Kolaborasi APM Kembangkan Ekosistem EV di Bali
Lima APM Berkolaborasi Untuk Kembangkan Ekosistem EV di Bali(Foto: pixabay/joenomias)
DI tengah geliat industri kendaraan listrik yang terus berkembang di dunia, lima agen pemegang merek (APM) otomotif sepakat berkolaborasi untuk pengembangan model ekosistem mobilitas serta kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Bali. Kolaborasi itu diberi nama 'EV Smart Mobility-Joint Project'.
Kelima APM tersebut yakni Mitsubishi Motors, Nissan, Fuso, Isuzu, dan Toyota. Seperti disebutkan dalam keterangan resmi, langkah tersebut tak sekadar bertujuan mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pengurangan emisi karbon, tapi juga demi memperluas pengenalan dan memopulerkan kendaraan kendaraan listrik.
Baca Juga:
"Kami ingin menegaskan komitmen bersama untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pengurangan emisi karbon dengan mengembangkan dan memopulerkan kendaraan listrik ramah lingkungan," ujar Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Susumu Matsuda seperti dilansir ANTARA.
Kehadiran proyek tersebut diharapkan bisa membantu langkah revitalisasi sektor industri pariwisata di Tanah Air lewat pengembangan wisata ramah lingkungan, sekaligus bisa memberikan dukungan pada posisi Indonesia dalam Presidensi G20 pada 2022 yang akan digelar di Bali.
Para distributor otomotif tersebut juga berkerja sama dalam mengembangkan multi-pathway untuk memperluas pilihan kendaraan listrik kepada masyarakat.
Seperti halnya hydrogen fuel cell electric vehicle (FCEV), battery electric vehicle (BEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang bersumber tenaga listrik, dan hybrid electric vehicle (HEV) yang menggabungkan EV dan mesin konvensional (internal combustion engine/ICE) yang berguna mengurangi emisi karbon tanpa melalui proses charging.
Pendekatan multi-pathway tersebut kabarnya bisa mempercepat kehadiran teknologi ramah lingkungan yang mudah diakses publik, agar mampu mengurangi emisi sesuai dengan keberadaan sumber energi terbarukan, kesiapan infrastruktur pengisian daya, serta kebutuhan penggunanya.
Dengan adanya pendekatan tersebut, para pengguna bisa turut berkontribusi dalam langkah pengurangan emisi karbon melalui cara masing-masing.
Pada kolaborasi tersebut, sejumlah APM akan menyediakan kendaraan listrik mereka untuk membentuk jajaran pada sektor kendaraan penumpang dan komersial. Penyediaan kendaraan listrik itu diperlukan, dengan tujuan mempercepat pengenalan kepada masyarakat, mengingat pengembangan kendaraan listrik memerlukan proyek percontohan serta ketersediaan infrastuktur dan uji coba ekosistem secara keseluruhan.
Baca juga:
Amerika Serikat Siapkan Rp 43,5 Triliun untuk Baterai Kendaraan Listrik
Sejumlah kendaraan listrik penumpang tersebut akan digunakan untuk mendukung mobilitas di kawasan Nusa Dua serta Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Sementara itu, kendaraan komersial akan digunakan untuk mendukung logistik dan selanjutnya akan dipertimbangkan untuk kolaborasi bersama bisnis lokal di wilayah Bali.
"Melalui joint project ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman secara langsung dan bisa lebih mengenal ekosistem mobilitas kendaraan elektrifikasi," jelas Matsuda.
EV Smart Mobility–Joint Project tersebut rencananya akan digelar pada Juli 2022 bersamaan dengan sejumlah acara dalam rangka pertemuan G20 di Bali.
Kegiatan tersebut tentunya merupakan peluang besar bagi pemerintah serta industri otomotif nasional untuk menunjukkan komitmen mereka dalam menerapkan kebijakan transisi energi hijau untuk menyambut era mobilitas masa depan. (Ryn)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Puluhan Sapi Terinfeksi LSD, Bali Lockdown Lalu Lintas Ternak di Jembrana
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Kuta Bali Diguncang Gempa Tipe Gerakan Strike Slip M 4,5
BBMKG Keluarkan Peringatan Dini, Tinggi Gelombang di Perairan Bali Berpotensi hingga 4 Meter pada 9-12 Januari 2026
Wisatawan ke Bali Cuma Naik 3 Persen, Pemerintahkan Salahkan Cuaca Ekstrem
VinFast Indonesia Ungkap Visi Strategis di Balik Pabrik EV Subang
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
Tsunami Kendaraan Listrik 2025 Segera Usai, Pakar ITB Ramal Bakal Terjadi 'Kiamat Kecil' Buat EV Impor