Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan Mental

Suka Flexing tak Jamin Banyak Teman

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 24 Maret 2023
Suka Flexing tak Jamin Banyak Teman

Flexing tak jamin kamu mudah mendapatkan teman. (foto: Pexels/Jessica Ticozzelli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PAMER di media sosial sudah jadi hal biasa di masa kini. Semakin mudah mengidentifikasi orang-orang yang dengan sengaja memamerkan kehidupannya untuk memberi sinyal kekayaan atau yang saat ini sedang populer dengan sebutan flexing.

Ternyata nih, ada banyak hal tentang flexing yang menarik untuk diungkap, seperti kenapa orang suka flexing? Meski memamerkan kekayaan, pelaku flexing ternyata tak serta-merta mendapatkan lebih banyak rasa hormat atau menarik teman-teman baru.

BACA JUGA:

Flexing Versus Humblebragging, Dua Cara Unjuk Gigi Serupa Tapi Tak Sama

Apa sih flexing?

flexing
Untuk menunjukkan status sosialnya tinggi dilihat melalui uang. (foto: Pexels/John Guccione)

Flexing adalah dengan sengaja menunjukkan apa yang dimiliki kepada orang lain untuk meningkatkan ego. Pamer paling sering dilakukan dengan menunjukkan konsumsi mencolok, yaitu membelanjakan uang untuk barang dan jasa mewah seperti pakaian, perawatan tubuh, gaya hidup, mobil, dan rumah.

Tidak semua orang yang senang membeli barang mewah artinya sedang pamer. Seseorang disebut sebagai flexing jika sengaja memamerkan kehidupannya untuk menunjukkan status atau kekuatan ekonomi.

Kenapa bisa dilakukan?

Ada 3 hal yang yang bikin seseorang flexing di media sosial, yaitu:

•Ingin menjadi pusat perhatian

Beberapa orang mencoba mencari perhatian dengan menyombongkan pencapaian, ketenaran, bakat, dan uang yang dimiliki.

•Menunjukkan dirinya yang terbaik

Demi terlihat keren, beberapa orang akan membawa barang-barang mahal seperti kendaraan, gawai, dan pakaian. Harapannya, pelaku akan dilhat dengan lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA:

Hindari Flexing Demi Orang Lain, Berdamailah Sama Realita Hidupmu

•Ingin mendapatkan rasa hormat

Pelaku flexing percaya bahwa memamerkan kelebihannya mampu membuatnya mendapatkan rasa hormat yang lebih daripada orang lain.

Kebiasaan flexing dan menggaet teman

Flexing
Flexing menunjukkan apa yang dimiliki kepada orang lain. (foto: Pexels/Tim Douglas)

Menurut penelitian dalam jurnal Social Psychological and Personality Science, 66 persen orang cenderung memilih mobil mewah jika dibandingkan dengan mobil biasa. Sayangnya, kebanyakan orang lebih suka berteman dengan orang yang membawa kendaraan biasa daripada kendaraan mahal. Dengan demikian, jika kamu berpikir bahwa menunjukkan tingginya status sosial akan meningkatkan minat pertemanan, tentu anggapan itu salah besar.

Sebaliknya, orang kurang tertarik untuk berteman dengan orang yang berusaha menunjukkan status sosialnya nan tinggi. Dalam istilah psikologi, efek ini disebut sebagai perbedaan perspektif dalam status sosial. Ketika memutuskan apa yang akan dikenakan, kamu ingin terlihat lebih baik daripada yang lain. Namun, psikolog Stephen Garcia dalam Psychology Today mengungkapkan lagak tersebut tidak membantumu menambah teman.(dkr)

BACA JUGA:

Psikolog: Orang yang Sering Flexing Cenderung Punya Masalah Self Esteem

#Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Bagikan