Merahputih.com - Serangan Iran terhadap markas komandan Israel dan pangkalan militer AS mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah pada Jumat (13/3).
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi peluncuran rentetan rudal dan drone yang menargetkan titik-titik vital di wilayah pendudukan serta pangkalan asing sebagai bentuk pembalasan langsung.
"Sekitar 10 tempat perlindungan dan lokasi di wilayah pendudukan, serta tiga lokasi perkumpulan dan tempat perlindungan AS di wilayah tersebut, telah diidentifikasi dan diserang dengan tujuan memburu komandan AS dan Zionis," tulis pernyataan resmi IRGC sebagaimana dikutip dari kantor berita Fars.
Baca juga:
Serangan AS dan Israel ke Iran Masih Tinggi, KTT Negara Berkembang di Jakarta Ditunda
Eskalasi Serangan Drone di Jantung Israel
Pasukan elite Iran mengerahkan teknologi drone dan rudal untuk melumpuhkan tujuh lokasi strategis di Tel Aviv. Tidak hanya itu, dua target di kota Rishon LeZion dan satu titik di kota Shoham turut menjadi sasaran ledakan.
Operasi militer ini menandai babak baru ketegangan pasca serangan udara yang sebelumnya menghantam Teheran.
Di luar wilayah Israel, jangkauan rudal Iran juga menyasar Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi. Fasilitas militer Amerika Serikat di Baghdad dan Erbil, Irak, tidak luput dari serangan presisi ini, yang bertujuan melemahkan koordinasi komando pasukan asing di tanah Arab.
Balas Dendam Atas Gugurnya Pemimpin Tertinggi
Serangan masif ini merupakan respons atas agresi militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Serangan sepihak tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur parah, jatuhnya korban sipil di Teheran, serta gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Baca juga:
Imbas Perang AS-Israel dengan Iran, Pemain Diaspora Timnas Indonesia Datang Lewat Singapura
Meskipun Washington dan Tel Aviv sempat mengeklaim tindakan itu sebagai langkah 'pencegahan' terhadap program nuklir, eskalasi ini mengungkap ambisi politik yang lebih besar.
Kedua negara tersebut kini secara terbuka menyatakan tujuan untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran melalui tekanan militer langsung.