Kesehatan

Senam untuk Bokong Kencang

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 08 Desember 2023
Senam untuk Bokong Kencang

Lakukan beberapa gerakan senam untuk mendapatkan bokong yang kencang.(foto: pexels, anna shvets)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK cara bisa untuk mengencangkan bokong untuk tampilan lebih elok. Salah satu cara efektif manjur yang dapat dilakukan yaitu dengan senam. Olahraga ini dianggap menjadi salah satu metode alami untuk yang mudah dan efektif untuk mengencangkan bokong.

Bokong merupakan bagian tubuh yang sering dianggap bisa mewakili untuk memberikan kesan seksi pada perempuan. Bagi kamu yang ingin membuat bokong lebih kencang, olahraga dan senam merupakan cara yang paling aman dan efektif. Latihan olah tubuh tentu sangat baik untuk membentuk dan mengencangkan otot-otot di tubuh, tak terkecuali di bagian bokong.

Seperti dikabarkan Alodokter, duduk terus-menerus dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan otot bokong menyusut atau mengecil. Saat otot mengecil dan beban lapisan lemak di atasnya banyak, bokong bisa mengendur. Keadaan ini juga memicu sakit pinggang dan kesulitan melakukan gerakan yang menggunakan otot di bokong.

Latihan fisik dan menjaga berat badan ideal merupakan cara yang bisa kamu lakukan untuk mengencangkan bokong. Selain itu, berjalan merupakan salah satu latihan yang sangat baik untuk bokong. Namun, sebaiknya pilih jalanan yang menanjak atau bersepeda. Saat melakukan gerakan tersebut badan tidak terlalu condong ke depan. Selain itu, ada loh beberapa gerakan olahraga yang dianggap mampu mengencangkan bokong. Yuk, dicoba!

BACA JUGA:

Perempuan, Bokong Besar Malah Menguntungkan Kesehatanmu

1. Squat

Squat
Squat dipercaya dapat mengencangkan bokong.(foto: pexels, li sun)


Gerakan berdiri dengan memberi jarak antar dua kaki selebar bahu, kemudian tekuk lutut, dan turunkan panggul serendah mungkin dan dorong bokong ke belakang layaknya ingin duduk. Usahakan untuk lutut tidak lebih maju dibandingkan dengan jari kaki. Lakukan gerakan ini delapan sampai sepuluh kali secara perlahan, semakin rendah posisi panggul saat squat, bokong akan semakin kencang.

2. Leg lifts

Gerakan ini cukup banyak membakar kalori, gaya ini diawali dengan berbaring tengkurap. Tekuk lutut kamu sebelah kiri hingga tungkai bawah tegak lurus dengan lantai, dengan telapak kaki mengarah ke atas atau langit-langit. Kemudian, angkat lutut kiri kamu yang sedang menekuk setinggi mungkin dari lantai. Tahan selama lima detik dan ulangi gerakan ini sebanyak 20 kali, bergantian antara tungkai kiri dan kanan. Gerakan ini tentu dapat mengencangkan perut dan bokong kamu.

BACA JUGA:

Ingin Bokong Seksi? Gampang, Begini Caranya

3. Bridges


Gerakan ini dimulai dengan berbaring terlentang, lalu tekuk lutut hingga posisi telapak kaki berdekatan dengan bokong. Letakkan kedua tangan pada sisi tubuh dengan telapak tangan menghadap ke lantai. Kemudian angkat pinggul hingga tampak garis lurus antara lutut dan bahu. Lakukan ini sambil menarik otot bagian perut ke dalam agar terasa kencang.

4. Lunges

lunges
Selain squat, lunges juga baik untuk mengencangkan bokong dan disarankan untuk melakukan gaya ini secara berulang.(foto: pexels, mart production)


Untuk melakukan gerakan ini, kamu wajib berdiri dengan jarak kaki selebar bahu. Berikutnya langkahkan kaki kanan lebar ke depan, kemudian turunkan tubuh sambil menekuk lutut kanan sampai membentuk sudut tegak lurus. Posisi lutut kanan berada tegak lurus di atas mata kaki. Disarankan untuk melakukan gerakan ini secara berulang.(zvw)

BACA JUGA:

Operasi Plastik untuk Bokong Kini Lebih Aman

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Gigi berlubang hingga mencapai saraf belum tentu harus dicabut. drg. Yulita Bong, menjelaskan pilihan perawatan dan kondisi yang menentukan pencabutan gigi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 November 2026
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan