"Ingat, Indonesia merdeka dengan politik identitas , ingat NKRI juga lahir melalui politik identitas, ingat Pancasila pun disusun dengan politik identitas. Para Wali Songo, para Sultan Nusantara, juga Imam Bonjol, Diponegoro, Teuku Umar dan masih banyak lagi para pejuang Pahlawan yang melawan penjajah Belanda, Inggris, Portugis hingga Jepang, juga dengan politik identitas," papar Rizieq.
"Tatkala Bung Tomo meminta fatwa ulama dan menggerakkan santri dengan takbir melawan NICA di Surabaya juga merupakan politik identitas. Tatkala pak Dirman sang Ustad Madrasah Ibtidaiyah yang menjadi jenderal besar, Panglima Besar, masuk ke hutan melakukan perlawanan dengan cara gerilya untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia pun melalui politik identitas," imbuh pria yang tinggal di Arab Saudi sejak ditetapkan polisi sebagai tersangka itu.
Gerakan politik identitas, lanjut Rizieq juga sudah digunakan para ulama untuk menumbangkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kala itu dituduh telah melakukan penodaan agama. Politik identitas itu, sambungnya, dipraktikkan untuk meloloskan lawan politik Ahok di Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu.