Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Soal Yerusalem, Pakar duga Adanya Lampu Hijau dari Saudi

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Sabtu, 09 Desember 2017
Soal Yerusalem, Pakar duga Adanya Lampu Hijau dari Saudi

Perayaan Maulid Nabi di depan Dome of the Rock, di Kota Tua Yerusalem, Kamis (30/11). (ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Awad)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Negara-negara Arab diperkirakan akan kesulitan untuk menolak keputusan Amerika Serikat yang mengakui status Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hal itu diungkapkan oleh pakar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Nur Rachmat Yuliantoro.

"Negara-negara Arab boleh saja berang kepada keputusan Trump, tetapi tampaknya mereka masih membutuhkan Israel untuk menghadapi Iran," tutur Rachmat seperti dilansir Antara, Sabtu (9/12).

Selain itu, kesulitan penolakan juga bisa dilihat dari negara-negara Arab yang mungkin masih akan bergantung kepada AS ketika harus berhadapan dengan ancaman kelompok teroris ISIS.

Oleh karenanya, ia berpendapat hingga sejauh ini belum ada faktor yang bisa membuat Trump menarik kembali pernyataannya yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel serta berencana memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke kota tersebut.

"Bahkan ada dugaan bahwa pengakuan Trump atas status Yerusalem itu tidak dimungkinkan tanpa adanya 'lampu hijau' dari Saudi," kata Rachmat.

Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah telah mengungkapkan reaksi terkait dengan tindakan sembrono AS tersebut.

Raja Jordania Abdullah II pada Kamis (7/12) menyampaikan dukungan penuh negaranya untuk rakyat Palestina dalam upaya mereka mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, demikian laporan kantor berita Petra.

Raja Jordania tersebut mengeluarkan pernyataannya dalam pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di ibu kota Jordania, Amman, tempat Raja Abdullah II menuduh pengakuan AS mengenai Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah pelanggaran terhadap hukum internasional dan resolusi sah internasional.

Selain itu, Qatar pun memperingatkan akibat berbahaya dari keputusan AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menurut siaran Kantor Berita Qatar (QNA).

Dalam pertemuan rutin kabinet pada Rabu (6/12) malam waktu setempat, Perdana Menteri Qatar Sheikh Abdullah bin Nasser bin Khalifa Ath-Thani mengatakan tindakan AS itu bisa bertentangan dengan legitimasi dan hukum internasional, selain semua upaya perdamaian yang dilandasi penyelesaian dua negara.

Meski muncul beberapa dukungan, namun dengan adanya indikasi terhadap situasi internal dari negara-negara Arab, maka kemungkinan akan sulit untuk membuat Trump menarik atau membatalkan keputusan pengakuan status tersebut.

"Satu-satunya kemungkinan untuk perubahan itu adalah bila Trump dimakzulkan, tetapi itu pun harus melalui proses panjang dan politik non-partisan di tubuh Kongres AS," katanya. (*)

#Yerusalem #Israel #Arab Saudi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Travel
Jalan-Jalan ke Arab Saudi Lebih Mudah dengan Package Visa, Bisa Fokus ke Pengalaman Wisata
Package Visa merupakan inisiatif digital yang mengintegrasikan penerbitan visa wisata secara langsung ke dalam pemesanan paket perjalanan yang telah dikurasi.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Jalan-Jalan ke Arab Saudi Lebih Mudah dengan Package Visa, Bisa Fokus ke Pengalaman Wisata
Dunia
Israel Bakal Bikin UU Melarang Azan, Negara OKI Mengutuk
RUU tersebut menandai eskalasi berbahaya dalam serangkaian undang-undang, keputusan, dan kebijakan Israel yang menargetkan kehadiran Palestina dan identitas Arab dan Islam.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Israel Bakal Bikin UU Melarang Azan, Negara OKI Mengutuk
Olahraga
Prediksi Tanjung Verde vs Arab Saudi: Blue Sharks Selangkah Lagi Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Prediksi Tanjung Verde vs Arab Saudi akan sangat menarik ditonton. Tanjung Verde sangat dekat mencetak sejarah di Piala Dunia 2026.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
Prediksi Tanjung Verde vs Arab Saudi: Blue Sharks Selangkah Lagi Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Olahraga
Jadwal Piala Dunia 2026 25-28 Juni 2026: Laga Panas Fase Grup, Inggris hingga Brasil Siap Bertanding
Simak jadwal lengkap Piala Dunia 2026 pada 25, 26, 27, hingga 28 Juni 2026. Inggris, Brasil, Prancis, Portugal, Spanyol hingga Argentina siap bertanding.
ImanK - Rabu, 24 Juni 2026
Jadwal Piala Dunia 2026 25-28 Juni 2026: Laga Panas Fase Grup, Inggris hingga Brasil Siap Bertanding
Indonesia
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan menyuarakan penolakan terhadap keputusan Israel tersebut di berbagai forum internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Olahraga
Uruguay vs Arab Saudi: Green Falcons Diprediksi Babak Belur, El Celeste Kantongi Peluang Menang 64 Persen
Sebaliknya, Arab Saudi dihantui rekor buruk berupa 68 persen kekalahan sepanjang keikutsertaan pada kompetisi sepak bola tertinggi ini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Uruguay vs Arab Saudi: Green Falcons Diprediksi Babak Belur, El Celeste Kantongi Peluang Menang 64 Persen
Dunia
Italia Masukan Menteri Keamanan Israel Itamar Ben-Gvir ke Daftar Tersangka Penyiksaan dan Kejahatan Perang pada Aktivis Flotila
Flotila Sumud yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza berlayar dari Barcelona pada 15 April.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Juni 2026
Italia Masukan Menteri Keamanan Israel Itamar Ben-Gvir ke Daftar Tersangka Penyiksaan dan Kejahatan Perang pada Aktivis Flotila
Dunia
Israel Blokade Bantuan Internasional Tutup Semua Pintu Masuk Gaza, Iran Dijadikan Alasan
Israel kembali memperketat blokade terhadap Jalur Gaza dengan menutup seluruh pintu masuk bantuan internasional berlaku hari ini Senin (8/6) waktu setempat.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Israel Blokade Bantuan Internasional Tutup Semua Pintu Masuk Gaza, Iran Dijadikan Alasan
Dunia
Gencatan Senjata di Lebanon Makin Suram, UNIFIL PBB Catat Israel Luncurkan 69 Serangan Udara
UNIFIL melaporkan 69 pelanggaran udara Israel di Lebanon, termasuk 25 serangan udara. Serangan juga menghantam ambulans, menewaskan paramedis.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Gencatan Senjata di Lebanon Makin Suram, UNIFIL PBB Catat Israel Luncurkan 69 Serangan Udara
Dunia
Pasukan UNIFIL PBB Kembali Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, 1 Tewas 2 Luka-Luka
Serangan udara Israel di Lebanon selatan menewaskan anggota UNIFIL asal Serbia dan melukai dua lainnya.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Pasukan UNIFIL PBB Kembali Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, 1 Tewas 2 Luka-Luka
Bagikan