Sapi Kurban di Solo Bebas PMK, Tapi Banyak yang Pilek

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 24 Mei 2025
Sapi Kurban di Solo Bebas PMK, Tapi Banyak yang Pilek

Dispangtan Solo mengecek kesehatan hewan kurban sapi di lokasi peternakan, Sabtu (24/5). (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sapi-sapi kurban di Kota Solo terinfeksi sakit flu berdasarkan hasil inspeksi mendadak yang dilakukan Dinas Peternakan Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispangtan) Solo.

Tim sidak mendatangi lokasi penjualan hewan kurban di Kelurahan Mojosongo, Jebres. Di lokasi ini terdapat 58 sampel sapi yang dicek kesehatannya, hasilnya banyak sapi yang menderita pilek atau flu.

“Secara umum dari pengecekan sapi dalam kondisi baik dan siap jual meskipun ada beberapa saran seperti penambahan vitamin dan sebagainya karena flu,” kata Kepala Dispangtan, Eko Nugroho, kepada media, Sabtu (24/5).

Namun, Eko memastikan tidak ditemukan adanya kasus sapi yang terkena Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Solo. Menurut dia, kasus PMK dan sebagainya sudah landai tidak seperti tahun lalu.

Baca juga:

Kronologis Matinya Sapi Kurban yang Dibeli Prabowo Rp 125 Juta

“Dari pengawasan yang sudah dilakukan dalam beberapa pekan terakhir, kami memastikan tidak ada temuan penyakit berbahaya di antara sapi dan kambing yang diperuntukkan untuk kurban pada Hari Raya Idul Adha mendatang,” tuturnya

Eko menambahkan Dinas membuka pintu jika ada penjual yang membutuhkan surat kesehatan hewannya sebagai acuan saat membeli sapi sehat. “Kita akan pantau agar kandang-kandang hewan kurban juga dalam kondisi bersih dan tetap sehat," tandasnya.

Sementara itu, Dwi Atmono, penjaga hewan kurban di lokasi setempat mengaku kondisi saat ini seluruh sapi kurban dalam kondisi baik. Namun, dia mengakui terjadi sedikit penurunan penjualan. "Saat ini harganya Rp 21-25 juta untuk jenis Sapi Bali," ungkapnya. (Ismail/Jawa Tengah)

#Idul Adha #Sapi Kurban #Solo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Waketum PSI Ogah Komentari Penyitaan Uang Rp3,5 M dari Ahmad Ali oleh KPK, tak Mau Urusi Elite
Menegaskan kasus tersebut berjalan sebelum Ahmad Ali masuk PSI.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Waketum PSI Ogah Komentari Penyitaan Uang Rp3,5 M dari Ahmad Ali oleh KPK, tak Mau Urusi Elite
Indonesia
Tak Ingin Bebani Tempat Ibadah dengan Pajak, Walkot Solo Gratiskan PBB
Kebijakan tersebut berlaku bagi rumah ibadah yang mengalami peralihan hak untuk kepentingan keagamaan dan sosial.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Tak Ingin Bebani Tempat Ibadah dengan Pajak, Walkot Solo Gratiskan PBB
Indonesia
Johan Budi Temui Jokowi secara Tertutup Selama 1,5 Jam, Ngaku sudah Keluar PDIP
Budi mengaku tujuannya datang ke Solo untuk mengundang ke acara podcast The Johan Budi Untold Stories.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Johan Budi Temui Jokowi secara Tertutup Selama 1,5 Jam, Ngaku sudah Keluar PDIP
Indonesia
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, ASN Solo Salat Istisqa Memohon Hujan
Salat istisqa tersebut dilakukan di tengah musim kemarau panjang dan kebakaran TPA Putri Cempo yang belum padam
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, ASN Solo Salat Istisqa Memohon Hujan
Indonesia
PB XIV Hangabehi Kukuhkan Penerus PB XIII, Konflik Keraton Solo Makin Rumit
PB XIV Hangabehi resmi dikukuhkan sebagai penerus PB XIII lewat upacara jumenengan. Sebelumnya Purbaya sudah mendeklarasikan diri sebagai PB XIV. Konflik daualisme kepemimpinan makin rumit.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PB XIV Hangabehi Kukuhkan Penerus PB XIII, Konflik Keraton Solo Makin Rumit
Indonesia
Polda Jateng Lakukan Water Bombing Padamkan Api di TPA Putri Cempo, Guyurkan 13 Ribu Liter Air
Pelaksanaan water bombing difokuskan pada sisi timur TPA Putri Cempo yang masih mengeluarkan asap.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Polda Jateng Lakukan Water Bombing Padamkan Api di TPA Putri Cempo, Guyurkan 13 Ribu Liter Air
Indonesia
Respati Tetapkan Status Tanggap Darurat, Pemadaman TPA Putri Cempo Dibantu Water Bombing
Pemadaman dibantu menggunakan water bombing yang akan dilakukan mulai Jumat (4/9).
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Respati Tetapkan Status Tanggap Darurat, Pemadaman TPA Putri Cempo Dibantu Water Bombing
Indonesia
KLH Sebut Kebakaran TPA Putri Cempo karena Gas Metana, belum Tetapkan Status KLB
Gas metana merupakan salah satu penyebab kebakaran dan ada bahan yang mudah terbakar.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
KLH Sebut Kebakaran TPA Putri Cempo karena Gas Metana, belum Tetapkan Status KLB
Indonesia
Api di TPA Putri Cempo masih Menyala, Titiknya Berkurang
Sejumlah titik api yang sebelumnya berkobar mulai padam. Kepulan asap membumbung tinggi ditiup angin masih terlihat di lokasi kebakaran.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Api di TPA Putri Cempo masih Menyala, Titiknya Berkurang
Indonesia
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, Pemkot Bersiap Bantu Warga Terdampak
Ada dua RW yang berpotensi terdampak apabila kebakaran terus meluas dan sulit dipadamkan.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, Pemkot Bersiap Bantu Warga Terdampak
Bagikan