Pesona Indonesia

Sampah di Pantai Kuta kian Parah, Hamish Daud dan Eka Rock Turun Tangan

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 04 Maret 2018
Sampah di Pantai Kuta kian Parah, Hamish Daud dan Eka Rock Turun Tangan

Hamish Daud bersama aktivis lingkungan bersihkan sampah di Pantai Kuta (Foto: Instagram/@hamishdw)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Masalah sampah di sejumlah kawasan pantai wisata Bali sudah jadi rahasia umum. Banyak wisatawan yang mulai risih dengan tumpukan sampah tapi sedikit sekali yang berani bicara.

Banyaknya sampah yang berserakan di Pantai Kuta contohnya, kerap menjadi sorotan pemerhati wisata. Tapi sayang, sedikit yang mau beraksi turun tangan pungut sampah. Masyarakat Bali bukannya acuh tak acuh dengan masalah sampah, hampir tiap minggu selalu ada kegiatan bersama membersihkan sampah di sejumlah pantai di Bali namun hasilnya belum maksimal.

Terdorong dengan keprihatinan terhadap sampah, Hamish Daud dan Eka Rock dari Superman Is Dead ikut berpartisipasi dalam kegiatan memungut sampah di Pantai Kuta. Dengan menggunakan kapit dari kayu, kedua selebritas tersebut rela menjadi pemulung.

Selain selebritis, beberapa aktivis lingkungan hidup juga tampak sibuk, capit sana capit sini, memunguti sampah. Mereka adalah Melati Wijsen dan adiknya Isabela Wijsen, pendiri lembaga swadaya masyarakat (LSM) "Bye Bye Plastic Bag" dan Suzy Hutomo, Aktivis Lingkungan Founder SustainableSuzy.com dan Presdir The Body Shop Indonesia, sibuk menggali-gali pasir untuk mencapit sampah organik dan non organik yang dibuang sembarangan oleh para turis.

"Pagi ini, beberapa selebritis dan aktivis lingkungan hidup serta pejabat menjadi pemulung sampah dadakan," kata Safri Burhanuddin, Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman), sambil tertawa.

Bangsa Indonesia mendapat tamparan keras dari hasil penelitian Dr Jenna Jambeck, pengajar Universitas Georgia. Hasil penelitian Jambeck tahun 2015 menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang tercatat sebesar 187,2 juta ton setelah China yang mencapai 262,9 juta ton, kata Safri.

Bebas Sampah Pemerintah Indonesia bertekad dan telah mendeklarasikan negara ini bebas dari sampah pada tahun 2025. "Aksi para selebritis, aktivis lingkungan hidup dan pejabat pemerintah memunguti sampah sampai di Pantai Kuta adalah wujud nyata dan bagian promosi stop pencemaran sampah di laut," kata Safri Burhanuddin, Deputi IV Kemenko Kemaritiman.

"Kegiatan pagi ini merupakan prakarsa Melati Wijsen, remaja putri yang peduli terhadap stop pencemaran sampah plastik. Dalam mewujudkan Indonesia bebas sampah tahun 2025, bukan hanya tugas pemerintah, tapi harus didukung oleh partisipasi masyarakat," katanya.

Melati Wijsen dan Isabela Wijsen, remaja putri, yang masih berumur 17 tahun dan 15 tahun. Keduanya adalah pendiri LSM "Bye Bye Plastic Bags" dan "Satu Pulau Satu Suara" yang sangat peduli terhadap aksi dan promosi stop pencemaran sampah plastik.

Tahun lalu, tepatnya pertengahan Juni 2017, kedua remaja putri asal Bali itu, diundang ke kantor PBB di New York, Amerika, untuk berpidato pada acara World Ocean Day 2017 menjelaskan aksi genderang perang terhadap sampah plastik melalui LSM nya "Bye Bye Plastic Bag". Dan, menargetkan Bali bebas sampah plastic.

