MERAHPUTIH.COM - MENTERI ESDM Bahlil Lahadalia menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (3/3). Rapat tersebut membahas dampak penutupan Selat Hormuz akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur lalu lintas perdagangan minyak dunia. Sekitar 20 juta barel minyak bumi dari kawasan Timur Tengah melalui selat ini setiap hari.
Bahlil mengungkapkan Indonesia mengimpor sekitar 20 sampai 25 persen kebutuhan minyak mentah dari Timur Tengah. Selain itu, Indonesia juga melakukan impor minyak dari berbagai kawasan lain seperti Afrika dan Amerika Selatan. Untuk mengantisipasi penutupan Selat Hormuz, Indonesia akan menambah impor dari kawasan lain. Dengan begitu, pasokan untuk kebutuhan dalam negeri dapat terjaga.
"Skenarionya yakni sekarang ini untuk crude (minyak mentah) yang kita ambil dari Timur Tengah, sebagian kita alihkan untuk ambil dari Amerika. Ini supaya ada kepastian ketersediaan crude kita," kata Bahlil dalam jumpa pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (3/3).
Baca juga:
Iran Tegas Tutup Selat Hormuz, ini Dampaknya bagi Pasokan Bahan Bakar Global
Ia menambahkan Indonesia hanya mengimpor minyak mentah dari Timur Tengah. Sementara itu, untuk bahan bakar minyak (BBM), tidak ada impor dari kawasan itu. Indonesia saat ini bahkan sudah tidak mengimpor solar. Sekarang yang masih diimpor yakni bensin RON 90, RON 93, RON 95, dan RON 98. Sebagian besar dipasok dari kawasan Asia Tenggara.
"Alhamdulillah, secara kebetulan untuk impor jenis BBM seperti ini tidak kita lakukan dari Timur Tengah, tapi kita lakukan dari negara-negara di luar Timur Tengah termasuk dalamnya dari Asia Tenggara. Jadi ini relatif tidak ada masalah," ujarnya.
Sementara itu, untuk impor elpiji, Bahlil mengatakan pasokan akan ditambah dari AS. "Elpiji kita impor 7,3 juta ton per tahun dan tahun ini naik menjadi 7,8 juta ton. Sekitar 70 persennya sekarang kita ambil dari Amerika," ucapnya.
Pemerintah, kata Bahlil, juga tengah memperhitungkan dengan cermat dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap APBN. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar layanan pada masyarakat jangan sampai terganggu. "Arahan Presiden kepada kami yakni kita harus sangat berhati-hati untuk menghitung semuanya dengan tetap memastikan ketersediaan BBM dalam negeri untuk memberikan kepastian kepada pelayanan kepada masyarakat kita," ungkapnya.
Khusus untuk persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri, Bahlil menjamin bahwa ketersediaan BBM dan elpiji dalam kondisi aman.
"Alhamdulillah, saya menyampaikan bahwa untuk stok BBM dan LPG kita semua rata-rata di atas standar minimum nasional," tutupnya.(Pon)
Baca juga:
Iran Bersumpah akan Tembaki Kapal yang Melintas Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam