Wisata Indonesia

Seru, Jelajah Gua Pindul dan Rafting di Sungai Oyo

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 16 Agustus 2020
Seru, Jelajah Gua Pindul dan Rafting di Sungai Oyo

Gua Pindul dan Sungai Oyo menarik banyak wisatawan. (foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

YOGYAKARTA masih memikat. Tak hanya Malioboro, Yogyakarta punya wisata alam nan indah. Salah satunya ialah Gua Pindul dan Sungai Oyo.

Gua Pindul merupakan gua purba yang dilintasi aliran mata air dan dihiasi stalaktit serta stalakmit yang masih alami. Gua pindul terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

BACA JUGA:

Ridwan Kamil Usung Pangandaran Jadi Destinasi Unggulan Jabar Pasca Pandemi

Gua ini berukuran panjang sekitar 350 meter yang dibagi ke tiga zona. Zona terang, zona remang, dan zona gelap. Di masa kenormalan baru ini, penyedia layanan perjalanan wisata Travel Trip menggelar simulasi wisata di Gua Pindul, Sabtu (15/8).

Pemilihan tujuan wisata Gua Pindul bukan tanpa alasan. "Gua Pindul merupakan salah satu destinasi favorit yang ada di Gunung Kidul. Wisata ini sangat menarik, karena terdapat wahana alam yang sangat seru seperti menjelajah gua dan rafting," tutur Rayyen, owner Travel Trip, kepada Merahputih.com, Sabtu (15/8).

Gua pindul
Rombongan Travel Trip menuju Gua Pindul.(foto: MP/Rizki Fitrianto)

Rayyen mengatakan alasan lain Gua Pindul dipilih yakni untuk kembali menghidupkan pariwisata Indonesia, khususnya di destinasi yang sudah vakum kurang lebih 6 bulan selama pandemi COVID-19 itu.

Saat rombongan Travel Trip bersama tim Merahputih.com melakukan simulasi wisata ke Gua Pindul, beberapa penyesuaian baru dilakukan. Peserta trip wajib mematuhi sejumlah protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. "Saat ini kita berada dalam pandemi COVID-19, para wisawatan yang memasuki objek wisata ini wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, melakukan pengecekan suhu, dan menjaga jarak," ujar Wistanto, pemandu wisata Gua Pindul.

gua pindul
Protokol kesehatan diterapkan selama masa kenormalan baru.(foto: MP/Rizki Fitrianto)

Selain itu, pelampung yang biasa digunakan para wisatawan untuk menjelajah Gua Pindul dan Sungai Oyo juga dibersihkan secara rutin dengan disemprot desinfektan. Wistanto mengatakan tamu dari daerah lain harus memberikan surat kesehatan. Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran virus corona.

Para peserta Travel Trip dan tim Merahputih.com tiba di wisata Gua Pindul sekitar pukul 06.20 WIB. Setelah tiba di lokasi, kami bersiap mengganti pakaian dan mengenakan pelampung untuk menjelajah gua.

gua pindul
Wajib mencuci tangan sebelum ke lokasi. (foto: MP/Rizki Fitrianto)

Jarak Gua Pindul dari titik persiapan peserta cukup jauh bila berjalan kaki. Karena itu, disediakan mobil pikap untuk mengangkut peserta ke lokasi cave tubing Gua Pindul.

Sesampai di lokasi cave tubing Gua Pindul, para peserta yang telah mengenakan pelampung diwajibkan mengambil ban yang telah disediakan. Ban tersebut digunakan agar peserta bisa menjelajah gua dengan aman dan nyaman.

Saat memasuki gua, ban para peserta diikat tali ke ban peserta lainnya, agar para peserta bisa menjelajah gua dengan tertib. Beberapa pemandu wisata lokal ikut menemani.

gua pindul
Ban saling diikatkan agar tertib. (foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ketika mulai memasuki mulut gua, suasana gelap begitu terasa. Jangan takut, para pemandu wisata sudah menyiapkan senter agar peserta bisa melihat isi dalam gua. Di dalam suasana gelap yang hening, terlihat stalaktit dan stalakmit yang sangat indah saat tersorot cahaya senter.

Pemandangan tersebut sangat indah dan luar biasa. Itu jadi pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi jika menelusur gua merupakan pengalaman pertama.

Selain melihat pemandangan stalaktit dan stalakmit, kamu juga akan menyaksikan sejumlah kelelawar yang bergelantungan di dalam gua. Kelawar tersebut hanya bergelantungan dan tak menyerang manusia. Ya, hewan nokturnal itu hanya aktif di malam hari.

Setelah puas menelusuri gua, kami lanjut ke wahana wisata selanjutnya, yakni rafting di Sungai Oyo. Jarak titik start rafting di Sungai Oyo tak jauh dari ujung Gua Pindul. Para peserta hanya perlu berjalan sekitar 10 menit.

gua pindul
Pemandangan indah sepanjang perjalanan. (foto: MP/Rizki Fitrianto)

Sesampai di lokasi start rafting, peserta kembali harus menggunakan ban dan pelampung. Saat mulai rafting, peserta langsung disuguhi panorama alam mengagumkan dan air sungai yang bening. Di bagian tengah rute rafting di Sungai Oyo, terdapat beberapa air terjun kecil yang sangat indah. Peserta bisa berenang disekitar air terjun tersebut.Tetap wajib memakai pelampung demi keamanan ya.

Perjalanan rafting di Sungai Oyo kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 90 menit. Perjalanan panjang terbayar dengan indahnya pemandangan.

Buat kamu yang akan mencoba wisata alam satu ini, ingatlah untuk mengenakan pakaian yang sudah siap basah. Barang berharga seperti dompet dan sebagainya amat disarankan diletakan di tempat penitipan barang, atau disimpan di tempat yang aman. Ingatlah membawa pakaian ganti.

Bagi kamu yang ingin mengabadikan foto/video lewat ponsel, sebaiknya gunakna cover antiair untuk ponsel, karena rentan terkena air bahkan bisa hilang jika sudah jatuh ke air. Hal itu lantaran kedalaman sungainya lebih daripada 10 meter.(Ryn)

BACA JUGA:

Wisata Sejarah di Pulau Onrust nan Misterius

#Agustus New Order #Wisata #Wisata Indonesia #Wisata Yogyakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Indonesia
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Kebocoran tersebut merupakan masalah besar ketiga yang dihadapi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
  Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Indonesia
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Ketiadaan standar harga yang jelas sering kali dimanfaatkan untuk mematok tarif semaunya sehingga wisatawan kapok liburan di Banten
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Fun
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Survei SiteMinder 2026 mencatat 59% wisatawan RI menginginkan layanan hotel berbasis AI untuk pengalaman menginap lebih efisien.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Bagikan