Hobi

Si Meong Kesepian Juga Main Tinder

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 15 Agustus 2021
Si Meong Kesepian Juga Main Tinder

Harcos dan Saskia, dua dari 15 hewan di Tierschutzverein München e. V. yang masuk Tinder. (indianexpress.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APA efek dari musim panas, redanya pandemi, dan diperbolehkannya orang bepergian di negara-negara Eropa? Di Kota Munich, Jerman, kondisi itu membuat semakin banyak binatang peliharaan terlantar. Ujung-ujungnya, penampungan hewan setempat penuh.

Sebuah penampungan hewan di kota itu, Tierschutzverein Munchen e. V. bekerja sama dengan sebuah agensi bernama Territory membuat para penghuni penampungan hewan lebih menarik untuk diadopsi.

Caranya? Mereka menempatkan teman berkaki empat di aplikasi kencan Tinder mulai 8 Agustus. Upaya itu dirangkum dalam kampanye yang diberi nama The Purrfect Match. Itu merupakan pendekatan baru untuk menemukan rumah bagi hewan peliharaan yang terlantar.

BACA JUGA:

Fakta Menarik Kucing Oyen yang Terkenal Barbar

Mereka mengunggah profil para hewan penghuni tempat penampungan itu di aplikasi kencan Tinder dengan harapan bahwa manusia kesepian yang mencari cinta juga akan puas ditemani kucing atau anjing.

kucing
The Purrfect Match bertujuan mengurangi penuhnya tempat penampungan setelah pandemi mereda. (courrierinternational.com)

Asosiasi Kesejahteraan Hewan Munich meminta biro iklan untuk mengambil gambar profesional dari 15 hewan termasuk kucing hitam-putih bernama Kapten Kirk yang dipasang di Tinder. Selain nama, profil juga berisi deskripsi diri tentang karakter dan kebutuhan hewan peliharaan.

Territory akan mengambil alih pemilihan 'jodoh' yang cocok dari para teman berkaki empat tersebut. kalau ada yang match, chatbot mengambil alih percakapan. Jika kondisinya tepat, pihak yang berkepentingan akan diundang ke penampungan hewan Munich untuk mengenal anjing atau kucing lebih jauh lagi.

BACA JUGA:

Lagi, Seekor Kucing Membajak Pesawat Hingga Mendarat Darurat

Jillian Moss dari pihak penampungan tersebut mengatakan, beberapa orang telah menggeser ke kanan di Tinder untuk mengatur "kencan" pertama mereka. "Responsnya gila, meledak di mana-mana," ujarnya seperti diberitakan Reuters.com (11/8).

Penampungan hewan tersebut tidak memilih anak kucing yang dan mungil untuk profil Tinder. Mereka malah memilih kucing dan anjing yang memiliki semacam sejarah hidup. Demikian dijelaskan Benjamin Beilke dari pihak agensi yang mengoordinasikan komunikasi dengan Tinder.

kucing
Kucing hitam-putih bernama Kapten Kirk yang sedang menjalani sesi foto. (yimg.com)

Strategi itu cukup bijaksana karena orang cenderung hanya mengadopsi yang lucu dan tidak memilih hewan peliharaan yang sangat membutuhkan rumah baru. Profil hewan peliharaan Tinder menjadi viral dan bahkan mungkin menjadi populer di antara tempat penampungan hewan lain.

Tantangannya sekarang adalah bagi orang yang mengadopsi hewan peliharaan ini untuk benar-benar memelihara mereka selamanya dan tidak meninggalkan mereka setelah beberapa waktu. Tinder memang terkenal untuk mencari hubungan jangka pendek dan tanpa ikatan, tapi untuk The Purrfect Match, hewan-hewan kesepian ini memerlukan rumah yang dapat melindungi mereka hingga akhir hayat. (aru)

BACA JUGA:

Kucing Rumahan Jangan Dibiarkan di Luar Rumah, Bahayanya bagi Kesehatan

#Hobi #Kucing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Nutrisi Tepat Jaga Kesehatan Anabul, Bisa Habiskan Lebih Banyak Waktu Bersama Kesayangan
Para pemilik hewan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anabul kesayangan mereka.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Nutrisi Tepat Jaga Kesehatan Anabul, Bisa Habiskan Lebih Banyak Waktu Bersama Kesayangan
Fun
CRYBABY Berubah Jadi Ikon Nusantara, POP MART Hadirkan Edisi Khusus Indonesia
POP MART merayakan dua tahun di Indonesia lewat CRYBABY Indonesia Limited Edition yang terinspirasi alam, budaya, dan kehidupan pesisir Tanah Air.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
CRYBABY Berubah Jadi Ikon Nusantara, POP MART Hadirkan Edisi Khusus Indonesia
Fun
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Secara sepintas, tampilannya menyerupai tongkat atau kail berukuran besar dengan lengkungan alami yang hampir membentuk huruf 'U'.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Indonesia
Komunitas KucingMu Berdiri, Kucing Sekarang Bisa Punya KTA Muhammadiyah
: Muhammadiyah DIY meluncurkan Komunitas KucingMu sebagai wadah dakwah pecinta hewan. Uniknya, ada KTAM khusus kucing yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Komunitas KucingMu Berdiri, Kucing Sekarang Bisa Punya KTA Muhammadiyah
Indonesia
Jakarta Diperkirakan Punya 300 Ribu Kucing Liar, Pemprov Perluas Program Sterilisasi
Dinas KPKP DKI Jakarta memperkirakan populasi kucing liar mencapai 300 ribu ekor. Pemprov memilih program sterilisasi dan Trap Neuter Return (TNR).
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
Jakarta Diperkirakan Punya 300 Ribu Kucing Liar, Pemprov Perluas Program Sterilisasi
Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Lifestyle
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Ikan sapu-sapu ternyata berbahaya jika dilepas ke alam liar. Simak dampak, cara penanganan, dan ancaman hukumnya di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Fun
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Minat pelihara ular meningkat. Ball python jadi pilihan pemula karena jinak, mudah dirawat, dan minim risiko gigitan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Fashion
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Kolaborasi Black Sabbath dan Lawless Jakarta menghadirkan koleksi eksklusif "Heavier Than Ever" berupa apparel, helm, dan skate deck edisi terbatas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Desember 2025
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Indonesia
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
"Kami akan memastikan nama pelapor tetap kami rahasiakan, jadi tidak perlu takut," kata Kepala Dinas KPKP Jakarta Hasudungan Sidabalok
Wisnu Cipto - Selasa, 09 Desember 2025
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
Bagikan