'Sukabumi 1980' Sukses dengan Gelaran Seni Sunda

Febrian AdiFebrian Adi - Minggu, 10 Desember 2023
'Sukabumi 1980' Sukses dengan Gelaran Seni Sunda

Happy Salma dan Ariel Tatum menari Jaipong. (Foto: Dok/Titimangsa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELABINATA Conference Resort, Sukabumi, Jawa Barat terlihat lebih ramai dari hari-hari biasanya, Jumat (8/12). Ratusan orang dari segala umur, mulai anak-anak, dewasa hingga orang tua berkumpul di sana.

Mereka tengah bersiap untuk menghadiri pagelaran seni dalam bingkai Lestari Tradisi bertajuk 'Sukabumi 1980' yang mengangkat seni kebudayaan dari Sunda, persembahan Titimangsa bersama Bakti Budaya Djarum Foundation.

“Sukabumi menjadi tempat yang memiliki ikatan emosional tersendiri bagi saya, karena kota tersebut menjadi kota di mana saya lahir dan tumbuh. Di era 1980-an, Sukabumi menjadi salah satu kota di Jawa Barat yang akrab dengan kesenian tradisional," ungkap produser, penampil sekaligus pendiri Titimangsa Happy Salma dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Sabtu (9/12).

Baca juga:

Merasakan Atmosfer Budaya Zaman Dulu lewat Pentas 'Sukabumi 1980'

Para pemain teater seni 'Sukabumi 1980'. (Foto: Dok/Titimangsa)

Dalam pagelaran seni tersebut, Happy Salma dan Ariel Tatum menunjukkan bakat menari tari tradisional Jaipong di depan ratusan penonton yang hadir. Sebuah upaya untuk terus melestarikan akar budaya kesenian asal Sukabumi.

Diiringi oleh musik karawitan dari Sanggar Seni Gapura Emas dan Sanggar Gumintang, Happy Salma dan Ariel Tatum terlihat begitu lihai dalam mengerakkan tubuhnya dalam menari Jaipong. Adapula penampilan sinden dari Dewi Gita yang menambah atmosfer hiburan di Sukabumi era 80an.

Berdasarkan kesaksian dari para seniman yang menekuni tradisi dan kebudayaan Sunda, Sukabumi di era 1980-an sangat dekat dan dihargai oleh masyarakat. Di era tersebut, banyak paguron-paguron atau perguruan pencak silat yang kemudian dikreasikan dengan ibingan, estetika gerak tubuh, musik kendang pencak, kempul, terompet, menjadi kreasi Tari Jaipongan yang populer hingga mancanegara.

Namun, sejak tahun 2000-an, fenomena tersebut mulai menurun, karena pengaruh musikalitas luar dengan gaya modern, sehingga gamelan yang lengkap jarang sekali dibawa tampil. Kebanyakan elemen tradisi hanya digunakan sebatas memberikan kesan etnik.

“Dalam beberapa tahun terakhir, saya semakin sadar bahwa saya memiliki minat yang tinggi dengan tradisi dan kebudayaan Indonesia yang sudah diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur," cerita Ariel Tatum.

Baca juga:

Galeri Indonesia Kaya Tampilkan Drama 'Karaeng Pattingalloang'

Kehadiran gelaran seni 'Sukabumi 1980' diharapkan bisa membawa masyarakat kembali menikmati seni tradisional di tengah derasnya arus modernisme. Dengan mengambil latar tempat di Sukabumi, penonton diajak untuk mengingat kembali suasana Sukabumi di tahun 1980-an ketika diselenggarakannya pentas seni rakyat di tengah-tengah masyarakat setempat.

"Terselenggaranya kegiatan ini membuktikan bahwa sebuah acara seni yang tidak harus berfokus di kota besar, namun acara berkualitas dengan konsep sederhana ditambah narasi yang kuat dapat diwujudkan di mana pun," pungkas Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian. (far)

Baca juga:

Rayakan Hari Anak, Galeri Indonesia Kaya Hadirkan 2 Pertunjukan Menarik

#Seniman #Seni Tari
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Hedgren dan Varsam Kurnia Hadirkan 'The Wayfarer', Tafsir Baru tentang Gaya dan Mobilitas
Hedgren berkolaborasi dengan seniman Indonesia Varsam Kurnia lewat “The Wayfarer”, yang mengangkat perjalanan, gaya personal, dan mobilitas generasi muda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Hedgren dan Varsam Kurnia Hadirkan 'The Wayfarer', Tafsir Baru tentang Gaya dan Mobilitas
ShowBiz
Seniman Samarinda Theo Nugraha Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di 'Prosthetic Reality'
Seniman bunyi asal Samarinda, Theo Nugraha, terlibat dalam album 'Prosthetic Reality' bersama Iggor Cavalera dan sejumlah nama musik ekstrem dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Seniman Samarinda Theo Nugraha Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di 'Prosthetic Reality'
Fun
Guru di Pulau Tidung Belajar Metode Tari Kreatif, Dorong Anak Lebih Bebas Bereksplorasi
Sebanyak 16 guru pendidikan dasar di Pulau Tidung mengikuti pelatihan tari kreatif dari Program Studi Pendidikan Tari Universitas Negeri Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 18 Agustus 2026
Guru di Pulau Tidung Belajar Metode Tari Kreatif, Dorong Anak Lebih Bebas Bereksplorasi
Fun
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
TERASI 2026 digelar 13-17 Agustus di Jakarta dengan melibatkan seniman disabilitas, penyintas kanker, dan 60 ilustrator lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 Agustus 2026
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
ShowBiz
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Sunyiruri dan Figura Renata resmi merilis EP kolaboratif 'Menyanyikan Usman Arrumy'. Menginterpretasikan puisi-puisi Usman Arrumy di lima lagu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Fun
Ajang Artwork 'Scream of The Sirens' Ajak Seniman Suarakan Ekspresi Lewat Karya
Lawless Jakarta dan Magnumotion menggelar kompetisi seni Scream of The Sirens dengan total hadiah Rp50 juta, iPad Pro, dan peluang magang bagi peserta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Ajang Artwork 'Scream of The Sirens' Ajak Seniman Suarakan Ekspresi Lewat Karya
ShowBiz
Lewat Visual Surealis, Marishka Soerkarna Hidupkan Atmosfer Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 menggandeng seniman visual Marishka Soerkarna untuk merumuskan konsep artistik festival melalui pendekatan visual yang sarat emosi dan refleksi sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Lewat Visual Surealis, Marishka Soerkarna Hidupkan Atmosfer Synchronize Fest 2026
ShowBiz
Synchronize Festival 2026 Gandeng Marishka Soekarna untuk Rancang Identitas Visual
Synchronize Festival 2026 menggandeng seniman multidisiplin Marishka Soekarna untuk merancang identitas visual festival. Simak profil dan konsep visual yang diusung.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Synchronize Festival 2026 Gandeng Marishka Soekarna untuk Rancang Identitas Visual
Fun
Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar, Catat 9.289 Pengunjung di Edisi Perdana
Art Jakarta Papers 2026 sukses digelar. Pameran ini mencatat 9.289 pengunjung di edisi perdana.
Soffi Amira - Rabu, 11 Februari 2026
Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar, Catat 9.289 Pengunjung di Edisi Perdana
Lifestyle
Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas
Art Jakarta Papers 2026 digelar pada 5-8 Februari. Pameran ini juga dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas
Bagikan