Setahun Beraksi, Empat Perambah Mangrove Diciduk KLHK

Luhung SaptoLuhung Sapto - Senin, 15 Mei 2017
Setahun Beraksi, Empat Perambah Mangrove Diciduk KLHK

Ilustrasi (Foto: Warinternasional)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (BPPH) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah Sumatera, mengamankan empat orang perambah mangrove di kawasan hutan konservasi Suaka Margasatwa Karang Gading Langkat Timur Laut.

Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah Sumatra, Halasan Tulus membenarkan bahwa pihaknya menangkap empat orang warga Medan Labuhan berinisial S, MFM, JA dan ES dan mengamankan barang bukti sebuah kapal kayu, 71 batang kayu bakau, 3 kampak dan 1 parang.

"Dari pengakuan para pelaku, mereka sudah setahun melakukan perambahan dikawasan tersebut, dimana kayu tersebut dijual kepada orang yang menampung kayu bakau untuk diolah menjadi arang dan di ekspor ke luar negeri," ujar Halasan, di Langkat, Sumatera Utara, Minggu (14/5)

Saat ini barang bukti kapal dititipkan di halaman Dinas Kehutanan Sumatra Utara. Sementara 71 batang kayu bakau diamankan di SPORC Brigade Macan Tutul sedangkan keempat pelaku diamankan ke Rutan Tanjung Gusta Medan.

Saat ini petugas masih terus melakukan pengembangan mencari oknum penampung kayu bakau yang ditebang tersebut.

Keempat pela dikenakan pasal 50 ayat (3) huruf e jo pasal 78 ayat (5) UU No.41 tahun 1999 tentang kehutanan jo pasal 12 huruf d jo pasal 83 ayat (1) huruf a UU No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan jo pasal 19 ayat (1) jo pasal 40 ayat (1) UU No.5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Amsal Chaniago, kontributor merahputih.com untuk wilayah Medan dan sekitarnya. Baca juga berita lain dari Medan di: Atasi Kapasitas, 90 Napi di Rutan Tanjung Gusta Dipindahkan

#Hutan Mangrove #Lingkungan Hidup Dan Kehutanan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Penilaian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menemukan 96 persen sistem terumbu karang air dangkal kritis dan dapat lenyap pada 2075.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
 Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Dunia
WWF Laporkan Harapan dalam Upaya Konservasi, Tuna Sirip Biru kembali Terlihat di Pantai Inggris
Organisasi konservasi satwa liar tersebut menyatakan kondisi alam masih berada dalam ‘kemerosotan tajam’. Namun, menyebut laporan ini membawa pesan harapan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
WWF Laporkan Harapan dalam Upaya Konservasi, Tuna Sirip Biru kembali Terlihat di Pantai Inggris
Lifestyle
PT Amerta Jiwa Indonesia Tanam 1.500 Bibit Pohon di Gunung Pangrango, Wujudkan Misi Pelestarian Alam
PT Amerta Jiwa Indonesia mewujudkan misi pelestarian dengan menanam 1.500 bibit pohon di Gunung Gede Pangrango.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
PT Amerta Jiwa Indonesia Tanam 1.500 Bibit Pohon di Gunung Pangrango, Wujudkan Misi Pelestarian Alam
Indonesia
Siswa SMK Jayawisata 1 Rela Kotor Tanam Mangrove Atasi Abrasi Jakarta
Sudah saatnya masyarakat menjaga lingkungan dengan berbagai cara salah satunya menanam mangrove.
Frengky Aruan - Selasa, 21 Juli 2026
Siswa SMK Jayawisata 1 Rela Kotor Tanam Mangrove Atasi Abrasi Jakarta
Indonesia
RUU Kehutanan, Fraksi PKB Minta Pengelolaan Hutan Didasarkan Pasal 33 UUD
Pengelolaan kawasan hutan harus sepenuhnya berpedoman pada amanat Pasal 33 UUD 1945 untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
RUU Kehutanan, Fraksi PKB Minta Pengelolaan Hutan Didasarkan Pasal 33 UUD
Indonesia
Tak Semua Orang Bisa Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Arief Kamarudin Ingatkan Bahayanya
Aktivis lingkungan, Arief Kamarudin mengatakan ia tidak pernah menganjurkan masyarakat untuk langsung turun tangan menangkap ikan sapu-sapu di perairan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Tak Semua Orang Bisa Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Arief Kamarudin Ingatkan Bahayanya
Lifestyle
Arief Kamarudin Kisahkan Kali Ciliwung, Sungai yang Menghidupi kini Penuh Sampah, Limbah, dan Invasi Ikan Sapu-Sapu
Arief bukanlah pengamat. Ia saksi hidup yang tumbuh bersama Ciliwung.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Arief Kamarudin Kisahkan Kali Ciliwung, Sungai yang Menghidupi kini Penuh Sampah, Limbah, dan Invasi Ikan Sapu-Sapu
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Indonesia
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP mendesak pemerintah untuk memperbaiki manajemen penanggulangan bencana dengan memperkuat sistem mitigasi bencana.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
Berita Foto
Dorong Kesadaran Ekologis Kemenhut Gelar Mangrove Goes to School di IPB University
Mahasiswa peserta Mangrove Goes to School saat Talkshow dan Workshop Alam bersama Direktorat Jenderal PDASRH Kementerian Kehutanan di IPB University, Bogor, Senin (10/11/2025).
Didik Setiawan - Senin, 10 November 2025
Dorong Kesadaran Ekologis Kemenhut Gelar Mangrove Goes to School di IPB University
Bagikan