Pilgub Jatim

Sikapi Dinamika Pilgub Jatim, Para Rektor Gelar Pertemuan Khusus

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 06 Januari 2018
Sikapi Dinamika Pilgub Jatim, Para Rektor Gelar Pertemuan Khusus

Ketua MPR Zulkifli Hasan (tengah) Ketua Badan Wakaf Indonesia Muhammad Nuh (kiri), Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi (kanan) (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Para rektor dari sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur baik dari PTN maupun PTS menggelar pertemuan khusus di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Pertemuan yang digelar Sabtu (6/1) itu bertujuan menyikapi kondisi sosial politik jelang Pilgub Jatim.

Rektor yang hadir, antara lain Rektor Universitas Jember Drs Moh Hasan, Rektor Universitas Brawijaya Malang Prof Mohammad Bisri, Rektor ITS Prof Joni Hermana, Rektor Uinsa Prof Abd A'la, Rektor Unesa Prof Warsono, Rektor Unair Prof Muhammad Nasih, dan Rektor Universitas Negeri Malang Prof Budi Soetjipto.

Selain itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Abdul Haris, Rektor Universitas Trunojoyo Madura Dr EC Muhammad Syarif, Rektor UPN Prof Teguh Soedarto, Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie, dan Rektor Universitas Darul Ulum Jombang Dr Mujib Musta'in.

"Ini adalah bentuk kepedulian dari pimpinan perguruan tinggi di Jatim untuk terus menerus mengawal, merawat kesejukan yang ada di Jatim. Jangan sampai yang sudah sejuk, sudah nyaman gara-gara ada pilkada saling tuding menuding, menjelekkan, akhirnya konflik di antara kita sendiri," kata Penasihat Peguyuban Rektor Jatim Prof Muhammad Nuh sebagaimana dilansir Antara.

Ia menjelaskan para rektor tidak ingin dengan adanya pilkada, Jatim yang sudah sejuk, damai, dan nyaman berubah menjadi sebaliknya.

Hal itu karena mereka memahami betul bahwa selalu saja ada potensi untuk dibenturkan dan membenturkan diri. Oleh karena itu, para rektor jauh hari menyampaikan sikapnya.

"Kita ingin melakukan edukasi politik. Esensi dari itu adalah perbedaan. Perbedaan harus dihargai sehingga harus belajar menghargai itu. Mau pilih A, monggo. Mau pilih B, monggo. Yang penting punya alasan," kata Menteri Pendidikan Nasional era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam (Yaris) itu, menegaskan bahwa pertemuan tersebut dilakukan bukan karena dinamika yang terjadi dalam proses pemilihan gubernur saat ini. Namun, akan dilakukan secara berkelanjutan.

Nuh menjelaskan dari pertemuan itu, pihaknya ingin membangun pendewasaan dalam berpolitik sehingga ikatan emosional diimbangi berpikir rasional.

"Pimpinan perguruan tinggi menginginkan di samping proses elektoral nyaman, sejuk, tapi ada dinamika. Pascapemilihan juga akan dikawal dengan cara memberikan pandangan-pandangan, program apa saja yang harus dijadikan kebijakan di Jatim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Muhammad Nuh.(*)

#Pilgub Jatim #Rektor #Jawa Timur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kebakaran Hutan Gunung Arjuno Tinggal 2-3 Km dari Rumah Penduduk, Pemkab Cairkan Belanja Tidak Terduga
Kebakaran Gunung Arjuno mendekati permukiman warga sejauh 2-3 km. Pemkab Pasuruan cairkan BTT perbaiki pipa air 5,2 km. Simak laporan lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 20 Oktober 2026
Kebakaran Hutan Gunung Arjuno Tinggal 2-3 Km dari Rumah Penduduk, Pemkab Cairkan Belanja Tidak Terduga
Indonesia
Gempa Malang Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Jawa Timur, Apakah Berpotensi Tsunami?
Gempa Malang hari ini dengan magnitudo 5.2 mengguncang wilayah Jawa Timur bagian selatan. Cek info resmi BMKG soal potensi tsunami dan daftar daerah terdampak guncangan!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Gempa Malang Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Jawa Timur, Apakah Berpotensi Tsunami?
Indonesia
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Senin (14/9) Pagi, Letusan Sampai 1 Km
Saat ini aktivitas vulkanis Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Senin (14/9) Pagi, Letusan Sampai 1 Km
Indonesia
Tiga Warga Meninggal, DPR Desak Larangan Total Sound Horeg
Desakan tersebut muncul setelah tiga warga di Jawa Timur yang dilaporkan meninggal dunia selama Agustus.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Tiga Warga Meninggal, DPR Desak Larangan Total Sound Horeg
Indonesia
316 Santri Dirawat di RSUD Notopuro, Total 762 Korban Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo
762 santri diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi paket MBG di Sidoarjo. Sebanyak 316 santri dirawat di RSUD Notopuro dan 446 lainnya di enam rumah sakit.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
316 Santri Dirawat di RSUD Notopuro, Total 762 Korban Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo
Indonesia
Gelar OTT, KPK Tangkap Rektor Universitas Jenderal Soedirman
Ketua KPK Setyo Budiyanto menutup rapat konstruksi perkara dan barang bukti yang disita dalam OTT terhadap pejabat Unsoed tersebut.
Frengky Aruan - Jumat, 21 Agustus 2026
Gelar OTT, KPK Tangkap Rektor Universitas Jenderal Soedirman
Indonesia
Gunung Semeru 4 Kali Erupsi Memasuki Siang Hari, Tinggi Letusan Terus Meningkat hingga 1 Km
Tinggi letusan terus meningkat sejak pertama erupsi pukul 00.52 WIB.
Frengky Aruan - Rabu, 01 Juli 2026
Gunung Semeru 4 Kali Erupsi Memasuki Siang Hari, Tinggi Letusan Terus Meningkat hingga 1 Km
Indonesia
Jatim Siapkan Beasiswa Bagi 143 Ribu Pelajar dan Mahasiswa, Tekan Anak Tidak Sekolah
program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menekan angka anak tidak sekolah (ATS) serta meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan di Jawa Timur.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Jatim Siapkan Beasiswa Bagi 143 Ribu Pelajar dan Mahasiswa, Tekan Anak Tidak Sekolah
Indonesia
KPK Dalami Peran Anggota DPR Anwar Sadad dalam Kasus Dana Hibah Pokmas Jatim
Terbaru, KPK memeriksa enam saksi untuk mendalami pengelolaan dana hingga pelaksanaan kegiatan Pokmas.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
KPK Dalami Peran Anggota DPR Anwar Sadad dalam Kasus Dana Hibah Pokmas Jatim
Indonesia
Dua Siswa Jadi Korban Peluru Nyasar, DPR Desak TNI Lakukan Audit Investigasi
Langkah ini penting untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam penanganan kasus.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Dua Siswa Jadi Korban Peluru Nyasar, DPR Desak TNI Lakukan Audit Investigasi
Bagikan