MerahPutih.com - Perang antara Rusia dan Ukraina masih belum berakhir dan belum ada kesepakan perdamaian di antara kedua negara. Uni Eropa juga terus menguatkan militernya di perbatasan agar perang tidak meluas.
Namun, Jerman dikabarkan telah menetapkan arah untuk mempersiapkan kemungkinan konfrontasi militer dengan Rusia dalam beberapa tahun ke depan dan tidak menyembunyikannya.
Duta Besar Rusia untuk Jerman Sergey Nechaev dalam wawancara dengan RIA Novosti, Berlin saat ini berfokus pada penyediaan drone, komponennya, serta persenjataan lain bagi pemerintah Kiev, sambil pada saat yang sama membantah tuduhan bahwa mereka menjadi pihak dalam konflik tersebut.
"Publik tentu tidak antusias dengan skenario ini, tetapi suaranya tenggelam oleh propaganda militeristik yang kuat dari kalangan pemerintah, militer, pelobi industri pertahanan, serta media arus utama. Inilah kenyataannya," kata Nechaev.
Baca juga:
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Puji Pasukan yang Ledakkan Diri demi Hindari Penangkapan Ukraina
Moskow menyatakan, pasokan senjata ke Ukraina menghambat upaya penyelesaian konflik dan secara langsung melibatkan negara-negara NATO.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, setiap kargo yang berisi senjata untuk Ukraina akan menjadi target sah bagi Rusia. Kremlin menyebut pasokan senjata Barat ke Ukraina menghambat perundingan.
Sementara itu, perusahaan Jerman Industriekraftwerk Greifswald GmbH memutuskan untuk membongkar sebuah pembangkit listrik di negara bagian Mecklenburg-Vorpommern yang sebelumnya beroperasi dengan gas Rusia dan memindahkannya ke Ukraina.
Hal itu dilaporkan surat kabar Nordkurier, Rabu (29/4), mengutip Wali Kota kota pesisir Lubmin, Axel Vogt.
Perusahaan operator pembangkit tersebut, Securing Energy for Europe (SEFE), dilaporkan telah memastikan rencana tersebut.
Setelah pasokan gas dari Rusia melalui pipa Nord Stream dihentikan pada 2022, kelanjutan operasional fasilitas itu menjadi tidak layak secara ekonomi, kata juru bicara perusahaan Christoph Gottstein seperti dikutip.
Pembangkit tersebut ditutup pada 2023, dan proses pembongkarannya sebelumnya dijadwalkan selesai pada akhir 2026.