Sebut Ma'ruf Amin 'Tak Ngerti Politik', PBNU Kecam Fadli Zon

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 04 April 2018
Sebut Ma'ruf Amin 'Tak Ngerti Politik', PBNU Kecam Fadli Zon

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin (Foto dok. MUI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Robithoh Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU mengecam ucapan Fadli Zon yang menyebut Rais Amm PBNU Ma'ruf Amin tak ngerti politik.

Anggota Bidang Advokasi Robithoh Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU Ridwan Darmawan menilai ucapan Fadli merupakan reaksi yang berlebihan dan melecehkan ulama.

"Menyayangkan pernyataan Fadli Zon tersebut. menurut saya apa yang disampaikan oleh syaikhuna KH. Ma'ruf Amin adalah bentuk himbauan dan wejangan yang sangat santun dari sesepuh dan guru bangsa, bukan kicauan atau pernyataan politisi model dia," kata Ridwan melalui siaran persnya, Rabu (4/4).

Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (MP/Fadhli)
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (MP/Fadhli)

Hendaknya, imbau Dia, Politisi Gerindra itu lebih bijak dan menunjukkan kesopanan layaknya adat ketimuran.

"Bukan malah menuduh dan mempersempit persepsi seseorang hanya pada persepsi politik semata, terlebih ini adalah kyai khos yang menjadi panutan umat," imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menuding kiai Makruf Amin tidak mengerti politik setelah Ketua MUI itu merespon ucapan Prabowo.

Beliau mengimbau agar seluruh elit lebih santun dalam berpolitik dan berpolemik, jangan selalu buat kegaduhan dan cendrung provokatif, beliau juga menyarankan agar Prabowo tunjuk hidung saja dengan menyebutkan nama-nama elit yang dimaksudkan dalam pidatonya, agar tidak timbul saling kecurigaan di antara para elit bangsa yang sedang gigih membangun sesuai tujuan dan cita-cita para pendiri bangsa dibawah orkestrasi Presiden Jokowi. (Fdi)

Baca juga berita terkait di: Reaksi Fadli Zon Ketika Tahu Pengawal Prabowo Subianto Ditembak Mati Brimob

#Fadli Zon #KH Ma'ruf Amin #PBNU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
Kehadiran Presiden diperkirakan turut meningkatkan jumlah warga yang datang ke Jombang, baik peserta muktamar maupun warga NU dari berbagai daerah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
Indonesia
Indonesia Dorong Penguatan Pelindungan Warisan Budaya di Negara Anggota BRICS
Deklarasi negara-negara BRICS juga menyatakan bahwa kebudayaan perlu dipertimbangkan sebagai tujuan tersendiri dalam kerangka pembangunan internasional pada masa mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Indonesia Dorong Penguatan Pelindungan Warisan Budaya di Negara Anggota BRICS
Indonesia
Muktamar ke-35 Akan Luncurkan Peta Jalan NU 2050
Substansi yang akan dibahas dalam Muktamar NU pada dasarnya telah dipersiapkan, mulai dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Ploso
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Muktamar ke-35 Akan Luncurkan Peta Jalan NU 2050
Indonesia
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Mencari format kepemimpinan ideal bukan berarti meremehkan kepemimpinan saat ini, melainkan merespons tantangan zaman dengan berpijak pada warisan para masyayikh.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Indonesia
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Organisasi sebesar NU membutuhkan kemampuan manajerial yang mampu menggerakkan perubahan secara nyata.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Indonesia
Elite PBNU Terlibat Saling Pecat, Gus Faris: Rais Aam, Ketum, dan Sekjen tak Layak Dicalonkan Lagi
Saling memberhentikan pengurus dengan dasar aturan organisasi merupakan fenomena yang belum pernah terjadi dalam sejarah NU.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Elite PBNU Terlibat Saling Pecat, Gus Faris: Rais Aam, Ketum, dan Sekjen tak Layak Dicalonkan Lagi
Indonesia
Jelang Muktamar PBNU, Guru Besar UI Usulkan Ketua Umum Dipilih AHWA
AHWA tidak semestinya hanya berperan dalam memilih Rais Aam, tetapi juga perlu diperkuat untuk menyeleksi calon Ketua Umum PBNU.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar PBNU, Guru Besar UI Usulkan Ketua Umum Dipilih AHWA
Indonesia
FBI Balikin Artefak Suku Dani, Suku Asmat dan Suku Danau ke Indonesia
Pertemuan itu membawa pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal dan setelah dilakukan satu provenance research atau asal-usul,.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
FBI Balikin Artefak Suku Dani, Suku Asmat dan Suku Danau ke Indonesia
Indonesia
Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah Ikut ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Delegasi Indonesia ke Iran tersebut merupakan perwakilan bangsa Indonesia yang diutus Presiden Prabowo Subianto untuk mengunjungi Iran, sebagai negara sahabat bagi Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah Ikut ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Indonesia
Gus Salam Ramaikan Bursa Calon Ketum PBNU, Keliling Daerah Cari Dukungan
KH Nurul Huda Djazuli menginginkan pengurus PBNU selalu bersatu, rukun dan kompak, mengingat organisasi ini merupakan tempat berkumpulnya para ulama
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gus Salam  Ramaikan Bursa Calon Ketum PBNU,  Keliling Daerah Cari Dukungan
Bagikan