Selain Freeport, Pemerintah Juga Harus Tegas ke PTTEP Australasia

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Kamis, 23 Februari 2017
Selain Freeport, Pemerintah Juga Harus Tegas ke PTTEP Australasia

Area pertambangan PT Freeport Indonesia. (Antara Foto/Muhammad Adimaja)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ketegasan pemerintah terhadap perusahaan raksasa PT Freeport Indonesia, hendaknya juga diberlakukan kepada PTTEP Australasia. Karena perusahaan asal Thailand ini lari dari tanggungjawabnya terhadap kasus pencemaran minyak di Laut Timor, akibat meledaknya kilang minyak Montara.

"Apa yang dilakukan pemerintah terhadap PT Freeport Indonesia itu, seharusnya menjadi contoh dalam upaya negosiasi dengan sejumlah perusahaan asing lain di Indonesia, seperti dalam kasus PTTEP Australasia itu," kata Direktur Ocean Watch Indonesia Herman Jaya kepada pers di Kupang, Kamis (23/2).

Ia mengatakan kasus pencemaran minyak di Laut Timor akibat meledaknya anjungan minyak Montara di Blok Atlas Barat pada 21 Agustus 2009 itu, telah membuat sebagian besar petani rumput laut di wilayah pesisir kepulauan Nusa Tenggara Timur telah kehilangan mata pencaharian.

Menurut dia, hampir 90 persen wilayah perairan Laut Timor sudah tercemar minyak mentah (crude oil) serta bahan beracun lainnya, sehingga wilayah perairan budidaya menjadi sumber kehidupan petani rumput laut selama ini, tidak bisa berproduksi secara maksimal dan akhirnya ditinggalkan oleh pemiliknya.

Herman Jaya mengatakan, ketegasan pemerintah Indonesia terhadap PT Freeport Indonesia itu semata-mata untuk menegakkan aturan dan kedaulatan RI atas sumber daya alam yang dimilikinya.

Ia mengatakan salah satu perusahaan asing yang dinilai melanggar aturan itu adalah PTTEP Australasia yang merupakan anak usaha dari PTTEP yang berbasis di Bangkok, Thailand.

PTTEP merupakan badan usaha milik negara Thailand yang banyak berinvestasi minyak dan gas bumi di dalam dan luar negeri, di antaranya memiliki 4 blok migas di perairan Sulawesi bekerja sama dengan PT Pertamina.

"Kalau pemerintah mulai tegas terhadap Freeport, maka tidak ada kesulitan untuk mendesak PTTEP untuk bertanggungjawab atas kasus pencemaran minyak di Laut Timor tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan salah satu dampak pencemaran tersebut telah mengakibatkan komoditas rumput laut yang menjadi andalan nelayan selama ini, gagal total dibudidaya serta hasil tangkapan nelayan pun turun hingga 80 persen akibat menghilangnya ikan-ikan dasar di Laut Timor.

"Itu baru dua komponen yang merasakan langsung dari dampak pencemaran tersebut, padahal masih ada dampak ikutan lainnya seperti ekologis, kesehatan, dan kerugian ekonomi lainnya," terangnya.

Masih dibahas Sementara itu, Ketua Tim Advokasi Korban Petaka Tupahan Minyak Montara Ferdi Tanoni ketika dihubungi, sedang berada di Darwin, Australia Utara guna membahas kasus pencemaran Laut Timor dengan Pemerintahan Australia Utara.

"Saya pada prinsipnya sepakat dengan pak Herman Jaya, dan sebagai rakyat Indonesia saya mengacungi jempol kepada Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang telah bersikap tegas kepada PT Freeport Indonesia, meskipun perusahaan tersebut milik Amerika Serikat," paparnya.

Tanoni yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) itu menyampaikan terima kasihnya kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang sudah memanggil Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson.

"Pemanggilan terhadap Dubes Grigson itu guna pertanggungjawaban tragedi Montara di Laut Timor, namun sejak akhir Desember 2016 hingga kini, Dubes Australia tetap menghindar untuk memberikan jawaban kepada Pemerintah Indonesia," ujar mantan agen imigrasi Australia itu.

Tanoni menilai sikap tegas yang ditunjukkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo terhadap PT Freeport Indonesia itu sama seperti yang tunjukkan mantan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama terhadap British Petroleum (BP) milik Inggris atas kasus meledaknya anjungan minyak lepas pantai di Teluk Mexico 2010.

"Inggris merupakan sekutu terdekat Amerika Serikat, namun kasus Teluk Mexico merupakan masalah kemanusiaan dan lingkungan sehingga membuat Presiden Obama bersikap tegas atas kejadian itu," katanya menambahkan.

Menurut dia, seharusnya pemerintah juga tidak membedakan perlakuan terhadap PT Freeport Indonesia dengan PTTEP yang telah melakukan kejahatan maha dahsyat di Laut Timor dengan mengorbankan lebih 100.000 masyarakat kecil wilayah pesisir kepulauan Nusa Tenggara Timur.

