Kesehatan

Semua yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Menjadi Vegan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 06 Januari 2021
Semua yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Menjadi Vegan

Menjadi vegan amat baik untuk kesehatan. (Foto: 123RF/maridav)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU tertarik beralih menjadi vegan? Keputusan itu tidak sendirian. Menurut penelitian yang dilakukan oleh The Vegan Society, jumlah vegan di Inggris Raya meningkat empat kali lipat antara 2014 dan 2019. Pada 2020, mereka yang menghindari semua produk turunan hewani mencapai 1,16 persen dari populasi. Sementara pada 2014 hanya sebesar 0,25 persen.

Pada 2018, Inggris meluncurkan lebih banyak produk vegan daripada negara mana pun. Bisa jadi kamu adalah salah satu dari 400.000 orang yang mendaftar untuk tantangan Veganuary 2020 yang tidak mengonsumsi semua daging dan produk susu selama 31 hari, di bulan pertama 2021. Alasan memutuskan vegan sangat beragam, antara lain: karena cinta binatang, untuk planet ini, atau untuk sekadar mengganti rutinitas.

Baca juga:

Jaga Bumi Lebih Baik dengan Pola Makan Vegan

Namun, sebelum kamu merombak cara makan (dan hidup secara keseluruhan) dengan menjadi vegan, cari tahu dulu bagaimana keputusan ini dapat memengaruhi tubuhmu.

Berikut lima hal yang perlu diketahui, sebelum kamu menjadi vegan dan menghentikan semua konsumsi produk hewani, baik itu makanan atau produk lain yang dikenakan dan digunakan sehari-hari.

1. Selamat tinggal lapar sore

Vegan tidak akan kelaparan di sore hari. (Foto: 123RF/missumma)

Pada jam 3 sore, teman pemakan daging itu mungkin sedang mencari camilan, tetapi kamu yang vegan akan menuai hasilnya. Vegan cenderung memiliki kadar gula darah yang lebih rendah dan risiko diabetes tipe-2 yang lebih rendah. Selain itu, protein nabati dikaitkan dengan regulasi insulin yang lebih baik, yang berarti kamu tidak lagi kelaparan dan membutuhkan asupan tambahan di sore hari.

2. Tambahkan suplemen

Konsumsi suplemen B12. (Foto: 123RF/Natalia Deriabina)

Lalu, dari mana kamu mendapatkan protein? Tahu kan kalau ada protein nabati dan ada banyak jenis kacang-kacangan yang kaya protein? Meskipun demikian, ketahuilah bahwa memang beberapa nutrisi lebih sulit didapat dari pola makan vegan, seperti vitamin B12.

Vitamin ini tidak diproduksi oleh tanaman, jadi para komunitas vegan merekomendasikan untuk mengonsumsi suplemen B12 10mcg setiap hari. Sebagai alternatif, dapatkan melalui sereal yang diperkaya dan produk susu alternatif, termasuk kedelai, oat, dan almond.

3. Mood dan perut bersahabat

Pola makan seorang vegan meningkatkan mood. (Foto: 123RF/Kamil Macniak)

Tanpa daging, kamu mungkin akan makan lebih banyak serat daripada omnivora pada umumnya. Dan, perutmu akan berterima kasih karenanya. Nutrisi favorit mikroba usus adalah serat makanan yang banyak sekali ditemukan pada makanan nabati. Pola makan vegan yang yang kaya akan serat telah terbukti dapat menjaga berat badan dan juga meningkatkan mood kamu.

Baca juga:

4 Manfaat Menjalankan Pola Hidup Vegan

4. Umur panjang

Seorang vegan bisa panjang umur. (Foto: 123RF/maridav)

Makan buah dan sayuran akan membantu dalam jangka panjang. Antara lain mengurangi risiko penyakit jantung hingga 42 persen. Berbagai penelitian menunjukkan, pola makan vegan juga lebih efektif daripada pola makan biasa yang kaya lemak, dalam menurunkan kadar kolesterol. Bahkan, ada bukti yang menunjukkan pola makan nabati dapat membantu meringankan radang sendi.

5. Asupan Vitamin D

Vitamin D mampu mengatur kalsium pada tubuh. (Foto: Pexels/Pixabay)

Bagaimana bila ingin membangun otot? Vitamin D memang banyak ditemukan dalam protein hewani. Vitamin ini membantu mengatur kalsium dalam tubuh. Kekurangan Vitamin D dan Protein dapat menyebabkan masalah kepadatan tulang dan kelemahan otot. Ini bisa berisiko jika kamu mengurangi produk susu. Terlepas dari tujuan latihan kamu, pastikan asupan nutrisi ini terpenuhi dari kacang-kacangan, buah kering, dan susu alternatif yang diperkaya dengan Vitamin D.

Tetapi pola makan vegan bukanlah satu-satunya bagian dari menjadi vegan. Bahan pakaian, produk kecantikan, dan suplemen kesehatan sama pentingnya. Inilah yang menjadi perbedaan penting antara pola makan vegan dan vegetarian.

Seorang vegan diidentifikasikan sebagai seseorang yang memilih untuk hidup bebas dari produk hewani, baik dari segi pola makan dan gaya hidup secara umum. Selain menghindari makan daging dan ikan, para vegan juga tidak mengonsumsi telur, produk susu, atau produk lain apa pun yang berasal dari hewan, termasuk madu.

Menurut The Vegan Society, gaya hidup vegan didefinisikan sebagai cara hidup yang berusaha untuk mengecualikan semua bentuk eksploitasi dan kekejaman terhadap hewan, baik itu untuk makanan, pakaian, atau tujuan lain. Ini berarti termasuk produk kulit dan kasmir, serta produk kecantikan, perawatan tubuh, dan produk rumah tangga yang mengandung produk hewani.

Sementara, vegetarian juga tidak memasukkan daging atau ikan ke dalam makanan mereka, tapi mereka biasanya akan makan susu dan madu. Menjadi vegan lebih dari sekadar menghilangkan produk hewani dari pola makan, ini tentang menghapusnya dari kehidupan sehari-hari. (aru)

Baca juga:

Atasi Sembelit dengan Makanan Ini

#Vegetarian #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan