Studi Tiger Brokers: Investor Indonesia Akan Fokus ke Saham Lokal
Tiger Brokers memperkirakan adanya pergerakan pasar di beberapa negara. (Foto: Unsplash/Nicholas Cappello)
PLATFORM trading online global, Tiger Brokers, menyoroti bagaimana tren pasar global dan regional akan membentuk lanskap investasi pada 2023. Tentunya dengan mempelajari kinerja aset-aset utama di AS, Eropa, dan ASEAN.
Dari laporan investasi terbaru dan analisis data industri, Tiger Brokers memperkirakan pergerakan pasar di beberapa negara. Untuk di AS, banyak institusi khawatir bahwa potensi resesi pada 2023 dapat meningkatkan tekanan ke bawah pada dasar saham.
Kekhawatiran muncul lantaran pandangan awal penurunan pada saham AS sebelum mengalami pembalikan arah naik.
Dalam siaran resmi yang diterima Merahputih.com, Tiger Brokers memprediksi kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga pada paruh pertama 2023. Ditambah lagi dengan pembukaan kembali pasar Tiongkok. Ini akan membawa berita positif bagi ekonomi global.
Baca juga:
Di negara-negara Eropa, konflik yang sedang berlangsung di Ukraina telah memberikan dampak yang mengganggu pada Zona Euro pada 2022. Larangan bahan bakar fosil Rusia telah menyebabkan krisis energi yang secara signifikan mempengaruhi hasil produksi.
Inflasi telah mengikis laba perusahaan dan pendapatan konsumen, yang mengarah pada pengetatan kebijakan moneter, yang telah mengurangi investasi dan konsumsi.
Seraya kemungkinan Uni Eropa dan AS memasuki resesi yang terus membayangi, pasar-pasar utama di ASEAN mungkin akan menghadapi perubahan tajam yang serupa pada 2023, tapi dengan sisi positif.
Untuk Singapura, Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,6 persen pada 2023, didorong oleh momentum yang terus berlanjut di industri jasa.
Namun, pertumbuhan akan tertahan oleh sektor manufaktur di tengah melemahnya permintaan global.
Baca juga:
Di Indonesia, investor lebih berfokus pada saham lokal Indonesia dibandingkan saham luar negeri karena peraturan pemerintah selama bertahun-tahun. Fokus utama lainnya adalah kripto dan forex, yang sebagian besar diperdagangkan oleh kalangan muda.
Kripto mendapatkan daya tarik setelah COVID-19 ketika para influencer (pemengaruh) lokal mulai memamerkan kekayaan mereka di media sosial.
Pada 2023, PDB diproyeksikan tumbuh rata-rata 4,9 persen pada 2023-2024. Sedikit lebih lambat dibandingkan 2022. Ini mencerminkan pelemahan tetapi masih kuatnya belanja pribadi.
Dengan wawasan ini, Tiger Brokers bertujuan membantu investor dalam mengamati dan membandingkan pengembalian aset di berbagai wilayah untuk melihat peluang investasi yang memungkinkan untuk 2023. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Ramalan Zodiak, 8 Februari 2026: Asmara dan Keuangan Sedang Diuji, Punya Saran?
Rupiah Melemah 23 Poin ke Rp 16.865 per Dolar AS, IHSG Longsor Parah Hingga Dua Persen
Ramalan Zodiak, 4 Februari 2026: Jangan Abaikan Masalah Keuangan dan Asmara!
Ramalan Zodiak Hari Ini, 3 Februari 2026: Keuangan dan Asmara Bermasalah?
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Ramalan Zodiak 1 Februari 2026: Ada Masalah Keuangan, Karier dan Asmara?
Ramalan Zodiak Hari Ini, 28 Januari 2026: Saatnya Evaluasi Keuangan dan Asmara
Ramalan Zodiak 22 Januari 2026: Masalah Asmara dan Uang yang Tak Terduga
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Menopang Ekonomi Nasional 2026, Waktunya Mengubah Tantangan Jadi Peluang