Tak lama kemudian, tepatnya pertengahan November 2017, Melati dan Isabel Wijsen meraih penghargaan "Bambi" di Jerman atas aksi dan upayanya memerangi sampah.

"Kampanye Satu Pulau Satu Suara (One Island One Voice) tahun ini semakin diperluas di lebih dari 100 lokasi di Bali dari 55 lokasi pada 2017, dengan mengajak lebih kurang 25.000 orang partisipan dibandingkan 12.000 partisipan tahun 2017," kata Melati Wijsen.

"Kampanye kali ini tidak hanya berpusat di Bali, namun juga mengajak partisipasi masyarakat di seluruh penjuru Indonesia untuk bersama-sama melakukan kegiatan bersih-bersih," tambah Melati.

Aksi bersih-bersih sampah di Pantai Kuta itu merupakan prakarsa komunitas "Satu Pulau Satu Suara" yang dimulai dari darat, pinggiran sungai, hingga sepanjang pesisir pantai di wilayah tempat tinggal mereka masing-masing.

"Kampanye Satu Pulau Satu Suara ingin melakukan sesuatu yang lebih dari hanya meningkatkan kesadaran mengenai masalah sampah plastik tetapi kami juga ingin memberikan contoh bahwa organisasi, dunia usaha, desa dan individu menciptakan solusi masing-masing untuk mengurangi sampah plastik sehingga yang lain bisa melakukan hal yang sama," tutur Melati Wijsen.

Upaya Sederhana Sangat mudah untuk menjadikan Indonesia bebas dari sampah seperti yang dilakukan oleh Hamisd Daud, suami dari penyanyi kondang Raisa, dan Suzy Hutomo, Presdir The Body Shop Indonesia. Asal ada kemauan maka ada jalan.

Hamish sebagaimana dilansir Antara Sabtu (4/3) mengatakan, "Sebagai orang yang tumbuh besar di Bali, laut seakan menjadi rumah kedua. Kedekatan dengan laut yang membuat saya menyadari bahwa kondisi laut semakin hari semakin memburuk. Salah satu penyebabnya adalah sampah plastik. Langkah sederhana yang saya lakukan adalah mengurangi sampah plastik adalah dengan membawa botol isi ulang kemanapun ia berpergian dan tidak lagi minum menggunakan sedotan plastik.

"Pemakaian sedotan plastik sekarang telah menjadi lifestyle. Semenjak melihat dokumentasi dari pemakaian sedotan plastik yang berimbas buruk bagi lingkungan dan species laut, maka saya tidak pernah lagi memakai sedotan, apalagi jika sedang traveling. Tidak menjadi masalah tanpa sedotan, cobalah jadi kreatif dari pada menggunakan sampah plasik," kata Hamish.

Aktivis lingkungan hidup, Suzy Hutomo Presdir The Body Shop Indonesia yang ikut jadi pemulung dadakan di Kuta, mengatakan, sejak tahun 2008 perusahaan produk kecantikannya peduli terhadap sampah plastik dari kemasan produknya.

"Kami mengeluarkan program 'Back Our Bottle' (BBOB) kembalikan botol kami merupakan gagasan untuk mengelola sampah kemasan. Program ini sudah berjalan lebih dari sepuluh tahun dan berhasil mendapatkan penghargaan. Berdasarkan data selama tahun 2017, sekitar 1,2 juta kemasan kosong The Body Shop dikembalikan oleh pelanggan," pungkas Suzy Hutomo.(*)

