Singgung Kader Karbitan, Megawati Sebut Tak Ada Elite di PDIP

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 10 Januari 2019
Singgung Kader Karbitan, Megawati Sebut Tak Ada Elite di PDIP

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: MP/Win)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyinggung 'politisi kutu loncat' dalam pidato Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 partai berlogo banteng moncong putih itu.

"PDIP mengalami pasang naik dan pasang surut. Kita alami kekalahan dalam pemilu. Contoh pada 2004 dan 2009. Meskipun kalah, partai ini tidak pernah pilih jalan pintas. Tak asal comot caleg apalagi dari parpol lain," ujar Megawati di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

Menurut dia, PDIP menginginkan kader ideologis yang selalu memegang teguh Pancasila 1 Juni 1945. Karena itu, partai pemenang Pemilu 2014 ini tak ingin merekrut kader demi mendongkrak elektabilitas semata.

"Kendati partai ini terbuka, saya tak ingin partai ini diisi oleh karbitan," tandasnya.

Megawati menjelaskan, yang dimaksudkan kader karbitan yakni seseorang yang mendadak mengaku seorang kader ketika jelang pemilihan umum saja. Jika seseorang tersebut tidak diberi rekomendasi baik oleh partai, maka biasanya akan melompat ke parpol lainnya.

"Mengaku kader, tapi ketika tak direkom lalu loncat ke partai lain. Partai ini bagi kami bukan kendaraan untuk lompat kekuasaan. Ada fenomena pragmatisme politik," katanya.

Megawati mengakui fenomena tersebut terjadi di PDIP. Namun, ia tak pernah menyesal kehilangan kader model seperti itu. Pasalnya yang dibutuhkan oleh PDIP ialah kader ideologis.

"Kita tak kecil hati kehilangan politisi pragmatis seperti itu," ucapnya.

Megawati dalam acara kantor DPP PDIP Jakarta Pusaat (MP/Fadhli)
Megawati dalam acara kantor DPP PDIP Jakarta Pusaat (MP/Fadhli)

Justru, kata Mega, hal tersebut merupakan seleksi alam ideologi. Seleksi akan memilih mana kader dan bukan kader. PDIP terus berupaya menjadikan partai sebagai sekolah politik bagi kadernya dan jadi pelopor serta menjadi disiplin.

"Secara alamiah ideologi mereka akan menyingkir atau tersingkir dari PDIP. Seorang kader ideologis tak pernah hengkang dari partainya. Mereka tak akan palingkan hati dari partai yang dicintainya," ucap Putri Bung Karno.

Di kesempatan itu, Megawati mengundang pengurus di tingkat kelurahan hingga anak ranting. Mereka inilah penopang PDIP hingga berusia 46 tahun. "Terima kasih saya ucapkan kepada kalian semua," ucapnya.

Kehadiran mereka, tambah dia, sebagai pengingat agar tak ada elite partai di PDIP, semua sama. Ini bukan perbedaan status. Ini hanya perbedaan wilayah kerja politik saja.

"Ketum sama dengan kalian. Hanya wilayahnya yang beda. Di parpol ini tak boleh ada diskriminasi politik," pungkasnya. (Fdi)

#Megawati Soekarnoputri #PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Indonesia
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Absennya Megawati itu diumumkan Ketua MPR Ahmad Muzani saat menyapa para tamu undangan Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Dampak Putusan MK, PDIP Usulkan Anggaran MBG Rp 60 Triliun Tiap Tahun Dengan Target Terarah
Kelompok yang dinilai perlu menjadi prioritas, lanjutnya, meliputi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang berisiko mengalami gangguan gizi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Dampak Putusan MK, PDIP Usulkan Anggaran MBG Rp 60 Triliun Tiap Tahun Dengan Target Terarah
Indonesia
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Gagasan Public Pulse 28 sejatinya telah dirintis sejak 2024 sebagai ruang dialektika berkala.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Bagikan