MerahPutih.com - Pendiri Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyerukan agar ulama dan dai anggota forum Ijtima Ulama mengampanyekan pasangan bakal capres cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam ceramah agama mereka. Namun, tersangka kasus asusila itu berdalih ini merupakan bentuk politik identitas, bukan bagian dari Suku Ras dan Agama (SARA).
"Soal politik identitas, maka saya tegaskan di sini bahwa para habaib dan ulama yang istiqomah tidak akan pernah memainkan politik identitas SARA yang rasis dan fasis sangat bertentangan dengan syariat dan konstitusi," kata Rizieq melalui rekaman suara dalam acara Ijtima Ulama II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9).
Rizieq menggunakan taktik politik identitas mencontoh keberhasilan perjuangan di era kolonial. Jika merunut sejarah, lanjut dia, Indonesia bisa merdeka karena para para pejuang menggunakan politik identitas.