MerahPutih,com - Komoditas sumber daya alam masih menjadi kontributor penerimaan pendapatan negara yang signifikan.
PT Freeport Indonesia (PTFI) berkontribusi kepada negara melalui dividen dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai 11,04 miliar dolar AS atau sekitar Rp 187 triliun dengan kurs Rp 17.000 per dolar AS.
Kontribusi tersebut didominasi dividen sebesar 8,96 miliar dolar AS, sementara PNBP mencapai 2,08 miliar dolar AS.
Secara historis, kontribusi PTFI terus berada pada level yang tinggi mengikuti siklus harga komoditas global. Pada 2021, PTFI membagikan dividen sebesar 234 juta dolar AS dengan PNBP sekitar 1,5 miliar dolar AS.
Baca juga:
Kinerja melonjak pada 2022 dengan dividen mencapai 3,075 miliar dolar AS, sementara PNBP sebesar 145 juta dolar AS.
Kontribusi kemudian mengalami penyesuaian pada 2023 dengan dividen 708 juta dolar AS dan PNBP 140 juta dolar AS. Pada 2024, kinerja kembali menguat dengan dividen 2,95 miliar dolar AS dan PNBP 183,8 juta dolar AS.
Sementara pada 2025, dividen tercatat sekitar 2,0 miliar dolar AS dengan PNBP 112,4 juta dolar AS.
Ekonom dari INDEF Rizal Taufikurahman menilai kontribusi PTFI mencerminkan peran strategis sektor tambang di bawah kelolaan negara dalam menopang penerimaan Indonesia, terutama saat harga komoditas berada pada level tinggi.
“Kontribusi PTFI besar dan menjadi salah satu penopang penting penerimaan negara dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika terjadi boom harga komoditas. Ini menunjukkan kapasitas perusahaan dalam menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan,” ujarnya. (*)