#Hamish Daud #Pantai Kuta #Sampah Plastik #Pesona Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
26 Ton Sampah Mayoritas Plastik Hasil Reuni 212 Diangkut 600 Pasukan Oranye, Bikin Petugas Lembur
Sampah seberat 26,43 ton dari berbagai jenis berhasil dikumpulkan oleh tim kebersihan setelah acara tersebut rampung
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Desember 2025
26 Ton Sampah Mayoritas Plastik Hasil Reuni 212 Diangkut 600 Pasukan Oranye, Bikin Petugas Lembur
Lifestyle
Lirik Lagu 'Love You Longer' ungkapan Cinta Raisa untuk Hamish Daud
Jika diperhatikan lebih dalam, setiap bait lirik dalam “Love You Longer” memancarkan rasa syukur
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 25 Oktober 2025
Lirik Lagu 'Love You Longer' ungkapan Cinta Raisa untuk Hamish Daud
Indonesia
DPRD DKI Desak Solusi Mikroplastik Air Hujan, ITF Sunter-Bantargebang Jadi Kunci
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menunjukkan perhatian besar terhadap isu pengelolaan sampah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
DPRD DKI Desak Solusi Mikroplastik Air Hujan, ITF Sunter-Bantargebang Jadi Kunci
Lifestyle
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Jakarta Premium Outlets menyerukan kampanye masa depan berkelanjutan lewat aksi nyata Eco Paws.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Indonesia
RDF Plant Rorotan Terus Mengalami Kendala Hingga Berujung Batal Diresimkan, Kapan Bisa Beroperasi Penuh?
Jika situasi sudah kondusif, pihaknya akan mengupayakan uji komisioning secara lebih masif dan transparan dengan mengundang warga
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 September 2025
RDF Plant Rorotan Terus Mengalami Kendala Hingga Berujung Batal Diresimkan, Kapan Bisa Beroperasi Penuh?
Indonesia
Warga Rorotan Tak Perlu Cemas! DLH DKI Jamin Operasional RDF Plant Didampingi Pakar ITB dan Dilengkapi Teknologi Canggih
Asep menegaskan bahwa evaluasi RDF Plant Rorotan bukan hanya masalah teknis
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 September 2025
Warga Rorotan Tak Perlu Cemas! DLH DKI Jamin Operasional RDF Plant Didampingi Pakar ITB dan Dilengkapi Teknologi Canggih
Kuliner
Gerakan ’SAPU PLASTIK’ Kumpulkan 2,5 Ton Limbah, Beri Apresiasi Pelanggan dengan Diskon 20 Persen
Gerakan yang memiliki arti ‘berSAma kumPUlkan PLASTIK’ ini diluncurkan sejak 2022 sebagai perwujudan komitmen untuk program keberlanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Agustus 2025
 Gerakan ’SAPU PLASTIK’ Kumpulkan 2,5 Ton Limbah, Beri Apresiasi Pelanggan dengan Diskon 20 Persen
Foto Essay
Menilik Koperasi Pemulung Berdaya Daur Ulang 120 Ton Sampah Botol Plastik Jadi Bernilai Ekonomis
Pekerja mengolah sampah botol plastik menjadi cacahan plastic sebagai bahan biji plastik di Koperasi Pemulung Berdaya atau Recycle Business Unit (RBU) Tangerang Selatan, Banten, Selasa (5/8/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 05 Agustus 2025
Menilik Koperasi Pemulung Berdaya Daur Ulang 120 Ton Sampah Botol Plastik Jadi Bernilai Ekonomis
Indonesia
KLH: Tidak Hanya Merusak Ekosistem, Sampah Plastik Turut Merongrong Ekonomi
Hal ini tidak lepas dari biaya pengelolaan sampah hingga kesehatan.
Frengky Aruan - Selasa, 03 Juni 2025
KLH: Tidak Hanya Merusak Ekosistem, Sampah Plastik Turut Merongrong Ekonomi
Indonesia
Warga Jakarta Bakal Dibebaskan dari Retribusi Jika Pilah Sampah Secara Mandiri
Jadi masyarakat harus mau memilah sampahnya
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 Desember 2024
Warga Jakarta Bakal Dibebaskan dari Retribusi Jika Pilah Sampah Secara Mandiri
Bagikan