Selamat Tinggal Internet Explorer

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 15 Juni 2022
Selamat Tinggal Internet Explorer

Microsoft akan menghentikan Internet Explorer. (Foto: pixabay/geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INTERNET Explorer merupakan salah satu browser ikonik dari Microsoft yang mungkin hampir seluruh pengguna windows mengetahuinya. Aplikasi ini adalah browser gratis dari Microsoft yang sudah disertakan di setiap rilisan sistem operasi Microsoft Windows sejak 1995.

Pada mulanya, Internet Explorer dirilis sebagai bagian dari paket Plus! for Windows 95 (Inggris) saat itu. Internet Explorer digunakan secara luas sejak 1999, meliputi 95 persen dari keseluruhan penggunaan web browser selama periode 2022 hingga 2003, dengan internet Explorer 5 dan Internet Explorer 6.

Baca juga:

Tak Ada lagi Internet Explorer di Windows 11

Lama kelamaan Internet Explorer kehilangan pangsa pasar, sejak adanya kompetisi dengan web browser lain. Microsoft sudah menghabiskan dana hingga USD 100 juta per tahun untuk mengembangkan Internet Explorer pada era 90an, dengan 1.000 orang yang bekerja di dalamnya.

Internet Explorer sempat berjaya di tahun 2000-an awal. (Foto: pixabay/thedigitalartist)

Sejak Internet Explorer dirilis, Microsoft sudah menambahkan fitur serta teknologi seperti penampilan tabel dasar (Versi 1.5), XMLHttpRequest (Versi 5) yang membantu pembuatan halaman web, dan Nama Domain internasional (versi 7). Memungkinkan situs web memakai alamat berakarakter (huruf) non-latin pada adress bar Internet Explorer.

Seiring perjalanannya, Internet Explorer paling baru yakni Internet Explorer 11 dirilis pada 17 Oktober 2013 untuk windows 8, dan 7 November 2013 untuk Windows 7. Microsoft menghentikan pengembangan fitur browser baru pada 2016 hingga akhirnya memutuskan untuk menghentikan Internet Explorer

Setelah 27 tahun eksis di dunia teknologi, aplikasi tersebut akhirnya akan pensiun dengan tenang. Mengutip Mashable, Internet Explorer tidak akan dapat dioperasikan per 15 Juni 2022.

Baca juga:

Bill Gates Lebih Pilih Ponsel Samsung Ketimbang Microsoft

Internet Explorer kalah pamor dibanding web browser lainnya. (Foto: pixabay/geralt)

Internet Explorer telah mencapai puncak penggunaan pada 2003. Sayangnya, posisi tersebut tidak bisa dipertahankan dan basis pengguna mulai menurun secara drastis.

Banyak pesaing memasuki pasar browser, mulai dari yang menawarkan user interface lebih baik, kecepatan internet yang lebih cepat, serta kinerja yang lebih lancar.

Sayangnya Internet Explorer tidak bisa bersaing, dan secara bertahap aplikasi ini tidak lebih dari sekadar browser default yang digunakan untuk menginstal browser lain.

Menanggapi hal ini Manajer program Microsoft Edge Sean Lyndersay menjelaskan, bahwa masa depan Internet Explorer di Windows 10 terletak pada Microsoft Edge.

Ia juga menambahkan bahwa Microsoft Edge lebih cepat, lebih aman, dan lebih kontemporer dibanding Internet Explorer. Serta Bisa mengatasi masalah penting seperti kompatibilitas untuk situs web dan aplikasi lawas. (Ryn)

Baca juga:

Geser Apple, Microsoft Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

#Internet #Microsoft
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Internet Singapura Bisa Lumpuh 80 Persen jika Kabel Laut Indonesia Terputus? ini Kata Menkomdigi
Menkomdigi, Meutya Hafid, memperingatkan risiko pemutusan kabel laut terhadap jaringan internet Singapura.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
Internet Singapura Bisa Lumpuh 80 Persen jika Kabel Laut Indonesia Terputus? ini Kata Menkomdigi
Indonesia
Politikus Singapura Usul Cabut Kabel Internet ke Indonesia, Begini Respom Menteri Meutya
Apabila jalur kabel laut itu terganggu, Singapura justru akan mengalami dampak yang jauh lebih besar .
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Politikus Singapura Usul Cabut Kabel Internet ke Indonesia, Begini Respom Menteri Meutya
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Indonesia
Hoaks! Komdigi Bantah Kabar Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026
Komdigi membantah kabar adanya pemadaman internet nasional pada 25-27 September 2026. Kabar tersebut dipastikan hoax.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Hoaks! Komdigi Bantah Kabar Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026
Indonesia
Kabar Pemadaman Internet 25 - 27 dan Gangguan Satelit Komunikasi Nasional Dipastikan Hoaks
Surat peringatan pemadaman internet nasional yang mengatasnamakan kementerian kami adalah murni tindakan pemalsuan dan berita bohong.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Kabar Pemadaman Internet 25 - 27 dan Gangguan Satelit Komunikasi Nasional Dipastikan Hoaks
Indonesia
Komdigi Gandeng Aparat Kejar Pelaku Penyebar Hoaks Pemadaman Internet
Komdigi membantah isu pemadaman internet nasional pada 25-27 September 2026. Gandeng aparat penegak hukum temukan pelaku penyebar hoaks.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Komdigi Gandeng Aparat Kejar Pelaku Penyebar Hoaks Pemadaman Internet
Indonesia
Operator Diminta Patuh Terhadap Aturan sisa kuota, Komdigi Bakal Awasi Secara Ketat
Pengawasan terhadap implementasi putusan MK akan dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Operator Diminta Patuh Terhadap Aturan sisa kuota, Komdigi Bakal Awasi Secara Ketat
Indonesia
Nekat Live Streaming Asusila di Medsos Demi Cuan Rp 400 Ribu Sehari
Enam tersangka gunakan aplikasi PK dan Tevi, targetkan donasi Rp250 ribu–Rp400 ribu per hari. Motif ekonomi jadi pendorong tersangka.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Nekat Live Streaming Asusila di Medsos Demi Cuan Rp 400 Ribu Sehari
Indonesia
Beras Digital Tak Lagi Dirampas: Bebas dari Hangus, Terkunci Sengkarut Aturan Telco
Jadi, konsep masa aktif dan hangusnya saldo diciptakan secara sistematis buat mendaur ulang (recycle) nomor yang nggak produktif
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Beras Digital Tak Lagi Dirampas: Bebas dari Hangus, Terkunci Sengkarut Aturan Telco
Indonesia
Alasan MK Kabulkan Sebagian Gugatan Kuota Hangus dan Pilih Tafsir Jaminan Sisa Kuota
Putusan MK tidak sepenuhnya mengabulkan permohonan para pemohon yang meminta kewajiban data rollover.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 Juli 2026
Alasan MK Kabulkan Sebagian Gugatan Kuota Hangus dan Pilih Tafsir Jaminan Sisa Kuota
Bagikan