Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Terpaksa Dialihkan Akibat Banjir

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 07 Februari 2021
Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Terpaksa Dialihkan Akibat Banjir

Ilustrasi: Pengangkatan sampah dari Pintu Air Manggarai oleh UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Selasa (22/9) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sejumlah wilayah di DKI Jakarta terendam banjir akibat hujan deras semalam. Arus lalu lintas di beberapa lokasi yang terendam banjir dialihkan untuk mengantisipasi kemacetan.

"Untuk yang lainnya sudah relatif normal, sudah bisa dilewati, mudah-mudahan cuaca sudah mulai cerah," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (8/2).

Baca Juga:

Kerugian Sementara Banjir di Kalsel Capai Rp1,3 Triliun

Salah satu ruas jalan yang terendam banjir yakni Jalan Jatinegara Barat, Jatinegara, Jakarta Timur. Arus lalu lintas di lokasi mulai dialihkan per pukul 09.45 WIB.

Lalu lintas dari arah Kampung Melayu menuju ke Jatinegara, di depan pertigaan Santa Maria dibelokkan ke kanan. Kemudian diberlakukan contraflow untuk yang menuju ke arah Matraman.

Kemudian, di Jalan Bungur, Jakarta Pusat, tepatnya di dekat Pintu Besi juga terkena banjir. Arus lalu lintas di lokasi sempat dialihkan karena ada genangan sekitar 25 Cm.

Lalu di jJalan Bintang Mas Gunung Sahari, Jakpus yang membuat Petugas menutup arus lalu lintas di lokasi.

Selain di tiga lokasi tadi, genangan air juga terjadi di beberapa ruas jalan lainnya. Meski begitu, arus lalu lintas masih normal. Selepas itu, kendaraan dari arah Kampung Melayu dimasukkan ke depan Polres Jakarta Timur dan diberlakukan contraflow.

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur melakukan normalisasi saluran air di sekitar Jalan DI Panjaitan, Rawabunga, Jatinegara untuk mengatasi genangan air hujan. (ANTARA/HO-Sudin SDA Jaktim)
Ilustrasi: Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur melakukan normalisasi saluran air di sekitar Jalan DI Panjaitan, Rawabunga, Jatinegara untuk mengatasi genangan air hujan. (ANTARA/HO-Sudin SDA Jaktim)

Dalam kesempatan yang sama, Kasat Lantas Jakarta Timur Kompol Telly mengatakan bahwa banjir di lokasi mulai surut. Petugas telah melakukan penyedotan air dengan menggunakan pompa.

"Semalam (ketinggian genangan) 10 sentimeter sampai dengan pagi tadi naik dari 5-10 cm. Sekarang sudah turun karena dibantu penyedotan air, namun lalin masih cukup padat," kata Telly.

Total ada 300 petugas gabungan di lokasi yang disiagakan untuk mengatur lalu lintas. Meski kondisi padat, Telly mengatakan arus lalu lintas masih mengalir.

"Tim gabungan di sini kurang-lebih 300 orang dari damkar, Dishub, dan Polres Metro Jakarta Timur," tutur Telly.

Baca Juga:

Hadapi Cuaca Ekstrem, PKS Minta Anies Terjunkan Petugas di Titik Rawan Banjir

Telly menambahkan, banjir terjadi karena intensitas hujan tinggi semalam. Debit air di Kali Ciliwung pun meluap sehingga mengakibatkan banjir.

"Banjir ini luapan dari Kali Ciliwung, karena Katulampa masih tinggi. Semoga dengan ketinggian 5 cm di jalur lambat semoga bisa mulai turun," tandasnya. (Knu)

#Banjir #Banjir Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Rp 300 miliar dalam APBD 2026 untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Target 170 bangunan, namun warga masih enggan pindah ke rusun.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Bagikan