Sudutkan BIN dan Pemerintahan Jokowi Tim Lukas Enembe Sebar 'Hoax'

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 19 September 2017
Sudutkan BIN dan Pemerintahan Jokowi Tim Lukas Enembe Sebar 'Hoax'

Pengamat politik Boni Hargens (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat politik Boni Hargens menilai, Tim Gubernur Papua Lukas Enembe menyebarkan hoax demi menaikkan posisi tawar Lukas yang tengah ditimpa kasus dugaan korupsi.

Hoax tersebut, kata Boni, terkait dokumen yang berisikan 16 poin yang disodorkan Kepala BIN Budi Gunawan (BG) kepada Lukas dalam pertemuan antara Kapolri Tito Karnavian, BG, dan Lukas Enembe.

"Informasi tentang dokumen 16 poin yang disodorkan ke Lukas adalah hoax yang saya duga dibangun oleh kelompok yang ingin menaikkan posisi tawar Lukas terkait dugaan korupsi yang menimpa dirinya," kata Boni Hargens di Jakarta, Selasa (19/9).

Menurut Boni, dugaan ini muncul setelah dirinya melihat foto para petinggi dalam pertemuan itu justru beredar di salah satu grup WA yang berisikan para tim sukses Lukas Enembe untuk Pilkada 2018. Lukas Enembe, kata dia, berada di grup tersebut.

Padahal, kata Boni, pertemuan Kepala BIN, Kapolri, dan Gubernur Papua ini murni dalam rangka membahas konflik di Papua terkait Pilkada seperti Pilkada di Puncak Jaya, Tolikara, dan Intan Jaya yang sudah jatuh korban, rumah dan kantor daerah dibakar.

"Berdasarkn informasi yang saya kumpulkan dari pihak-pihak yang mngetahui pertemuan tersebut, justru dalam pertemuan itu, Lukas menyampaikan curahan hatinya terkait kasus korupsi yang menimpa dirinya," kata dia.

Lebih lanjut, Boni menilai aneh sikap Partai Demokrat dalam menanggapi pertemuan yang melibatkan Lukas Enembe yang juga menjabat Ketua DPD Demokrat Papua.

Partai Demokrat, kata Boni, sedang bermain politik untuk menyudutkan BIN dan pemerintahan Jokowi dengan mengusulkan investigasi tentang isi pertemuan Kepala BIN, Kapolri dan Gubernur Papua ini.

Menurut dia, hal ini terlihat dari sumber informasi yang tidak jelas dan terkesan bahwa Kader Demokrat seperti Benny K Harman berbicara atas dasar ilusi dan hoax.

"Berita bohong yang berkembang terkait dokumen 16 poin itu jelas palsu karena bagaimana mungkin deputi 2 BIN membuat laporan intelijen ke Panglima TNI? Secara prosedural dan legal, hal itu mustahil terjadi," kata Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini.

Karena itu, Boni mendorong semua pihak agar fokus saja pada kasus korupsi Lukas Enembe sehingga bisa mereda isu bohong yang menyudutkan BIN, Polri, dan Pemerintahan Jokowi. Menurut catatan LPI, kata Boni, ada enam kasus korupsi yang diduga melibatkan Lukas Enembe.

Kasus-kasus dugaan korupsi tersebut, antara lain kasus dana beasiswa LN untuk mahasiswa Papua; kasus kredit macet Bank Papua; kasus dana satgas Papeda yang diketuai Jimmi Biniluk, adik Pdt Lipiyus Biniluk; kasus dana LPKP yang dikelola Pdt Lipiyus Bimiluk; kasus dana Kongres Nasional KNPI 2015; dan kasus dana pembangunan Jalan Sentani Depapre yang melibatkan Kadis PUPR Papua Michael Kambuaya dan pengusaha Frans Manibuy yang sedang ditangani KPK.

"Kita berharap KPK serius menangani dugaan korupsi yang melibatkan Lukas Enembe. Kita tidak mau hoax yang menyudutkan institusi negara seperti BIN dijadikan alat tawar bagi koruptor untuk menutup kasus penilapan mereka," pungkas Boni. (Pon)

Baca berita terkait Lukas Enembe lainnya di: Bertemu Kepala BIN, Lukas Enembe: Saya Diskusi Menjaga Persatuan dan Kesatuan di Papua

#Gubernur Papua Lukas Enembe #Boni Hargens
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rawat Optimisme Indonesia Cerah, Boni Hargens Gelar Doa Bersama Anak Yatim
Boni menilai saat ini Tanah Air masih berada dalam gejolak yang panjang.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Agustus 2025
Rawat Optimisme Indonesia Cerah, Boni Hargens Gelar Doa Bersama Anak Yatim
Indonesia
Pemicu Kerusuhan Iring-iringan Jenazah Lukas Enembe Dicokok di Jakarta
Akibat ulah AB menyebarkan ujaran kebencian memicu kerusuhan saat iring-iringan jenazah Lukas
Wisnu Cipto - Selasa, 02 Januari 2024
Pemicu Kerusuhan Iring-iringan Jenazah Lukas Enembe Dicokok di Jakarta
Indonesia
Jenazah Lukas Enembe Diberangkatkan ke Papua Rabu Malam Melalui Bandara Soetta
Pantauan di lokasi, setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, jenazah diiringi sejumlah kendaraan bus yang di isi oleh ratusan pihak keluarga dan kerabat Enembe.
Mula Akmal - Kamis, 28 Desember 2023
Jenazah Lukas Enembe Diberangkatkan ke Papua Rabu Malam Melalui Bandara Soetta
Indonesia
KPK Angkat Bicara Soal Proses Hukum pada Lukas Enembe
Setelah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe meninggal dunia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut tidak bisa memproses hukum tindak pidana korupsinya.
Mula Akmal - Selasa, 26 Desember 2023
KPK Angkat Bicara Soal Proses Hukum pada Lukas Enembe
Indonesia
Lukas Enembe Sakit, Sidang Putusan Ditunda Hingga 19 Oktober
Sidang putusan kasus dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe ditunda. Sidang dengan agenda putusan itu ditunda selama satu pekan hingga 19 Oktober 2023.
Mula Akmal - Senin, 09 Oktober 2023
Lukas Enembe Sakit, Sidang Putusan Ditunda Hingga 19 Oktober
Indonesia
KPK Segera Rampungkan Kasus Dugaan Korupsi Dana Operasional Lukas Enembe
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan penyelidikan dugaan korupsi dalam dana operasional Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe yang mencapai Rp 1 triliun dalam satu tahun.
Mula Akmal - Minggu, 03 September 2023
KPK Segera Rampungkan Kasus Dugaan Korupsi Dana Operasional Lukas Enembe
Bagikan