Satgas Ungkap Penyebaran Corona di Indonesia Makin Mengkhawatirkan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 08 Desember 2020
Satgas Ungkap Penyebaran Corona di Indonesia Makin Mengkhawatirkan

Tangkapan layar - Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta, Senin (9/11/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan peningkatan kasus positif corona di Indonesia semakin mengkhawatirkan.

Tren penambahan kasus COVID-19 terus meningkat. Bahkan pada Kamis (3/12) minggu lalu, peningkatan kasus positif mencapai angka 8.369.

"Angka ini menunjukkan kondisi yang sangat membahayakan dan mencerminkan masih tingginya penularan yang terjadi di masyarakat," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (8/12).

Baca Juga:

Sandiaga Uno dan Istrinya Positif Corona

Dia memaparkan soal data tingkat kepatuhan memakai masker yang menurun. Selain itu, tingkat kedisiplinan menjaga jarak juga turun.

Data terakhir menunjukkan, tingkat kepatuhan memakai masker turun dari 83,6 persen pada bulan September menjadi 57,78 persen pada awal Desember.

"Ini diperburuk juga dengan kenyataan bahwa kedisiplinan menjaga jarak juga turun dari 59,57 persen menjadi 41,75 persen pada periode yang sama," ungkapnya.

Virus corona. (Antara)
Virus corona. (Antara)

Wiku mengatakan, mestinya angka testing tinggi tidak diikuti dengan peningkatan kasus positif. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa penularan makin tidak terkendali.

"Jangan sampai kerja keras kita selama ini hilang percuma," tegasnya.

Menjelang pelaksanaan pilkada, ia juga mengungkapkan indikator keberhasilan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak di tengah pandemi COVID-19.

Seperti diketahui, pemungutan suara pesta demokrasi itu akan berlangsung pada Rabu (9/12).

Menurut dia, untuk memastikan pilkada dapat berjalan dengan lancar di tengah pandemi COVID-19, KPU telah mengeluarkan peraturan khusus.

Baca Juga:

Kampung Tangguh Jadi Senjata untuk Menekan Penyebaran Corona di Jakarta

Inti peraturan itu adalah menekankan pentingnya protokol kesehatan di seluruh tahapan pilkada termasuk pada pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS).

"Petugas wajib ingatkan pemilih menerapkan protokol yang sama," kata Wiku.

Ia pun mengajak semua pihak menyukseskan pilkada.

"Apabila masyarakat mendapati pelanggaran, masyarakat punya hak untuk melapor," ujar Wiku.

Berdasarkan data dari situs resmi Kemenkes, Selasa (8/12), kasus positif virus corona (COVID-19) di tanah air bertambah 5.292. Total kasus positif corona menjadi 586.842. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksinasi Corona Bikin Badan Dipasangi Barcode

#Virus Corona #Protokol Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Dorong Vaksinasi Influenza Siswa Cegah Superflu, Sekolah Diharap Terapkan Protokol Kesehatan
Pemerintah dan pihak sekolah tidak boleh meremehkan tren peningkatan kasus superflu
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
DPR Dorong Vaksinasi Influenza Siswa Cegah Superflu, Sekolah Diharap Terapkan Protokol Kesehatan
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Indonesia
Hadapi Ancaman Virus HMPV di Indonesia, Menkes: Tetap Tenang dan Waspada
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat ikuti protokol kesehatan 3M
Frengky Aruan - Selasa, 07 Januari 2025
Hadapi Ancaman Virus HMPV di Indonesia, Menkes: Tetap Tenang dan Waspada
Bagikan