Parenting

Seru dan Mudahnya Naik Pesawat dengan Bayi

P Suryo RP Suryo R - Senin, 15 Oktober 2018
Seru dan Mudahnya Naik Pesawat dengan Bayi

Bepergian dengan pesawat bersama bayi sangat menyenangkan. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PESAWAT kerap menjadi pilihan transportasi untuk banyak orang, baik perjalanan jarak jauh atau jarak dekat. Alasannya sederhana, pesawat lebih cepat dibandingkan moda transportasi lainnya. Apalagi saat ini banyak maskapai penerbangan berlomba-lomba memberikan harga promo. Namun, perjalanan dengan pesawat akan menjadi tantangan tersendiri jika kita membawa bayi.

Orangtua cenderung membawa banyak perlengkapan meskipun jarak tempuh cukup singkat. Selain itu sebagian besar pesawat menggunakan udara yang di resirkulasi. Artinya, kuman bakteri, dan virus yang ada di dalam pesawat jauh lebih banyak.

Sistem kekebalan bayi yang tak sekuat orang dewasa membuat bayi lebih mudah terpapar bakteri di dalam pesawat. Duduk dalam kurun waktu yang lama dalam ruang sempit juga membuat bayi mudah bosan dan akhirnya menangis.

Terbang bersama bayi bukanlah hal yang mudah di dunia ini. Sedikit perencanaan dapat membuat perjalanan dengan si kecil jauh lebih mudah:

Pertimbangkan Naik Lebih Awal

bayi nangis
Pertimbangkan kesempatan naik lebih awal yang dapat memicu kerewelan si bayi. (Foto: Pexels/Pixabay)

Sebagai rasa hormat, maskapai penerbangan mengizinkan ibu yang berpergian dengan bayi untuk naik pesawat lebih awal dibandingkan penumpang lain. Namun kamu bisa mempertimbangkannya untuk tidak mengambilnya. Dibutuhkan setidaknya waktu 30 menit untuk penumpang lain naik. Waktu tersebut dapat membuat si kecil gelisah saat duduk di kursi sempit.

Duduk di Dekat Jendela

jendela
Pilih duduk dekat jendela tidak akan mengganggu orang lain. (Foto: Pixabay/StockSnap)

Ketika membawa bayi pilihlah kursi yang dekat dengan jendela. Duduk di dekat jendela mencegah kaki bayi keluar lorong. Apabila kaki bayi keluar dari lorong akan mengganggu pramugari atau penumpang yang berjalan bolak-balik.

Beri Susu

dot bayi
Memberi susu sebelum take off atau landing sangatlah berguna. (Foto: Pixabay/tatlin)

Perubahan tekanan pada kabin dapat mengganggu telinga si kecil. Beri susu setengah jam sebelum lepas landas atau mendarat mendarat. Memberi susu memaksa mereka untuk menelan sesuatu sehingga membantu telinga untuk bekerja. Pendengaran anak pun takkan bermasalah saat lepas landas atau mendarat.

Bawa Beberapa Benda Kesukaan

boneka beruang
Bawalah boneka kesukaannya untuk meredam kerewelannya. (Foto: Pexels/Pixabay)

Perjalanan udara merupakan pengalaman tak biasa untuk si kecil. Supaya anak lebih tenang, bawa beberapa barang kesukaannya. Barang-barang tersebut misalnya boneka, mainan, atau buku cerita. Cara tersebut membuat anak merasa seperti berada di rumah. Barang-barang kesukaannya juga dapat meredakan tangis anak yang pecah saat di pesawat.

Pilih Kereta Dorong yang Ringan

bayi
Pilih kereta dorong bayi yang ringan. (Foto: Pixabay/pgbsimon)

Ketika melewat lorong pemeriksaan, tak boleh ada satupun barang yang lolos dari sinar X termasuk kereta dorong. Supaya pemeriksaan lebih cepat, gunakan kereta dorong yang ringan dan mudah dilipat. Cara tersebut memudahkan kita saat melewati pos pemeriksaan.

Persiapkan dengan Santai

bayi
Persiapkan segala keperluan dengan santai. (Foto: Pexels/Pixabay)

Mengingat seluruh perlengkapan bayi yang harus dibawa saat pergi akan membuat kita stres. Untuk menghindarinya, buat daftar barang yang harus di bawa dan tempelkan di belakang pintu. Dengan demikian, takkan lupa apapun. Jika pergi dengan anggota keluarga yang lainnya, minta mereka untuk membawa beberapa perlengkapan seperti popok atau susu. Dengan demikian, pekerjaan akan terasa lebih ringan. (avia)

#Bayi #Kereta Bayi #Pesawat
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
Pesawat Smart Air PK-SNS rute Nabire–Kaimana alami gangguan mesin dan mendarat darurat di Nabire. Seluruh penumpang selamat, Kemenhub lakukan investigasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Januari 2026
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
Lifestyle
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
AirAsia bekerja sama dengan Hyrox Asia Pasifik untuk mengembangkan wisata olahraga. Kolaborasi mencakup 15 kota dan diskon penerbangan bagi atlet.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Januari 2026
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
Indonesia
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KKP, tim medis, dan otoritas terkait yang memfasilitasi seluruh proses, mulai dari pemberangkatan keluarga ke Makassar hingga penanganan jenazah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
Indonesia
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
Tak hanya soal navigasi, Lasarus juga menerima laporan mengenai riwayat teknis armada yang kurang prima
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
Indonesia
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Dalam proses evakuasi tersebut, personel sempat dihadapkan pada tantangan medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Indonesia
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Selain keluarga korban Muhammad Farhan di Sulsel, salah seorang keluarga korban lainnya Esther Aprilita sebagai pramugari di pesawat ATR tersebut juga mendatangi Biddokes di Provinsi Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Indonesia
Tim SAR Temukan Serpihan Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Pencarian Korban Difokuskan Menemukan Penyintas
Penemuan serpihan pesawat ini menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Tim SAR Temukan Serpihan Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Pencarian Korban Difokuskan Menemukan Penyintas
Indonesia
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung
Badan pesawat ditemukan tim SAR darat setelah adanya laporan temuan serpihan dari tim yang melakukan penyisiran lokasi menggunakan pesawat.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung
Indonesia
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Posko antemortem tersebut akan didirikan di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara dr Dody Sardjito, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Indonesia
Relawan Medis ke Aceh Transit Malaysia, DPR Soroti Mahalnya Harga Tiket Pesawat Domestik
Harga tiket pesawat domestik kembali disorot. DPR menilai mahalnya tiket dipicu PPN, avtur, dan bea masuk suku cadang, serta mendesak reformasi kebijakan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Relawan Medis ke Aceh Transit Malaysia, DPR Soroti Mahalnya Harga Tiket Pesawat Domestik
Bagikan