Selamat Tinggal Internet Explorer
Microsoft akan menghentikan Internet Explorer. (Foto: pixabay/geralt)
INTERNET Explorer merupakan salah satu browser ikonik dari Microsoft yang mungkin hampir seluruh pengguna windows mengetahuinya. Aplikasi ini adalah browser gratis dari Microsoft yang sudah disertakan di setiap rilisan sistem operasi Microsoft Windows sejak 1995.
Pada mulanya, Internet Explorer dirilis sebagai bagian dari paket Plus! for Windows 95 (Inggris) saat itu. Internet Explorer digunakan secara luas sejak 1999, meliputi 95 persen dari keseluruhan penggunaan web browser selama periode 2022 hingga 2003, dengan internet Explorer 5 dan Internet Explorer 6.
Baca juga:
Tak Ada lagi Internet Explorer di Windows 11
Lama kelamaan Internet Explorer kehilangan pangsa pasar, sejak adanya kompetisi dengan web browser lain. Microsoft sudah menghabiskan dana hingga USD 100 juta per tahun untuk mengembangkan Internet Explorer pada era 90an, dengan 1.000 orang yang bekerja di dalamnya.
Sejak Internet Explorer dirilis, Microsoft sudah menambahkan fitur serta teknologi seperti penampilan tabel dasar (Versi 1.5), XMLHttpRequest (Versi 5) yang membantu pembuatan halaman web, dan Nama Domain internasional (versi 7). Memungkinkan situs web memakai alamat berakarakter (huruf) non-latin pada adress bar Internet Explorer.
Seiring perjalanannya, Internet Explorer paling baru yakni Internet Explorer 11 dirilis pada 17 Oktober 2013 untuk windows 8, dan 7 November 2013 untuk Windows 7. Microsoft menghentikan pengembangan fitur browser baru pada 2016 hingga akhirnya memutuskan untuk menghentikan Internet Explorer
Setelah 27 tahun eksis di dunia teknologi, aplikasi tersebut akhirnya akan pensiun dengan tenang. Mengutip Mashable, Internet Explorer tidak akan dapat dioperasikan per 15 Juni 2022.
Baca juga:
Bill Gates Lebih Pilih Ponsel Samsung Ketimbang Microsoft
Internet Explorer telah mencapai puncak penggunaan pada 2003. Sayangnya, posisi tersebut tidak bisa dipertahankan dan basis pengguna mulai menurun secara drastis.
Banyak pesaing memasuki pasar browser, mulai dari yang menawarkan user interface lebih baik, kecepatan internet yang lebih cepat, serta kinerja yang lebih lancar.
Sayangnya Internet Explorer tidak bisa bersaing, dan secara bertahap aplikasi ini tidak lebih dari sekadar browser default yang digunakan untuk menginstal browser lain.
Menanggapi hal ini Manajer program Microsoft Edge Sean Lyndersay menjelaskan, bahwa masa depan Internet Explorer di Windows 10 terletak pada Microsoft Edge.
Ia juga menambahkan bahwa Microsoft Edge lebih cepat, lebih aman, dan lebih kontemporer dibanding Internet Explorer. Serta Bisa mengatasi masalah penting seperti kompatibilitas untuk situs web dan aplikasi lawas. (Ryn)
Baca juga:
Geser Apple, Microsoft Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia
Bagikan
Berita Terkait
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
Cloudflare Alami Gangguan Global, Ribuan Situs dan Layanan Internet Terdampak
Penjelasan Operator Sisa Kuota Internet Hangus Saat Beli Paket Anyar
Microsoft PHK 9.000 Karyawan Termasuk Divisi Gaming X-Box, 200 Anggota Tim Candy Crush Kena Cut
Selamat Tinggal Blue Screen! Microsoft Bakal Ubah Tampilan Windows Error di PC dan Laptop
YouTube dan Regulator Australia Berpolemik tentang Larangan Anak Di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial, Saling Adu Data
Komisi VI DPR Bakal Panggil Telkom Group dan Telkomsel Buntut Kuota Internet Hangus
ROG Xbox Ally X Hadir, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya
Sosok Bill Gates, Tokoh Dunia ‘Berharta’ Rp 1.859 Triliun yang Pernah Dikeluarkan dari Kampus Harvard
Selamat Tinggal, Skype! Aplikasi Video Call Legendaris Resmi Pamit setelah 21 Tahun