Tanoni, peraih tunggal Australian Lawyers Alliance Civil Justice Award 2013 ini juga meminta Presiden Joko Widodo bersikap tegas terhadap Pemerintah Australia yang hingga saat ini masih terus melindungi PTTEP untuk bertanggung jawab atas tragedi pencemaran tersebut.

"Pemerintah Australia memilih cuci tangan dari kasus Montara, padahal di antara kedua pemerintahan (Indonesia-Australia) terdapat berbagai kesepakatan yang berkaitan dengan tumpahan minyak di laut," ujar Tanoni.

Kesepakatan tersebut menyangkut MoU 1996, Minutes of Meeting, yang diteken Duta Besar Australia Greg Moriarty dan Menteri Perhubungan RI Freddy Numberi pada 2010, Surat Menteri Perindustrian Australia Ian McFarlane dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop atas nama PM Australia.

Surat dari PM Australia itu ditujuhkan kepada rakyat Nusa Tenggara Timur yang menyatakan kesediaan Australia untuk membantu, namun semuanya ini mubazir karena tidak pernah direalisasi dengan berbagai alasan yang tidak rasional.

Sumber: ANTARA

#Pertumbuhan Ekonomi Indonesia #Komite Konsolidasi BUMN Pertambangan #Freeport
Bagikan
Ditulis Oleh

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.

Berita Terkait

Indonesia
Luhut Lapor ke Prabowo, Hitungan Simulasi Ekonomi RI 3 Bulan ke depan Masih Aman
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan laporkan simulasi ekonomi RI stabil 3 bulan ke depan, dengan defisit fiskal dijaga di bawah 3 persen PDB.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Luhut Lapor ke Prabowo, Hitungan Simulasi Ekonomi RI 3 Bulan ke depan Masih Aman
Indonesia
PT Freeport Indonesia Gelontorkan Rp 187 Triliun Dari Dividen dan PNBP ke Pemerintah
Kontribusi tersebut didominasi dividen sebesar 8,96 miliar dolar AS, sementara PNBP mencapai 2,08 miliar dolar AS.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT Freeport Indonesia Gelontorkan Rp 187 Triliun Dari Dividen dan PNBP ke Pemerintah
Indonesia
Freeport Targetkan Operasional 100 Persen di 2026 Setelah Insiden Luncuran Material Basah di Tambang Bawah Tanah
Freeport Indonesia menargetkan operasional dapat kembali mendekati 100 persen pada akhir tahun 2026 dan mencapai kapasitas penuh produksinya pada awal kuartal tahun 2027.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
Freeport Targetkan Operasional 100 Persen di 2026 Setelah Insiden Luncuran Material Basah di Tambang Bawah Tanah
Indonesia
HUT Ke-59, Freeport Indonesia Kenang Pegawai Meninggal Akibat Insiden Luncuran Material dan Penembakan
PT Freeport Indonesia, menjadikan peringatan HUT ini, dengan penuh refleksi dan penghormatan, mengenang karyawan yang gugur dalam insiden yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
HUT Ke-59, Freeport Indonesia Kenang Pegawai Meninggal Akibat Insiden Luncuran Material dan Penembakan
Indonesia
Freeport Tambah Investasi, Amankan Izin Sampai 20 Tahun Lagi
Indonesia juga sepakat berkomitmen melakukan pembelian komoditas energi AS senilai sekitar USD 15 miliar
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 20 Februari 2026
Freeport Tambah Investasi, Amankan Izin Sampai 20 Tahun Lagi
Indonesia
Kondisi Prajurit TNI Tewas Ditembak Di Kawasan Freeport Papua
TNI akan terus meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik rawan, khususnya di kawasan objek vital nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 11 Februari 2026
Kondisi Prajurit TNI Tewas Ditembak Di Kawasan Freeport Papua
Indonesia
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Tanpa perpanjangan hingga tahun 2061, Freeport khawatir investasi besar-besaran yang mereka tanamkan tidak akan optimal
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Januari 2026
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Indonesia
Dapat Sinyal IUPK Diperpanjang, Freeport Janji Kasih 12% Saham ke MIND ID 16 Tahun Lagi
Indoensia telah memberi sinyal memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport dalam waktu dekat ini.
Wisnu Cipto - Senin, 24 November 2025
Dapat Sinyal IUPK Diperpanjang, Freeport Janji Kasih 12% Saham ke MIND ID 16 Tahun Lagi
Indonesia
Freeport Indonesia Bakal Produksi Emas 43 Ton, Pendapatan Negara Rp 100 Triliun Per Tahun
Dengan asumsi harga komoditas yang tetap tinggi, diproyeksikan akan bisa melebihi USD 6 miliar per tahun atau hampir Rp 100 triliun per tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 November 2025
Freeport Indonesia Bakal Produksi Emas 43 Ton, Pendapatan Negara Rp 100 Triliun Per Tahun
Indonesia
Saham Indonesia di PT Freeport Bakal Bertambah, Pemerintah Bakal Punya Kendali Lebih Besar
Manfaat ekonomi paling nyata akan muncul dari peningkatan porsi dividen dan pajak yang diterima pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Oktober 2025
Saham Indonesia di PT Freeport Bakal Bertambah, Pemerintah Bakal Punya Kendali Lebih Besar
Bagikan