Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Sejumlah Lembaga Islam Indonesia Hadiri Konferensi Islam Moderat di Irak

Eddy FloEddy Flo - Senin, 25 Juni 2018
Sejumlah Lembaga Islam Indonesia Hadiri Konferensi Islam Moderat di Irak

Delegasi Indonesia dari Kementerian Agama yang mengikuti Konferensi Islam Moderat di Irak (Foto: Kemenag)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Beberapa lembaga dan ormas Islam dari Indonesia menghadiri Konferensi Internasional Islam di Baghdad, Irak.

Delegasi Indonesia terdiri dari tujuh orang yakni Muchlis M Hanafi (Ketua Delegasi, mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin),Muhyiddin Junaidi (MUI), Ikhwanul Kiram Masyhuri (Alumni Al Azhar), Saiful Mustafa (UIN Malang/NU), Fathir H Hambali (Alumni Syam), Auliya Khasanofa (Muhammadiyah) dan Thobib Al Asyhar (Kemenag).

"Saya mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin selaku ketua delegasi," kata Muchlis M Hanafi.

Konferensi bertaraf dunia tersebut membahas secara khusus tentang Wasathiyah dan Islam Moderat dan diselenggarakan oleh Dewan Wakaf Sunni Republik Iran mulai tanggal 25-27 Juni 2018. Dalam siaran pers yang diterima Senin (25/6), Muchlis M Hanafi dari Kementerian Agama menyatakan Indonesia akan memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan kembali Irak pascakonflik.

Konferensi Islam Moderat di Irak
Dewan Wakaf Sunni Irak selaku penyelenggara konferensi Islam Moderat (Foto: iraqtoday)

Menurut Muchlis, pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mendukung upaya pembangunan kembali Irak, baik di bidang politik maupun ekonomi.

"Kita berharap ke depan akan semakin erat, terutama dalam mengembangkan pemahaman keagamaan yang moderat," kata dia.

Muchlis akan ikut berbicara pada konferensi tersebut. Muchlis mengaku akan menyampaikan paparan tentang dunia tanpa kelompok bersenjata ISIS. Menurut dia, setelah kekalahan ISIS di Irak dan Suriah, kini banyak negara di Eropa, Afrika dan Asia merasa dihantui oleh "arus balik" ISIS ke negara asal mereka.

Terdesak di Irak dan Suriah, kata Muchlis Hanafi sebagaimana dilansir Antara, sel-sel gerakan ISIS akan menyebar di beberapa negara dengan membawa pemikiran ekstrem radikal berikut keahlian dalam menyusun strategi.

"Bukan tidak mungkin mereka mentransfer pemikiran dan keahliannya kepada kelompok-kelompok ekstrem di tingkat lokal," kata dia.

Para pemimpin Sunni Irak bersama pengikutnya
Islam Sunni irak mendapat tantangan besar pascakonflik (Foto: iraqtoday)

Dalam konteks itu, Muchlis menilai perlu kerja sama internasional dalam penanggulangan terorisme dan ekstremisme untuk mencegah kemunculan ISIS baru. Paling tidak, meminimalisir dampak negatif ISIS dan membatasi ruang geraknya.

Selain itu, kata dia, diperlukan juga upaya untuk meluruskan kesalahpahaman terhadap beberapa konsep dasar ke-Islaman yang selama ini menjadi salah satu faktor kuat munculnya ekstremisme dan terorisme.

"Negara-negara Islam harus merapatkan barisan dan bergandengan tangan untuk mengkonter ideologi tersebut dan membentengi generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam kubangan pemikiran radikal," papar Muchlis.

