Soal Budi Gunawan, Jokowi Jangan Paksakan Keinginan Mega

Ana AmaliaAna Amalia - Sabtu, 17 Januari 2015
Soal Budi Gunawan, Jokowi Jangan Paksakan Keinginan Mega

Jokowi bersama Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh pada acara HUT PDIP ke-42 di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (10/1). Antara Foto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik - Penujukan Komjen Budi Gunawan sebagai Calon Kapolri tunggal yang sudah disetuji DPR RI melalui test and proper test dan kemudian disetujui kembali dalam rapat sidang Paripurna disebut karena kepentingan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI-Perjuangan.

Guru Besar Universitas Petahanan, Bogor Jawa Barat, Salim Said mengatakan Jokowi sebagai Presiden bukanlah gratis saat diseleksi menjadi capres. Oleh karena itu, keputusan dan kebijakan yang ditempuh Presiden Jokowi tak bisa dilepaskan dari peran Megawati sebagai pemegang hak veto tunggal.

"Sekarang yang sangat menentukan bu Mega. Yang buat mereka jadi presiden, itu Mega. Emang ini gratis, jangan dipikir ini gratis. Abis ini kan Mega ada keperluan," kata Said saat menjadi pembicara pada acara diskusi di Restoran Gado-Gado Baplo, Jl. Gereja Theresia No. 41, Menteng - Jakarta Pusat, Sabtu (17/1).

Namun Said tidak menyebutkan apa kepentingan Megawati ketika Komjen Budi menjabat sebagai Kapolri. Dia hanya mengatakan bahwa Komjen Budi pernah menjadi ajudan Megawati saat ia menjadi Presiden. Oleh karena itu, meski jabatan Sutarman sebagai Kapolri masih tersisa 9 bulan lamanya dan situasi dalam kondisi aman serta stabil namun pergantian Kapolri sudah dilaksanakan.

BACA JUGA: Tunda Pelantikan Komjen Budi Gunawan, Jokowi Disebut Cerdas

"BG (Budi Gunawan) ini mantan ajudannya. Mega akan usahakan orang yang baik di mata dia untuk dapatkan kedudukan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Said juga mengapresiasi keputusan Jokowi yang menunda pelantikan Komjen Budi itu. Padahal, teka-teki seputar lolosnya Budi Gunawan sebagai Kapolri ini sempat membingungkan banyak kalangan. Namun karena Jokowi cerdas, kata Said, Jokowi lebih mengangkat Badrodin Haiti sebagai Plt Kapolri.

"Jokowi cerdas. Sampe kemarin orang masih bingung, bisa lolos enggak orang (Budi Gunawan) itu. Jokowi adalah presiden, populer, tapi tidak punya partai. Dia ga menguasai DPR, beda dengan SBY, apalagi sama pak Harto," tutup Said. (Hur)

Follow Twitter kami di @Merahputihcom

Like FanPage Facebook kami di Merahputih.com

#Pro Kontra Budi Gunawan #Megawati Soekarnoputri #Presiden Jokowi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Kekayaan biodiversitas laut Indonesia, dapat menjadi basis lahirnya industri farmasi, bioteknologi kelautan, energi baru terbarukan, ekonomi karbon biru, produksi pangan, dan berbagai inovasi masa depan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Indonesia
PDIP Peringati 71 Tahun KAA, Warisan Paling Gemilang Presiden Soekarno
Bung Karno telah meramalkan ketidakstabilan akibat kapitalisme dan imperialisme sejak dekade 1920-an.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
PDIP Peringati 71 Tahun KAA, Warisan Paling Gemilang Presiden Soekarno
Indonesia
Terima Dubes Jerman, Megawati Ingatkan Antisipasi Krisis Global
Dubes Jerman kagum dengan peran Soekarno saat ini dalam menggerakkan kebangkitan negara di wilayah Asia dan Afrika.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Terima Dubes Jerman, Megawati Ingatkan Antisipasi Krisis Global
Indonesia
Buka Sekolah Partai, Megawati Minta Kader PDIP Turun ke Rakyat dan Jaga Integritas
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, secara resmi membuka Sekolah Partai bagi pengurus daerah se-Indonesia. Acara ini dilaksanakan luring dan daring.
Soffi Amira - Jumat, 17 April 2026
Buka Sekolah Partai, Megawati Minta Kader PDIP Turun ke Rakyat dan Jaga Integritas
Indonesia
Dubes Arab Saudi Minta Megawati Ikut Berperan Aktif terhadap Situasi Terkini di Timur Tengah
Menurut Dubes Arab Saudi, Megawati Soekarnoputri merupakan sosok penting dalam politik lokal dan global yang memiliki perhatian pada isu lingkungan dan geopolitik.
Dwi Astarini - Kamis, 09 April 2026
Dubes Arab Saudi Minta Megawati Ikut Berperan Aktif terhadap Situasi Terkini di Timur Tengah
Indonesia
Pertemuan Lanjutan Megawati-Prabowo? Jawaban Puan Singkat Penuh Makna
Pernyataan Puan ini memperkuat indikasi bahwa komunikasi politik antara PDIP dan pemerintahan Prabowo akan terus berlanjut
Wisnu Cipto - Sabtu, 21 Maret 2026
Pertemuan Lanjutan Megawati-Prabowo? Jawaban Puan Singkat Penuh Makna
Indonesia
Istana Akui Prabowo ‘Berguru’ ke Megawati Atasi Tantangan Bangsa dan Konflik Global
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Wisnu Cipto - Sabtu, 21 Maret 2026
Istana Akui Prabowo ‘Berguru’ ke Megawati Atasi Tantangan Bangsa dan Konflik Global
Indonesia
Prabowo Dijadwalkan Terima Jokowi dan SBY di Istana Hari Ini, Megawati Sudah Duluan
Mensesneg Prasetyo belum dapat memastikan kehadiran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam agenda hari ini.
Wisnu Cipto - Sabtu, 21 Maret 2026
Prabowo Dijadwalkan Terima Jokowi dan SBY di Istana Hari Ini, Megawati Sudah Duluan
Indonesia
Prabowo dan Megawati Bertemu Tertutup 2 Jam di Istana, Puan dan Dasco Ikut 
Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (19/3).
Wisnu Cipto - Kamis, 19 Maret 2026
Prabowo dan Megawati Bertemu Tertutup 2 Jam di Istana, Puan dan Dasco Ikut 
Bagikan