Satpol PP Gadungan Rekrut dan Janjikan Kerja di Pemprov DKI

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Juli 2021
Satpol PP Gadungan Rekrut dan Janjikan Kerja di Pemprov DKI

Satpol PP. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI buka suara terkait ditangkapnya sejumlah orang yang melakukan penipuan menjadi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI.

Tercatat, sebanyak sembilan orang direkrut oleh seorang pelaku menjadi Satpol PP bohongan dan diperintahkan untuk berpatroli serta melakukan penindakan pelanggaran PPKM di Ibu Kota, terutama di Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Baca Juga:

Satpol PP Diberi Kewenangan Selidiki Pelanggar Prokes, Wagub DKI: Bukan Hal Baru

Para korban diakui pelaku sudah diberikan upah per bulan dengan nominal di bawah UMP dan tidak sesuai kontrak, antara Rp 900 ribu hingga Rp3 juta.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria mengatakan, dalam kondisi pandemi COVID-19 manusia kerap kali nekat mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari di rumah dengan cara apapun meski melanggar hukum. Hal ini tak dibenarkan dan pasti berakhir ke aparat kepolisian.

"Tentu dimasa sulit seperti sekarang ini selalu ada orang-orang yang mencari kesempatan untuk menipu dan lain sebagainya," ucap Riza di Jakarta, Selasa (27/7).

Orang nomor dua di DKI meminta, kepada masyarat untuk dapat lebih berhati-hati dan waspada. Apalagi cara masuk kerja ada yang janggal seperti adanya pungutan sejumlah uang.

"Terkait berbagai tawaran yang sepertinya menarik, instan. Jangan dengan cepat dipercaya. Apalagi harus mengeluarkan sejumlah uang," terangnya.

Riza menyarankan, pada masyarakat untuk teliti dan mengecek dahulu kebenaran ke instansi terkait bila ada tawaran pekerjaan. Instansi pemerintah juga kini punya akun media sosial resmi, sehingga warga bisa menanyakan hal tersebut.

"Tanyakan pada ahlinya," pungkas Ketua DPD Gerinda DKI Jakarta itu.

Satpol PP. (Foto: Antara)
Satpol PP. (Foto: Antara)

Seperti diketahui, Satpol PP DKI mengamankan seorang berinisial YF yang mengaku sebagai pejabat di Satpol PP DKI dan menipu puluhan orang. Pelaku menjanjikan kepada korban untuk menjadi pegawai kontrak atau Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di lingkungan Pemprov DKI.

Setelah korban menyetorkan uang, pelaku kemudian menerbitkan Surat Keterangan pengangkatan palsu.

"Salah satu korban mengaku bahwa dalam SK Satpol PP tersebut ada nama saya, kolom tanda tangan dan ada barcode di bawahnya, tapi ketika dicek barcode itu kosong," kata Kepala Satpol PP DKI Arifin di Balai Kota.

Saat ini terduga pelaku dan para korban sudah diboyong ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Asp)

Baca Juga:

Di Bangka Tengah, Lulusan SMA/SMK Serbu Pendaftaran CPNS dan PPPK Satpol PP

#Penerimaan CPNS #Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) #Satpol PP #DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Indonesia
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Dinkes DKI Jakarta telah diinstruksi untuk membantu penanganan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat udara Jakarta yang tak baik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Indonesia
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Para pencari kerja bisa memanfaatkan bursa kerja itu mendapatkan pekerjaan, meningkatkan keterampilan, hingga mengembangkan karier.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Indonesia
Satpol PP DKI Terluka dan Alami 6 Jahitan, Polisi Cari Pelaku
Diduga ada dua orang pelaku pemukulan yakni yang memukul menggunakan helm dan melakukan pemukulan kepada petugas di lampu merah CSW.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Satpol PP DKI Terluka dan Alami 6 Jahitan, Polisi Cari Pelaku
City Property
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan berbagai upaya preventif terhadap potensi kebakaran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Indonesia
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Objek yang terbakar rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Indonesia
Disdik DKI Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 27
Pendampingan dilakukan untuk memastikan kejadian tersebut tidak berdampak lebih jauh terhadap kondisi psikis para siswa.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Disdik DKI Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 27
Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Indonesia
Setiap Sabtu Warga Bisa Masuk Balai Kota, Lihat Langsung Kerja Pimpinan Jakarta
Ajak masyarakat kenal lebih dekat dengan kompleks Balai Kota melalui rangkaian tur, kegiatan edukasi, seni, budaya, kuliner, komunitas, hingga layanan publik.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Setiap Sabtu Warga Bisa Masuk Balai Kota, Lihat Langsung Kerja Pimpinan Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Sebut Pembangunan Giant Sea Wall Harus Libatkan Masyarakat
Pengelolaan pantura juga tidak dapat dikerjakan satu institusi mengingat kawasan ini merupakan satu bentang wilayah yang melintasi batas administratif, sektor, dan kewenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Pemprov DKI Sebut Pembangunan Giant Sea Wall Harus Libatkan Masyarakat
Bagikan