Kesehatan

Sakit Hati Misterius pada Anak-anak, Waspada!

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 02 Agustus 2022
Sakit Hati Misterius pada Anak-anak, Waspada!

Para ahli berharap bahwa kasus sekarang menjadi lebih sedikit, tetapi tetap perlu waspada. (freepik/pressfoto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PARA ahli di Inggris percaya bahwa mereka telah mengidentifikasi penyebab dari serentetan penyakit hati misterius yang mempengaruhi anak-anak kecil di seluruh dunia baru-baru ini. Investigasi menunjukkan dua virus umum muncul kembali setelah kuncitara (lockdown) akibat pandemi berakhir, dan memicu kasus hepatitis yang langka dan sangat serius.

Lebih dari 1.000 anak, banyak yang berusia di bawah usia lima tahun, di 35 negara diperkirakan terkena dampaknya. Beberapa, termasuk ada 12 anak di Inggris yang membutuhkan transplantasi hati untuk menyelamatkan nyawa mereka.

Baca Juga:

Waspadai Penyakit Menular di Lingkungan Anak Bersekolah

anak
Investigasi menunjukkan dua virus umum muncul kembali setelah kuncitara akibat pandemi berakhir. (freepik/master1305)

Kedua tim peneliti dari London dan Glasgow mengatakan, bayi terpapar lebih lambat karena pembatasan sosial akibat COVID-19. Kondisi itu menjelaskan mengapa beberapa pasien mengembangkan komplikasi hati yang tidak biasa dan mengkhawatirkan.

Mereka yang terpapar kehilangan kekebalan awal terhadap adenovirus, yang biasanya menyebabkan pilek dan sakit perut; serta terhadap adeno-associated virus two, yang biasanya tidak menyebabkan penyakit dan memerlukan virus "penolong" yang koinfeksi (seperti adenovirus) untuk bereplikasi.

Noah, tiga tahun, yang tinggal di Chelmsford, Essex, membutuhkan transplantasi hati yang mendesak setelah menderita penyakit hepatitis yang berbahaya. Ibunya, Rebecca Cameron-McIntosh, mengatakan pengalaman itu sangat menyedihkan. "Dia sebelumnya tidak punya masalah, dan tiba-tiba terjadi begitu cepat. Saya pikir itulah yang membuat kami terkejut," katanya seperti diberitakan BBC (26/7).

Awalnya, Rebecca diminta untuk mendonorkan sebagian dari hatinya. Namun, setelah reaksi serius terhadap obat-obatan yang digunakan, Noah berakhir di perawatan intensif. Dia dimasukkan ke dalam daftar transplantasi dan menerima organ baru. Pemulihannya baik, tetapi dia perlu minum obat imunosupresan seumur hidup, untuk menghentikan tubuhnya menolak hati yang baru.

Kasus seperti ini jarang terjadi. Kebanyakan anak yang terkena virus jenis ini cepat sembuh. Tidak jelas mengapa beberapa kemudian berkembang menjadi peradangan hati, tetapi genetika mungkin berperan. Para ilmuwan telah mengesampingkan hubungan apa pun dengan virus corona atau vaksin COVID-19.

Baca Juga:

Efek Film Horor bagi Kesehatan Mental

anak
Beberapa anak membutuhkan transplantasi setelah menderita penyakit hepatitis yang berbahaya. (freepik/jcomp)

"Selama periode kuncitara ketika anak-anak tidak bergaul, mereka tidak menularkan virus satu sama lain. Mereka tidak membangun kekebalan terhadap infeksi umum yang biasanya mereka temui," ujar salah satu peneliti Prof Judith Breuer, seorang ahli virologi, di University College London dan Rumah Sakit Great Ormond Street, Inggis.

Dia menambahkan, "Ketika pembatasan dicabut, anak-anak mulai bertemu, virus mulai beredar dengan bebas, dan mereka tiba-tiba terpapar dengan kurangnya kekebalan sebelumnya terhadap serangkaian infeksi baru."

Para ahli berharap bahwa kasus sekarang menjadi lebih sedikit, tetapi perlu waspada untuk kemungkinan kasus yang baru. Prof Emma Thomson, yang memimpin penelitian Universitas Glasgow, mengatakan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, "Studi yang lebih besar sangat diperlukan untuk menyelidiki peran AAV2 dalam kasus hepatitis pediatrik."

"Kita juga perlu memahami lebih banyak tentang sirkulasi musiman AAV2, virus yang tidak dipantau secara rutin, mungkin puncak infeksi adenovirus bertepatan dengan puncak paparan AAV2, yang mengarah pada manifestasi hepatitis yang tidak biasa pada anak kecil yang rentan," demikian Prof Emma Thomson. (aru)

Baca Juga:

Pentingnya Penyerapan Kalsium yang Optimal Bagi Kesehatan Tulang

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Bagikan