Sumbar Dorong Nagari Manfaatkan Dana Desa untuk Bangun Perpustakaan

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 28 November 2017
Sumbar Dorong Nagari Manfaatkan Dana Desa untuk Bangun Perpustakaan

Pengunjung perpustakaan wilayah Kecamatan Mauk sedang membaca buku di perpustakaan (Foto: MerahPutih/widi Hatmoko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Alwis mendorong seluruh nagari di daerah itu untuk membentuk dan mengembangkan perpustakaan dengan menggunakan dana desa.

"Sejumlah nagari di Sumbar telah mengalokasikan dana desa-nya untuk membuat dan mengembangkan perpustakaan namun sayangnya masih banyak belum menganggarkan," katanya seperti dilansir Antara, Senin (27/11).

Hal itu disampaikannya saat Rapat monitoring dan evaluasi pengembangan budaya baca serta koordinasi pembangunan perpustakaan di Kabupaten Padangpariaman, Parit Malintang.

Pengalokasian dana desa tersebut dapat mendukung berjalannya program 'Sumbar Membaca' guna membangun jiwa literasi terhadap masyarakat yang terpusat di nagari.

Pola dari program tersebut yaitu buku-buku yang tersedia di perpustakaan akan diantarkan ke rumah-rumah warga sebanyak lima buku yang akan digilir ke rumah lainnya.

"Kita berharap nagari-nagari mau mengalokasikan dana desanya untuk perpustakaan tersebut," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga menyosialisasikan pengalokasian dana desa untuk perpustakaan kepada sejumlah wali nagari, pendamping desa, dan anggota badan musyawarah desa se-Kabupaten Padangpariaman.

Nagari-nagari yang sudah mengalokasikan dana untuk perpustakaan yaitu nagari yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjuang, dan Pasaman.

Ia berharap dengan dialokasikannya dana desa untuk perpustakaan nagari maka program Sumbar Membaca dapat terlaksana sehingga warga menjadi cerdas, pintar menulis dan tercipta masyarakat yang inovatif dan kreatif.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Gemar Membaca Indonesia (Yagemi) Cabang Sumbar, Basri Syafrizal mengatakan untuk menjalankan program tersebut pihaknya beserta pemerintah Padangpariaman akan memilih satu nagari di masing-masing kecamatan yang ada di kabupaten itu sebagai percontohan.

"Nagari percontohan tersebut diminta untuk memilih 200 rumah untuk menggilirkan buku-buku itu," ujarnya.

Setelah rumah ditentukan maka nagari diminta untuk mengidentifikasi buku-buku yang diperlukan serta menemukan relawannya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Padangpariaman, Hendri Satria mengatakan pihaknya akan memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan perpustakaan nagari.

Kesempatan pertama yaitu adanya Sumbar Membaca yang didukung oleh Yagemi sedangkan yang kedua yaitu terkait prioritas penggunaan dana desa 2018 yaitu untuk pembangunan, perpustakaan nagari, pengadaan buku, pengembangan taman baca. (*)

#Dana Desa #Perpustakaan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Indonesia
Pangkas Dana Transfer ke Daerah, Presiden Prabowo: Banyak Pemda tak Gunakan Anggaran dengan Baik
Presiden mencontohkan masih adanya anggaran pemerintah daerah yang justru tersimpan di perbankan atau tidak dapat digunakan akibat persoalan di tingkat daerah.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Pangkas Dana Transfer ke Daerah, Presiden Prabowo: Banyak Pemda tak Gunakan Anggaran dengan Baik
Indonesia
Dana Desa Sudah Mengalir, Tapi Jembatan tak Terbangun, Presiden Prabowo: Ke Mana Uang Itu?
Prabowo mempertanyakan mengapa kebutuhan dasar masyarakat masih belum seluruhnya terpenuhi meski pemerintah telah mengalokasikan anggaran ke daerah dan desa
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Dana Desa Sudah Mengalir, Tapi Jembatan tak Terbangun, Presiden Prabowo: Ke Mana Uang Itu?
Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Indonesia
Perpustakaan Nasional Ajak Generasi Muda 'Merawat Ingatan, Menggugah Kesadaran'
Perpusnas mengajak masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, lebih dekat dengan kekayaan pengetahuan dan budaya Nusantara.
Yusuf Abdillah - Senin, 14 September 2026
Perpustakaan Nasional Ajak Generasi Muda 'Merawat Ingatan, Menggugah Kesadaran'
Indonesia
Dinas-Dinas Pemkab Puncak Papua Dibakar Massa Imbas Ricuh Dana Desa
Massa membakar sejumlah kantor Pemkab Puncak di Ilaga, Papua Tengah, akibat protes penyaluran dana desa tahap I 2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Dinas-Dinas Pemkab Puncak Papua Dibakar Massa Imbas Ricuh Dana Desa
Indonesia
Banggar DPR Minta Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih Diperkuat, Jangan Ulangi Kasus BGN
Banggar DPR menyoroti tata kelola Koperasi Desa Merah Putih. Jangan sampai nasibnya sama seperti BGN.
Soffi Amira - Selasa, 30 Juni 2026
Banggar DPR Minta Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih Diperkuat, Jangan Ulangi Kasus BGN
Indonesia
Jaksa Nilai Ide Kreatif Rp 0, Cak Imin: Kekeliruan Serius Rusak Fondasi Ekonomi Kreatif
Cak Imin mengingatkan bahwa arah kebijakan hari ini akan menentukan masa depan ekosistem kreatif Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 31 Maret 2026
Jaksa Nilai Ide Kreatif Rp 0, Cak Imin: Kekeliruan Serius Rusak Fondasi Ekonomi Kreatif
Indonesia
BUMDes Umbul Pelem Untung Rp 5,1 Miliar, Ribuan Warga Terima THR Rp 250 Ribu Per Orang
Untuk pembagian THR pada warga, Pemdes mengalokasikan anggaran sebesar Rp 585.250.000. Masing-masingnya warga mendapatkan THR sebesar Rp 250.000.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Maret 2026
BUMDes Umbul Pelem Untung Rp 5,1 Miliar, Ribuan Warga Terima THR Rp 250 Ribu Per Orang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Hapus Dana Desa, Diganti dengan Subsidi Listrik dan Sembako
Beredar informasi yang menyebut Menkeu Purbaya mengganti dana desa dengan subsidi listrik, sembako, dan BBM. Cek faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 24 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Hapus Dana Desa, Diganti dengan Subsidi Listrik dan Sembako
Bagikan