MerahPutih.com - Pemerintah memastikan stok pangan nasional selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Pulau Jawa dan Bali, dalam kondisi aman dan terkendali.
Mentan Syahrul Yasin Limpo menegaskan, sejauh ini masih ada cadangan beras yang cukup untuk seluruh Indonesia hingga mencapai tujuh juta ton.
Baca Juga:
Selain Uang Tunai Rp 600 Ribu, Warga Terdampak PPKM Darurat Dapat Beras 10 Kg
"Kita juga akan segera memasuki musim tanam kedua pada Agustus sampai September. Jika melihat kondisi ini, hampir semua berjalan dengan baik," lanjut mantan Gubernur Sulsel dua periode itu," ujarnya di Makassar, Kamis (8/7).
Ia menjelaskan, ketersediaan bahan pangan dalam kondisi aman karena menjadi pengendalian Badan Urusan Logistik (Bulog).
"Kita masih memiliki cadangan beras cukup kuat, baik yang ada pada pengendalian langsung oleh Bulog, pada semua RMU (Rice Mile Unit) yang ada, maupun yang dalam penanganan Pemda, provinsi maupun kabupaten," ujarnya.
Ia juga mengaku sudah ada perintah Presiden Joko Widodo untuk secara rutin melakukan mengecek ketersediaan pangan. Bahkan hampir setiap minggu dicek oleh bapak presiden.
"Kemarin dalam virtual komunikasi dengan bapak Presiden betul-betul meminta agar pengendalian pangan untuk kebutuhan nasional dan rakyat, sepenuhnya di bawah kendali beberapa menteri untuk disiapkan dengan maksimal," jelasnya dikutip Antara.
Kementerian Sosial bakal menyalurkan bantuan beras kepada KPM PKH dan BST sebesar 10 kilogram/KPM. Penyaluran bantuan dilakukan melalui jaringan Perum Bulog yang tersebar di seluruh Tanah Air.
"Dengan bantuan beras, diharapkan masyarakat miskin terdampak pandemi tercukupi kebutuhan pokoknya," ujar Menteri Sosial Menteri Sosial Tri Rismaharini. (*)
Baca Juga:
KPK Ingatkan Penyaluran Bansos PPKM Darurat Harus Transparan dan Akuntabel

