MerahPutih.com - PermataBank membukukan laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun untuk periode enam bulan pertama 2024, tumbuh 8,7 persen year-on-year (YoY) jika dibandingkan dengan periode yang sama 2023.
Direktur Utama PermataBank Meliza M. Rusli mengatakan, kinerja positif hingga tengah tahun ini berkat kuatnya dukungan nasabah dan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali.
“Memasuki tahun keempat kami bersama Bangkok Bank, memberikan dorongan bagi PermataBank untuk tumbuh menjadi bank yang dapat memberikan nilai bermakna tidak hanya bagi Indonesia namun juga regional ASEAN,” kata Meliza dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/7).
Semester I 2024, penyaluran kredit PermataBank tumbuh 10,2 persen YoY menjadi Rp 151,4 triliun. Total aset yang dibukukan bank swasta itu pada periode yang sama senilai Rp 258,4 triliun, tumbuh 2,8 persen YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga:
PermataBank Teruskan 'Tren Green Financing' Bersama SUN Energy
PermataBank juga tercatat berhasil menjaga rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income/CIR) pada level yang lebih efisien yakni sebesar 49,6 persen pada Juni 2024 dibandingkan pada Desember 2023 sebesar 51,5 persen.
Dari sisi pendanaan, penghimpunan dana nasabah atau dana pihak ketiga (DPK) PermataBank tumbuh 3,4 persen YoY menjadi Rp 191,8 triliun di semester pertama tahun ini. Rasio dana murah (current account savings account/CASA) terjaga stabil di level 56,3 persen.
Untuk sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) dan modal inti utama (common equity tier 1/CET-1) PermataBank tercatat masing-masing sebesar 35,4 persen dan 26,6 persen pada semester pertama 2024.
Pada kuartal II 2024 dilansir Antara, PermataBank juga telah membagikan dividen sebesar Rp 904,5 miliar atau Rp 25 per lembar saham dalam bentuk dividen tunai untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 kepada para pemegang saham yang berhak. (*)