Semangat Berkobar Selama Ditahan, Sekjen PDIP Hasto Tulis 5 Buku, di Antaranya Spiritualitas PDI Perjuangan dan Suara Kemanusiaan
Hasto Kristiyanto menulis 5 buka dalam tahanan. (Dok Tim Hasto)
MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku telah menulis lima buku selama menjalani masa penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hasto mengatakan bahwa semangatnya tetap menyala meski berada di balik jeruji besi. Ia justrumerasa semakin produktif dan memanfaatkan waktu untuk menyalurkan pemikirannya lewat tulisan.
“Ketika saya ditahan, jiwa dan semangat saya terus berkobar, sehingga di dalam malah semakin produktif, semakin sehat jiwa dan raga,” ujar Hasto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (5/6).
Salah satu buku yang ditulisnya berjudul Spiritualitas PDI Perjuangan. Menurut Hasto, buku tersebut menggambarkan perjuangan partai berlambang banteng itu dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Raya.
“Spiritualitas yang menggambarkan perjuangan seluruh kader PDIP yang menyatu dengan cita-cita Indonesia Raya,” tuturnya.
Baca juga:
Politikus asal Yogyakarta itu juga menyebutkan salah satu buku lainnya berjudul Suara Kemanusiaan, yang berbicara tentang cita-cita kemanusiaan dan keadilan.
“Semua buku ini kami persembahkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun kesadaran hukum. Khusus buku Spiritualitas PDI Perjuangan, kami persembahkan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri,” katanya.
Hasto menjelaskan, buku Spiritualitas PDI Perjuangan setebal 285 halaman itu menggambarkan semangat perjuangan yang harus terus ditanamkan oleh para kader PDIP.
Sementara itu, politikus PDIP Guntur Romli mengatakan bahwa kelima buku tersebut ditulis Hasto dalam proses tirakat selama menjalani masa penahanan di KPK.
“Ada lima buku. Buku-buku ini merupakan refleksi Sekjen PDI Perjuangan terhadap perjuangan tokoh-tokoh bangsa Indonesia, dan ini ditulis melalui proses tirakat,” ujar Guntur.
Ia menambahkan, tirakat tersebut dilakukan Hasto selama tiga hari tiga malam, dengan berpuasa sebagai bentuk kontemplasi sekaligus menjaga kondisi fisik dan mental.
“Itu juga menunjukkan bahwa Sekjen sehat secara jiwa dan raga, dan mampu menulis lima buku,” ucapnya.
“Buku-buku itu antara lain tentang Spiritualitas PDI Perjuangan, Suara Kemanusiaan, buku tentang hukum, tentang Ibu Megawati Soekarnoputri, dan satu buku lainnya. Yang sudah selesai dicetak dan siap diluncurkan adalah Spiritualitas PDI Perjuangan,” tandas Guntur. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Tersangka Gus Alex Irit Bicara Usai Diperiksa KPK, 3 Pertanyaan Kasus Haji Dijawab Sama
Eks Direktur SMA Kemendikbud Akui Terima USD 7.000 dari Vendor Chromebook
Susah Dapat Kuota Haji, Bos Maktour: Terpaksa Berangkatkan Jemaah Pakai Furoda
KPK Periksa Pemilik Maktour terkait Kasus Korupsi Kuota Haji di Kemenag
Lirik Lengkap Lagu Wajib Nasional 'Mengheningkan Cipta', Penuh Makna Syahdu nan Khidmat
KPK: Keterangan Eks Menpora Dito Perkuat Dugaan Korupsi Kuota Haji
Diperiksa KPK soal Kuota Haji, Eks Menpora Dito Ungkap Isi Pertemuan di Arab Saudi saat Dampingi Jokowi
Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK, Akui Ikut Rombongan Jokowi ke Arab Saudi
KPK Restui Tanah Koruptor untuk Perumahan Rakyat, DPR Sebut Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat
Mantan Menpora Dito Dipanggil KPK di Kasus Kuota Haji