

Super Snow Moon menghiasi langit hari ini (foto nj.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PARA pengamat langit, bersiaplah karena hari ini fenomena Super Snow Moon akan tampak di langit. Supermoon kedua ini merupakan rangkaian dari trilogi Supermoon yang sudah dimulai sejak 21 Januari lalu, 19 Februari ini, dan 21 Maret mendatang. Yuk kita simak beberapa fakta menarik mengenai Super Snow Moon ini.

1. Bulan lebih besar dan terang

Super Snow Moon, Rangkaian Kedua dari Trilogi Supermoon di Tahun 2019
Supermoon 19 Februari ini jadi yang paling besar dan terang (foto: slashgear.com)


Dilansir dari earthsky, pada tahun 2019 ini fenomena Supermoon akan terjadi sebanyak tiga kali. Tanggal 21 Januari yang lalu, 19 Februari ini, dan 21 Maret mendatang.

Berdasarkan penelitian, Supermoon pada hari ini akan menjadi Supermoon paling besar dan paling terang. Hal ini terjadi karena posisi bulan hanya akan berjarak 356.846 kilometer dari bumi.

Keunikannya lagi, Supermoon hari ini juga akan didampingi oleh bintang Regulus yang merupakan bintang paling terang.

Sayangnya, Super Snow Moon ini diprediksi akan terjadi pada pukul 16:06 waktu Indonesia. Jadi bulan purnama belum muncul sepenuhnya di langit.

2. Istilah Super Snow Moon

Super Snow Moon, Rangkaian Kedua dari Trilogi Supermoon di Tahun 2019
Istilah snow moon berasal dari masyarakat asli Amerika (foto: nj.com)


Mengapa Supermoon kali ini disebut dengan Super Snow Moon? Nama snow ini menempel pada Supermoon di bulan Februari karena berasal dari cerita sejarah oleh suku asli Amerika.

Memang biasanya bulan purnama di bulan Februari juga disebut sebagai snow moon. Hal in terjadi karena bulan Februari merupakan bulan paling bersalju di Amerika Utara.

Selain istilah snow moon, bulan purnama ini juga dikenal dengan sebutan hunger moon. Nama ini didapatkan karena kondisi di bulan Februari yang sulit mencari makan sehingga terjadi kelaparan. Snow moon juga dikenal dengan sebutan lain yaitu storm moon, trapper's moon dan bone moon.

3. Sesudah Super Blood Wolf Moon dan Sebelum Full Worm Moon

Super Snow Moon, Rangkaian Kedua dari Trilogi Supermoon di Tahun 2019
Super Blood Wolf Moon di Januari lalu (foto: mentalfloss.com)


Fenomena Supermoon tahun ini bisa dikatakan sangat luar biasa. Mengapa? karena dalam tiga bulan berturut-turut, jarak bumi dan bulan menjadi lebih dekat.

Kondisi ini disebut juga dengan perigee yaitu ketika bulan sedang berada di titik paling dekat dengan bumi. Dilansir dari NASA, hal ini membuat bulan akan menjadi 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang.

Ketika sebelumnya pada Januari bumi sudah menyaksikan Super Blood Wolf Moon, di bulan Februari ini, kita semua akan kembali menyaksikan supermoon lain. Namun Supermoon kali ini tidak akan terlihat spektakuler seperti bulan lalu. Supermoon kali ini bulan tidak akan berwarna merah, tapi sebaliknya akan lebih besar dan terang.

Trilogi Supermoon di tahun 2019 ini akan ditutup dengan Full Worm Moon tanggal 21 Maret mendatang. Kabarnya Supermoon ini paling biasa dibandingkan dua Supermoon sebelumnya. Kita tunggu saja ya sampai bulan Maret.

4. Akan sebabkan pasang maksimum air laut

Super Snow Moon, Rangkaian Kedua dari Trilogi Supermoon di Tahun 2019
Fenomena ini akan sebabkan pasang air laut maksimum (foto: sciencing.com)


Badan Meteorologi, klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Indonesia untuk berhati-hati terhadap fenomena Super Snow Moon ini.

Karena Supermoon ini akan sebabkan pasang maksimum air laut di beberapa daerah, termasuk Jakarta. Pastinya hal ini akan mengganggu aktivitas di sekitar pesisir pantai.

