Setelah UGM, UIN Yogyakarta Larang Ojek Online Mangkal

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Sabtu, 16 September 2017
Setelah UGM, UIN Yogyakarta Larang Ojek Online Mangkal

Spanduk larangan ojek online mangkal di area kampus UIN Yogyakarta. (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Usai UGM melarang jjek online mangkal, kini Universitas Islam Negri (UIN) Kalijaga Yogyakarta turut mengeluarkan aturan serupa.

Manajemen UIN memasang spanduk larangan yang bertuliskan 'Mohon Maaf Semua Kendaraan Ojek Online dan Lainnya Dilarang Mangkal di Area Pintu Masuk-Keluar Kampus.'

Spanduk larangan itu terpasang di dekat pintu masuk di seluruh kampus. Salah satunya perempatan kedua pintu gerbang masuk kampus UIN barat dan timur.

Kepala bagian (Kabag) Rumah Tangga UIN SUKA Zamakhsari menjelaskan, pihaknya memasang spanduk tersebut sejak Kamis (14/9).

Pemasangan larangan tersebut bukan bertujuan melarang angkutan online masuk ke wilayah UIN. Namun, untuk lebih menertibkan para pengemudi.

Pasalnya, para pengemudi sering berhenti sembarangan di depan pintu gerbang kampus UIN. "Mereka ngetem bikin jalanan crowded. Itu sangat menganggu dan memenuhi jalan pintu masuk," kata Zamakhsari ditemui di kantornya, Jumat (15/9).

Jumlah mereka pun makin banyak, apalagi saat jam pulang kantor dan kuliah. Padahal, pihak keamanan UIN sudah sering mengingatkan para pengemudi untuk tidak mangkal sembarangan.

"Semua larangan sia-sia. Begitu satpam pergi, pengemudi ojek online kembali ngetem di sekitar pintu gerbang," kata Zamakhsari.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa larangan ini berlaku untuk semua kendaraan termasuk mahasiswa. Sebab, siapa pun yang berhenti lama di dekat gerbang masuk akan menggangu lalu lintas.

Terlepas dari larangan tersebut, Zamaksari melanjutkan pihak kampus masih memperbolehkan ojek online masuk ke dalam kampus UIN selama tidak mangkal. "Masih bisa antarbarang atau antar-jemput mahasiswa dan kami juga perbolehkan driver angkut penumpang di depan kantor satpam," katanya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: PCC Beredar Di Kendari, BPOM DIY Perketat Pengawasan

#Yogyakarta #Tukang Ojek #Demo Tukang Ojek #Ojek Online
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Haruskan Pada 2026 Ojol Wajib Beli Motor Listrik agar Tidak Jadi Beban Subsidi
Beredar unggahan yang berisi informasi bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mewajibkan ojol pakai motor listrik agar tak jadi beban subsidi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Haruskan Pada 2026 Ojol Wajib Beli Motor Listrik agar Tidak Jadi Beban Subsidi
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
RUU Transportasi Online Masuk Prolegnas 2026, DPR Kejar Keadilan Status Pengemudi dan Transparansi Algoritma
Huda juga menekankan pentingnya transparansi algoritma yang digunakan oleh aplikator
Angga Yudha Pratama - Rabu, 12 November 2025
RUU Transportasi Online Masuk Prolegnas 2026, DPR Kejar Keadilan Status Pengemudi dan Transparansi Algoritma
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Tradisi
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Makam Raja Imogiri atau Pajimatan Imogiri dibangun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada 1554 Saka atau 1632 Masehi.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Tradisi
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Hingga kini, tradisi memakamkan raja keturunan Mataram di kompleks permakaman ini masih dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Bagikan