MerahPutih.com - Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang kini menjadi pusat perhatian setelah menerima 16 jenazah korban tabrakan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Jenazah tiba Kamis pagi pukul 05.00 WIB, dipindahkan dari RS Siti Aisyah Lubuklinggau untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Baca juga:
Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki Tewaskan 16 Orang, Begini Kronologisnya!
Tantangan Luka Bakar Parah
Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, menjelaskan kondisi jenazah yang mengalami luka bakar parah membuat proses identifikasi menjadi lebih rumit.
“Ini bukan bicara soal durasi lama atau cepat, tapi ketepatan. Kami melakukan rekonsiliasi gabungan dari hasil pemeriksaan,” katanya, kepada awak media, Kamis (7/5).
Libatkan Tim dari Jakarta
AKBP Andrianto mengungkapkan seluruh jenazah ditempatkan di ruang pendingin sebelum pemeriksaan dimulai sejak pukul 08.00 WIB tadi pagi.
"Kami membentuk tim pagi ini yang juga melibatkan personel dari Jakarta," imbuh perwira polisi berpangkat melati dua itu, dilansir Antara.
Tahapan identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan fisik awal, lalu pencocokan dengan data primer dari keluarga seperti rekam medis, sidik jari, DNA, hingga catatan gigi.
Baca juga:
Bus ALS vs Truk BBM Adu Banteng, DPR RI Tagih Janji Keselamatan Transportasi Nasional
Butuh Kesabaran dan Ketelitian
Tim DVI dalam menangani kasus kecelakaan besar, terutama ketika kondisi korban membuat proses identifikasi lebih kompleks.
Kabid Dokkes Polda Sumsel itu menegaskan proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran, mengingat sensitivitas kasus serta harapan keluarga korban yang menunggu kepastian identitas.
“Ketepatan adalah prioritas utama. Kami ingin memastikan keluarga korban mendapatkan kepastian yang valid,” tandas Andrianto. (*)