Melalui berbagai program, kata dia, terutama pendidikan agama dan keagamaan, pemerintah Indonesia dengan didukung oleh ormas-ormas Islam berkomitmen untuk terus memperkuat moderasi Islam sebagai sebuah cara mengelola keberagamaan.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Bahasa Indonesia Makin Memikat Para Mahasiswa Rusia

#Irak #Kementerian Agama #ISIS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Begini Materi Terkait LGBTQ Yang Bakal Diajarkan ke Siswa Kelas IV SD sampai SMA
Sehingga anak-anak memiliki pemahaman dan dapat memberikan respons yang tepat agar tidak terjebak dalam gerakan-gerakan penyebaran budaya LGBTQ
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
Begini Materi Terkait LGBTQ Yang Bakal Diajarkan ke Siswa Kelas IV SD sampai SMA
Indonesia
Kemenag Verifikasi Arah Kiblat di 725.669 Lokasi Lewat Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026
Sebanyak 725.669 lokasi mengikuti Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Kemenag memanfaatkan fenomena Rashdul Qiblat untuk memverifikasi arah kiblat.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 Juli 2026
Kemenag Verifikasi Arah Kiblat di 725.669 Lokasi Lewat Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026
Indonesia
Kemenag Rancang Program Sistematis Tangkal LGBTQ, Salah Satunya lewat Bimbingan Perkawinan
Dalam upaya mencegah penyebaran budaya LGBTQ, ada sejumlah peran penting yang bisa diambil Kementerian Agama.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Kemenag Rancang Program Sistematis Tangkal LGBTQ, Salah Satunya lewat Bimbingan Perkawinan
Indonesia
Kemenag Tegaskan LGBTQ Dilarang dalam Pandangan Semua Agama
Kemenag memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk menindaklanjuti amanah Perpres No 111 Tahun 2025.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Kemenag Tegaskan LGBTQ Dilarang dalam Pandangan Semua Agama
Dunia
Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Lanjut di Irak, Jenazah Dibawa ke Karbala
Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei berlanjut di Irak. Jenazah tiba di Najaf, disambut Presiden Iran dan PM Irak.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Lanjut di Irak, Jenazah Dibawa ke Karbala
Indonesia
Tindak Lanjuti Perpres Prabowo, Kemenag Susun Kurikulum Anti LGBT Pelajaran Agama SD-Kampus
Wamenag Romo Muhammad Syafi’i menegaskan materi pencegahan budaya LGBTQ akan masuk ke kurikulum pendidikan agama dari SD hingga perguruan tinggi, sesuai Perpres 111/2025.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
Tindak Lanjuti Perpres Prabowo, Kemenag Susun Kurikulum Anti LGBT Pelajaran Agama SD-Kampus
Indonesia
Kemenag Tegaskan Perpres Anti LGBT Didukung Tokoh Semua Agama di RI
Wamenag Romo Muhammad Syafi’i menegaskan Perpres 111/2025 tentang pencegahan LGBT didukung semua agama di Indonesia. Kemenag siapkan edukasi resmi berbasis nilai agama, Pancasila, dan UUD 1945.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenag Tegaskan Perpres Anti LGBT Didukung Tokoh Semua Agama di RI
Indonesia
Direktorat Baru di Kementerian Agama Kelola Rp 4,5 Triliun Dana Bagi Pesantren
sejauh ini dari sekitar 1.900 pesantren di Aceh, hanya 87 pesantren mendapatkan biaya operasional dengan jumlah berkisar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta per tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 Juni 2026
Direktorat Baru di Kementerian Agama Kelola Rp 4,5 Triliun Dana Bagi Pesantren
Olahraga
Laga Tertunda karena Badai, para Pemain Prancis dan Irak Ngapain aja Sih?
Laga Rabu (23/6) pagi itu menjadi ujian berat bagi para pemain, pelatih, dan seluruh 68.344 penonton yang memadati Stadion Philadelphia.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
 Laga Tertunda karena Badai, para Pemain Prancis dan Irak Ngapain aja Sih?
Olahraga
Link Live Streaming Prancis vs Irak 23 Juni 2026
Armada Les Bleus menatap laga modal kepercayaan diri tinggi usai melumat Senegal melalui skor meyakinkan 3-1
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Link Live Streaming Prancis vs Irak 23 Juni 2026
Bagikan