Relationship

Sifat Minus Penggagal Kencan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 12 Agustus 2021
Sifat Minus Penggagal Kencan

Sifat minus jadi penggagal kencan.(pexels-vera-arsic-984949)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SERING merasa apes dalam hubungan cinta? Periksa kembali perilaku dan kebiasaanmu. Bisa jadi kamu memiliki satu atau dua ciri kepribadian yang membuatmu sulit untuk berkencan. Tentu saja, ini sangat berkaitan dengan bagaimana kamu dan pasanganmu berhubungan. Namun, bahkan sifat yang paling menarik sekalipun ketika dialami dalam dosis tinggi dapat membuat kehidupan kencan menurun.

"Ciri-ciri kepribadian memiliki efek mendalam pada hubungan kita. Mereka memengaruhi cara kita berada dalam hubungan, seberapa setia (atau tidak setia) kita, jika kita menikah dini atau terlambat, dan dengan orang yang kita pilih untuk menetap," ujar psikoterapis dan pakar hubungan, Dr. Mike Dow dikutip Bustle. Berikut sifat minus menggagalkan percintaan kamu.

BACA JUGA:

Hubungan Kamu Hanya Berisikan Kecemasan, Mungkin ini Penyebabnya

1. Mengatakan 'Aku Baik-Baik Saja' Sepanjang Waktu

pacaran
Pura-pura baik baik saja sepanjang waktu.(pexels-rodnae-productions)


Apakah kamu tipe yang tenang dan bisa menutupi emosi? Jika demikian, silakan nikmati sifatmu yang sangat mengagumkan itu. Namun, perlu diingat bahwa kurangnya emosi dapat menyebabkan masalah di dunia kencan jika kamu tidak berhati-hati. "Supaya berhasil di kencan kedua kamu harus membuat koneksi pertama kali," saran psikoterapis Tina Gilbertson, LPC, DCC.

Jika kamu tidak 'menunjukkan' emosi dengan benar, sulit bagi orang untuk terhubung denganmu. Itu dapat membuat hubungan menjadi sulit.

2. Arogan

arogan
Kesombongan menutupi rasa tak aman. (foto: pexels-andrea-piacquadio)


Jika pernah berkencan dengan seseorang yang menyukai dirinya sendiri, kamu sudah tahu betapa menyebalkannya sikap arogan itu. Namun, tahukah kamu bahwa itu juga bisa menjadi masalah mendasar?

Pakar hubungan Toni Coleman, LCSW, CMC mengatakan kesombongan sering kali digunakan untuk menutupi rasa tidak aman. Jika kamu merasa ini adalah akar dari masalah hubunganmu, cobalah untuk meningkatkan harga diri. Dengan begitu, kerendahan hatimu akan benar-benar disukai.

BACA JUGA:

Kesalahan Besar yang Dilakukan Perempuan Saat Menjalin Hubungan

3. Tidak mengizinkan percakapan berjalan seimbang

pasangan
Tidak mengizinkan percakapan dua arah.(foto: pexels rodnae productions)


Tidak ada yang salah dengan menjadi ceria dan cerewet. Tetapi jika kamu mengalami masalah hubungan, pertimbangkan bagaimana cara bicaramu. Mungkin itu terlihat berlebihan.

Pernahkah kamu memperhatikan gayamu ketika berbicara tentang harimu? Jika kamu menyadari bahwa dirimu mendominasi percakapan itu artinya membutuhkan lebih banyak keseimbangan. "Biarkan mereka berbicara juga, dan kamu akan melihat hubunganmu meningkat 10 kali lipat," ujar Coleman.

4. Terlalu sensitif pada semua hal

sensitif
Terlalu sensitif. (foto: pexels cottonbro)


Tipe sensitif ialah yang terbaik. Namun, saya pikir kita semua bisa setuju bahwa beberapa orang menganggap sifat manis ini kadang terlalu berlebihan. Mungkin kamu membaca semua yang dikatakan pasangan atau mengambil hati setiap ucapannya. Semuanya sangat pribadi. Menurut Dow, itu bukan sifat menyenangkan dan bisa membuat seseorang tidak nyaman.

5. Menempatkan Sarkasme di Atas Segalanya

sarkas
Teramat sarkastis.(foto: pexels-labskiii)


Beberapa orang suka komentar jenaka. Sarkasme jelas merupakan bahasa kedua mereka. Namun perlu disadari betapa mudahnya itu bisa diambil terlalu jauh. "Apa yang membuat seseorang tertawa terbahak-bahak ketika kamu mengobrol santai mungkin menyakiti perasaan ketika kamu bertindak jauh," kata pakar hubungan Erica McCurdy, MCC.

Pastikan kamu tahu kapan harus menyindir dan kapan harus menarik kembali lelucon itu. Itu mungkin dapat menyelamatkan hubunganmu.(Avia)

BACA JUGA:

Hubungan Langgeng Bisa Dilihat dari Tanda-Tanda Ini

#Relationship #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Fun
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Konten Maudy Ayunda tentang mindfulness dan berita buruk menuai perdebatan. Lantas, apa sebenarnya arti mindfulness dan bagaimana menerapkannya?
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Bagikan