Rusia Sebut Jerman Bersiap Lakukan Konfrontasi Militer, Sudah Sediakan Drone ke Ukraina

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 April 2026
Rusia Sebut Jerman Bersiap Lakukan Konfrontasi Militer, Sudah Sediakan Drone ke Ukraina

Situasi konflik Ukraina-Rusia di dekat perbatasan dengan Belarusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Volyn, Ukraina (12/1/2023). ANTARA FOTO/REUTERS/Gleb Garanich/aww.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perang antara Rusia dan Ukraina masih belum berakhir dan belum ada kesepakan perdamaian di antara kedua negara. Uni Eropa juga terus menguatkan militernya di perbatasan agar perang tidak meluas.

Namun, Jerman dikabarkan telah menetapkan arah untuk mempersiapkan kemungkinan konfrontasi militer dengan Rusia dalam beberapa tahun ke depan dan tidak menyembunyikannya.

Duta Besar Rusia untuk Jerman Sergey Nechaev dalam wawancara dengan RIA Novosti, Berlin saat ini berfokus pada penyediaan drone, komponennya, serta persenjataan lain bagi pemerintah Kiev, sambil pada saat yang sama membantah tuduhan bahwa mereka menjadi pihak dalam konflik tersebut.

"Publik tentu tidak antusias dengan skenario ini, tetapi suaranya tenggelam oleh propaganda militeristik yang kuat dari kalangan pemerintah, militer, pelobi industri pertahanan, serta media arus utama. Inilah kenyataannya," kata Nechaev.

Baca juga:

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Puji Pasukan yang Ledakkan Diri demi Hindari Penangkapan Ukraina

Moskow menyatakan, pasokan senjata ke Ukraina menghambat upaya penyelesaian konflik dan secara langsung melibatkan negara-negara NATO.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, setiap kargo yang berisi senjata untuk Ukraina akan menjadi target sah bagi Rusia. Kremlin menyebut pasokan senjata Barat ke Ukraina menghambat perundingan.

Sementara itu, perusahaan Jerman Industriekraftwerk Greifswald GmbH memutuskan untuk membongkar sebuah pembangkit listrik di negara bagian Mecklenburg-Vorpommern yang sebelumnya beroperasi dengan gas Rusia dan memindahkannya ke Ukraina.

Hal itu dilaporkan surat kabar Nordkurier, Rabu (29/4), mengutip Wali Kota kota pesisir Lubmin, Axel Vogt.

Perusahaan operator pembangkit tersebut, Securing Energy for Europe (SEFE), dilaporkan telah memastikan rencana tersebut.

Setelah pasokan gas dari Rusia melalui pipa Nord Stream dihentikan pada 2022, kelanjutan operasional fasilitas itu menjadi tidak layak secara ekonomi, kata juru bicara perusahaan Christoph Gottstein seperti dikutip.

Pembangkit tersebut ditutup pada 2023, dan proses pembongkarannya sebelumnya dijadwalkan selesai pada akhir 2026.

#Ukraina #Jerman #Rusia #Perang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Undang Jerman Perluas Investasi di Sektor Energi hingga Kendaraan Listrik
Presiden Prabowo Subianto mengajak Jerman memperluas investasi di sektor energi baru terbarukan, kendaraan listrik, semikonduktor, hingga mineral kritis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Prabowo Undang Jerman Perluas Investasi di Sektor Energi hingga Kendaraan Listrik
Indonesia
Arti Penting Kedatangan Presiden Jerman ke Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Kunjungan itu menandai rangkaian peringatan 75 tahun hubungan bilateral kedua negara yang akan diperingati pada 2027.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Arti Penting Kedatangan Presiden Jerman ke Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Indonesia
Bertemu Presiden Jerman, Prabowo Bahas Kerja Sama Bisnis dan Tenaga Kerja yang bakal Untungkan Indonesia
Kedua presiden membahas potensi kerja sama bisnis, energi, iklim, tenaga kerja, dan budaya.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Bertemu Presiden Jerman, Prabowo Bahas Kerja Sama Bisnis dan Tenaga Kerja yang bakal Untungkan Indonesia
Indonesia
Polisi Pastikan tak ada Penutupan Jalan di Jakarta Selama Presiden Jerman Melintas
Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan pengawalan ketat dan rekayasa lalu lintas sementara di ruas jalan protokol.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Polisi Pastikan tak ada Penutupan Jalan di Jakarta Selama Presiden Jerman Melintas
Indonesia
Presiden Jerman Tiba di Jakarta Hari Ini, Cek Pengalihan Arus Lalu Lintasnya
Rombongan Presiden Jerman dijadwalkan tiba sekitar pukul 08.00 WIB.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Presiden Jerman Tiba di Jakarta Hari Ini, Cek Pengalihan Arus Lalu Lintasnya
Olahraga
Grup E Piala Dunia 2026: Timnas Jerman Tanpa Belas Kasihan Gilas Curacao dengan Skor Mencolok 7-1
Gelandang enerjik Felix Nmecha membuka keran gol laga baru berjalan enam menit usai memanfaatkan umpan matang Florian Wirtz
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Grup E Piala Dunia 2026: Timnas Jerman Tanpa Belas Kasihan Gilas Curacao dengan Skor Mencolok 7-1
Olahraga
Bisa Ada Kejutan dari ‘Pantera Negra’, Statistik dan Prediksi Laga Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026
Curacao ialah tim debutan Piala Dunia 2026.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
Bisa Ada Kejutan dari ‘Pantera Negra’, Statistik dan Prediksi Laga Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026
Indonesia
Iran Siagakan Militer Siap Saling Serang dengan AS
Iran mengalami sejumlah kerugian, namun menegaskan bahwa pasukan Iran telah menimbulkan kerugian yang lebih besar terhadap pasukan Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Iran Siagakan Militer Siap Saling Serang dengan AS
Dunia
Trump Persiapkan Serangan Anyar ke Iran
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan mereka telah menyelesaikan serangan terhadap Iran sebagai balasan atas serangan terhadap sebuah helikopter Apache.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
Trump Persiapkan Serangan Anyar ke Iran
Olahraga
Prediksi Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Unggul, Ekuador dan Pantai Gading Bersaing Ketat
Jerman diprediksi menjadi juara Grup E Piala Dunia 2026. Simak analisis peluang Ekuador, Pantai Gading, dan Curaçao menuju babak gugur.
ImanK - Selasa, 09 Juni 2026
Prediksi Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Unggul, Ekuador dan Pantai Gading Bersaing Ketat
Bagikan