"Bahkan saat pilkada DKI Jakarta tahun 2017 kemarin yang baru lalu, ulama dan umat Islam juga melakukan politik identitas untuk menjunjung tinggi ayat suci di atas ayat konstitusi," bebernya.

Namun, tokoh sentral di balik Aksi Bela Islam 212 ini menyangkal politik identitas bukan merupakan upaya untuk mendiskreditkan salah satu etnis tertentu atau kaum minoritas yang ada di Indonesia.

"Demikian politik identitas ulama, umat Islam bukan politik SARA bukan politik rasis bukan politik fasis melainkan politik umat kebangsaan untuk mencari ridho Allah SWT," kilah dia.

Ahok
Ahok menghadiri acara malam pergantian tahun baru 2016 di Ancol. Foto: MP

Sebelumnya, Rizieq memerintahkan anggota forum Ijtima Ulama menyusipkan isu kampanye memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam ceramah mereka, meskipun sudah ada aturan resmi dilarang berkampanye di tempat ibadah. "Ayo para ulama dan para Dai jadikan pesantren dan majelis serta mimbar dakwah kita semua untuk memenangkan umatnya dan rakyat serta bangsa Indonesia," kata dia. (Pon)