Headline

Seberapa Murni Aksi Bela Palestina Tanpa Disusupi Kepentingan Politik

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 11 Mei 2018
Seberapa Murni Aksi Bela Palestina Tanpa Disusupi Kepentingan Politik

Umat Islam mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti aksi 115 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (11/5). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Hari ini, Jumat (11/5) ribuan umat Islam kembali turun ke jalan meminta AS segera membatalkan dukungannya terhadap pemindahan ibukota Israel.

Aksi solidaritas terhadap Palestina ini merupakan kesekian kalinya digelar di kawasan Monas, Jakarta. Selain itu, massa aksi bela Palestina menyasar Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Dengan menggunakan berbagai atribut unjuk rasa, massa juga mendesak pemerintah Indonesia terlibat aktif dalam pembebasan Palestina.

Pertanyaannya, dengan jumlah massa fantastis, mungkinkah kekuatan tersebut dimanfaatkan untuk bersinggungan dengan Politik dalam negeri?

Aksi bela Palestina di Monas
Umat Islam berdoa saat mengikuti aksi 115 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (11/5). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Menilai hal itu, Pengamat Politik Timur Tengah Muhammad Lutfi mengatakan, secara langsung aksi-aksi demo Bela Palestina tidak pernah bersinggungan langsung dengan politik dalam negeri.

Sebab, secara konstitusional bangsa Indonesia juga mendukung kemerdekaan dunia, termasuk Palestina. Apalagi dukungan terhadap Palestina sudah ditegaskan pemerintah.

"Kalau politik dalam negeri saya kira tidak ada. Karena indonesia juga bersikap keras terhadap hal itu, Jokowi sendiri menyatakan tidak setuju dengan pemindahan ibukota. Saya kira pemerintah dengan rakyat sejalan terkait hal ini," kata Lutfi saat dimintai keterangan, Jumat (11/5).

Bela Palestina dari Israel dan Amerika
Anak-anak ikut memberikan dukungan dalam aksi bela Palestina (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Direktur Sekolah Kajian Strategik dan Global Universitas Indonesia (UI) ini melihat, sejumlah domontrasi bela Palestina yang digelar ormas Islam masih pada tahapan murni, kecuali ada yang berupaya memainkan itu.

"Demo hari ini masih menyatakan ketidaksetujuan terhadap langkah Trum terkait pemindahan ibu kota. Dampak lanjut sementara tidak ada. Tujuannya memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia berkomitmen mendukung palestina, saya kira kemungkinan selanjutnya mungkin kumpulkan dana, itu positif," kata dia.

Namun demikian, menjelang pesta demokrasi mendatang, barisan dalam jumlah besar seperti ini sangat rawan disusupi kepentingan politik.

"Paling dalam situasi pemilu kekuatan seperti ini bisa dialihkan, bisa saja, tergantung yang memainkannya. Tapi sampai detik ini seperti yang disampaikan Bahtiar Nasir tidak boleh ada politik, jadi itu murni," ucap Lutfi.

Ujang Komarudin
Pengamat Politik Ujang Komarudin (Foto: Screenshot youtube/soksitv)

Terpisah, pengamat politik Indonesian Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, aksi bela Palestina yang digelar hari ini telah tersusupi oknum yang punya kepentingan politik.

Hal itu terlihat dari orasi sejumlah tokoh aksi 115 yang membawa-bawa isu 2019 ganti presiden.

"Yang jelas demo itu politik. Politik itu berdimensi luas ada politik Palestina terkait penindasan palestina lalu politik dalam negeri. Tadi ada orator menyinggung soal ganti presiden 2019. Mungkin sebagian ada yang berkeinginan seperti itu," kata Ujang.

Apalagi, melihat kondisi bangsa terkini yang dinilai banyak masalah. Pastinya akan lebih mudah untuk disusupi.

"Namanya juga orasi di depan umum terbawa perasaan terhadap Palestina dan bangsa sendiri yang banyak masalah juga, dolar sudah 14 ribu," terangnya.

Terlebih, lanjutnya, menjelang kontestasi Pemilu mendatang, tentunya semakin banyak kepentingan yang juga ikut beradu kekuatan.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Singapura Dipilih Jadi Tempat Pertemuan Pertama Trump dan Kim Jong Un

#Aksi Bela Palestina #Konflik Palestina #PKS
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade
BPS mencatat angka pernikahan di Indonesia terus menurun dan terendah dalam satu dekade. PKS soroti faktor ekonomi dan perubahan sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade
Indonesia
Sekjen PKS Tegaskan Perlu Kajian Mendalam dan Partisipatif untuk Penentuan Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Baik pilkada langsung maupun tidak langsung sama-sama memiliki dasar konstitusional dan dinilai demokratis. ?
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sekjen PKS Tegaskan Perlu Kajian Mendalam dan Partisipatif untuk Penentuan Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Dunia
Israel Kembali Serang Gaza, Langgar Perjanjian Gencatan Senjata
Israel kembali menyerang Gaza, Palestina. Serangan tersebut membuat Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata.
Soffi Amira - Minggu, 23 November 2025
Israel Kembali Serang Gaza, Langgar Perjanjian Gencatan Senjata
Indonesia
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Marsinah mendapat gelar pahlawan nasional. Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS, Muhammad Rusli menilai, negara mulai menghargai buruh.
Soffi Amira - Selasa, 11 November 2025
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Dunia
Bertemu Paus Leo XIV, Presiden Palestina Minta Dukungan Akhiri Konflik dengan Israel
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, bertemu dengan pemimpin Vatikan dan Gereja Katolik, Paus Leo XIV. Ia meminta dukungan untuk mengakhiri konflik dengan Israel.
Soffi Amira - Jumat, 07 November 2025
Bertemu Paus Leo XIV, Presiden Palestina Minta Dukungan Akhiri Konflik dengan Israel
Indonesia
Tokoh Intelijen Indonesia Soeripto Meninggal di Usia 89 Tahun, Begini Karirnya
Soeripto juga terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada periode 2004-2009.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 November 2025
Tokoh Intelijen Indonesia Soeripto Meninggal di Usia 89 Tahun, Begini Karirnya
Indonesia
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas
Al Muzzammil berpesan kepada para kader PKS untuk menjadi negarawan sejati yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 02 November 2025
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas
Indonesia
Israel Langgar Gencatan Senjata, DPR Minta Pemerintah Indonesia Lantang Bersuara
Israel kini melanggar gencatan senjata di Gaza, Palestina. DPR pun meminta pemerintah Indonesia lantang bersuara.
Soffi Amira - Jumat, 17 Oktober 2025
Israel Langgar Gencatan Senjata, DPR Minta Pemerintah Indonesia Lantang Bersuara
Indonesia
Presiden Prabowo Sudah Bilang Siap! Gaza Tunggu Kedatangan Pasukan Garuda
Instruksi untuk menyiapkan pasukan perdamaian ini telah disampaikan Presiden Prabowo kepada TNI
Angga Yudha Pratama - Selasa, 14 Oktober 2025
Presiden Prabowo Sudah Bilang Siap! Gaza Tunggu Kedatangan Pasukan Garuda
Indonesia
Prabowo Subianto Tegaskan Gencatan Senjata KTT Gaza Awal Perdamaian Menyeluruh di Palestina
Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina adalah komitmen moral dan politik yang sudah mengakar dalam jati diri bangsa Indonesia
Angga Yudha Pratama - Selasa, 14 Oktober 2025
Prabowo Subianto Tegaskan Gencatan Senjata KTT Gaza Awal Perdamaian Menyeluruh di Palestina
Bagikan