Soleh Solihun Ajak Masyarakat untuk Segera Vaksin

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 01 September 2021
Soleh Solihun Ajak Masyarakat untuk Segera Vaksin

Soleh Solihun mengajak masyarakat agar melakukan vaksinasi dan tidak pilih-pilih jenis vaksin (Foto: Mp/Ikhsan Digdo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BARU-BARU ini Komika ternama Tanah Air, Soleh Solihun mengajak masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi COVID-19, bila sudah mendapat kesempatan. Soleh mengimbau masyarakat tidak perlu pilih-pilih jenis vaksin tertentu.

Hal tersebut lantaran sejumlah masyarakat menginginkan jenis vaksin tertentu, karena dianggap lebih baik dibanding vaksin lainnya yang tersedia di Indonesia.

Baca Juga:

Seorang Pria Terima 5 Dosis dari 3 Vaksin COVID-19 Berbeda

"Enggak usah nanya vaksinnya apa, kalau ada kesempatan vaksin ya vaksin aja. Kebagiannya apa, ambil aja," jelas Soleh Solihun, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Soleh Solihun mengimbau warga melakukan vaksinasi (Foto: pixabay/alexandra_koch)

Bagi Soleh, semua jenis vaksin yang ada di Indonesia seperti Sinovac, Astrazaneca, Pfizer, Sinopharm ataupun moderna, sama-sama bisa memberi perlindungan bagi seseorang, dari bahaya virus COVID-19.

Menurutnya, semua vaksin intinya sama-sama memberi perlindungan, jadi bukan seperti mau membeli baju yang bisa pilih-pilih.

Bicara soal vaksin, Soleh sendiri telah menerima suntikan vaksin Sinovac dosis lengkap. Dosis pertama diterima Soleh pada 17 April 2021, lalu dosis yang kedua pada 17 Mei 2021.

Berdasarkan penuturan Soleh, setelah menerima vaksin dosis pertama dan kedua, dia mengaku tak mengalami keluhan serius yang menggangu aktivitasnya.

"Ngantuk, lapar, dan agak lemes. Itu aja. Baik dosis satu atau dosis dua, efek yang saya rasakan sama," ungkap Soleh.

Baca Juga:

Dokter Reisa Angkat Bicara Seputar Mitos Vaksin dan COVID-19

Berdasarkan data Satgas penanganan COVID-19, kini Indonesia telah memiliki lebih dari 217,9 juta dosis, dalam bentuk bulk maupun vaksin jadi yang siap disuntikkan.

Soleh Solihun berharap masyarakat melakukan vaksinasi dan tidak pilih-pilih jenis vaksin (Foto: pixabay/wir_pix)

Terhitung per tanggal 29 Agustus 2021, sebanyak 61.654.676 orang sudah menerima vaksin dosis pertama. Kemudian sebanyak 34.858.000 orang sudah menerima vaksin dosis kedua.

Untuk target sasaran vaksinasi nasional sendiri, yakni di angka 208.262.720. Karena itu, pemerintah terus berupaya melakukan percepatan capaian vaksinasi COVID-19.

Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan kesehatan dan ekonomi, khususnya pada sektor produktivitas.

Saat ini di Indonesia ada lima jenis vaksin yang sudah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawasa Obat dan Makanan (BPOM), yakni Sinovac, Pfizer, Astrazaneca, Moderna dan Sinopharm.

Karena itu, kelima vaksin tersebut dipastikan aman dan efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari virus COVID-19. (Ryn)

Baca Juga:

Sejumlah Pengelola Mal Dukung Penuh Aturan Pengunjung Wajib Vaksin

#Kesehatan #Vaksinasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan