MerahPutih.com - Facebook mengakui dalam kasus peretasan terbaru yang mereka alami tercatat para hacker menguasai sedikitnya data pribadi dari akun 24 juta pengguna.
Media Sosial milik Mark Zuckerberg itu awalnya menyebutkan sebanyak 50 juta akun terpengaruh dalam serangan siber yang mengeksploitasi kelemahan perangkat lunak untuk mencuri "token akses" yang memungkinkan orang untuk secara otomatis masuk kembali ke platform.
"Kami sekarang tahu bahwa lebih sedikit orang yang terkena dampak daripada yang kami duga," kata Wakil Presiden Manajemen Produk Facebook, Guy Rosen, dilansir Antara dari AFP, Sabtu (13/10).
Menurut Rosen, para peretas yang identitasnya masih menjadi misteri itu mengakses nama, nomor telepon, dan alamat email dari 15 juta pengguna. Untuk 14 juta orang lainnya, serangan itu berpotensi lebih merusak.
Facebook mengatakan para peretas mengakses data itu ditambah informasi tambahan termasuk jenis kelamin, agama, kampung halaman, tanggal lahir dan tempat-tempat yang baru-baru ini dikunjungi.
Namun, Rosen menyatakan serangan itu tidak mempengaruhi produk Facebook lainnya, seperti Messenger, Messenger Kids, Instagram, WhatsApp, Oculus, Workplace, Pages, pembayaran, aplikasi pihak ketiga atau iklan atau akun pengembang. (*)