Maka dari pihak BMKG juga mengingatkan kepada warga untuk berhati-hati dan mengantisipasi fenomena Supermoon kali ini. (sam)

#Supermoon #Fenomena Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Fenomena Astronomi September 2026 yang Menarik Diamati
Fenomena langit September 2026 menghadirkan hujan meteor, konjungsi Bulan dan planet, ekuinoks, hingga Harvest Moon. Catat tanggalnya.
ImanK - Selasa, 01 September 2026
8 Fenomena Astronomi September 2026 yang Menarik Diamati
Indonesia
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Fenomena bediding kembali melanda sejumlah wilayah Jawa saat puncak musim kemarau. BMKG mengungkap musim Australia menjadi penyebab suhu malam turun drastis.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Juli 2026
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Indonesia
Puluhan Api Misterius Muncul di Sleman, Tim UGM Hingga BRIN Turun ke TKP
Fenomena api misterius lebih dari 90 kali muncul di Sleman. Pemkab tunggu hasil kajian tim UGM, BRIN, dan BPPTKG untuk tentukan langkah darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Puluhan Api Misterius Muncul di Sleman, Tim UGM Hingga BRIN Turun ke TKP
Lifestyle
Fenomena Langit April 2026: Ada 8 Peristiwa dari Pink Moon hingga Hujan Meteor!
Fenomena langit April 2026 lengkap: Pink Moon, hujan meteor, dan komet. Cek jadwal fenomena langit hari ini yang bisa diamati dari Indonesia.
ImanK - Minggu, 29 Maret 2026
Fenomena Langit April 2026: Ada 8 Peristiwa dari Pink Moon hingga Hujan Meteor!
Indonesia
Ramai Isu Air Sinkhole Berkhasiat di Limapuluh Kota, Badan Geologi Beri Peringatan
Fenomena sinkhole muncul di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota.
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Januari 2026
Ramai Isu Air Sinkhole Berkhasiat di Limapuluh Kota, Badan Geologi Beri Peringatan
Indonesia
Dentuman Kilat Merah di Cianjur Bukan Gempa, BMKG Duga Buatan Manusia
PVMBG membenarkan adanya fenomena dentuman keras disertai kilatan cahaya kemerahan yang terjadi di wilayah utara Cianjur, Jawa Barat, Senin (5/1) malam.
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Dentuman Kilat Merah di Cianjur Bukan Gempa, BMKG Duga Buatan Manusia
Indonesia
Bulan Raksasa Sambangi Langit Indonesia: Supermoon Cold Moon Puncak di 4 - 5 Desember 2025
Supermoon Cold Moon akan menghiasi langit Indonesia pada 4–5 Desember 2025, muncul 14% lebih besar dan 30% lebih terang. Simak waktu terbaik untuk mengamatinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Desember 2025
Bulan Raksasa Sambangi Langit Indonesia: Supermoon Cold Moon Puncak di 4 - 5 Desember 2025
Indonesia
Banjir Rob Meluas, 18 RT di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Terendam
Banjir rob terjadi karena adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase bulan purnama dan perigee (supermoon).
Dwi Astarini - Kamis, 04 Desember 2025
Banjir Rob Meluas, 18 RT di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Terendam
Indonesia
Geger Fenomena Tanah Bergerak Ngarai Sianok, Ini Dia Biang Keladinya!
Kawasan Ngarai Sianok berada dalam pengaruh segmen aktif Patahan Besar Sumatera atau Sesar Semangko.
Wisnu Cipto - Senin, 24 November 2025
Geger Fenomena Tanah Bergerak Ngarai Sianok, Ini Dia Biang Keladinya!
Indonesia
Besok Rabu Malam Supermoon Terbesar 2025, Banjir Rob Intai Kawasan Pesisir Indonesia
5 November besok fenomena Supermoon terbesar sepanjang tahun 2025, dengan puncak terjadi pukul 20.19 WIB.
Wisnu Cipto - Selasa, 04 November 2025
Besok Rabu Malam Supermoon Terbesar 2025, Banjir Rob Intai Kawasan Pesisir Indonesia
Bagikan