MerahPutih.com - Parahnya luka bakar 16 jasad korban tewas tabrakan maut Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dengan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi kendala teknis dalam proses identifikasi.
"Luka bakar hingga 99 persen karena terbakar hangus," kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang Kombes Budi Susanto, kepada awak media di Palembang, dikutip Jumat (8/5).
Baca juga:
Baru 10 dari 16 Korban Tewas Adu Banteng Bus ALS Terindentifikasi, Ini Nama-Namanya!
Pilih Sampel Terbaik Dikirim ke Lab Mabes Polri
Untuk itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan mengirimkan sampel "deoxyribonucleic acid"(DNA) korban ke laboratorium Mabes Polri di Jakarta guna mempercepat proses identifikasi korban.
Kombes Budi mengungkapkan tim forensik kini memilih sampel terbaik yang masih memungkinkan digunakan untuk proses identifikasi. “Kami sedang memilih sampel yang terbaik untuk dikirim,” imbuhnya, dilansir Antara
Menurut dia, sampel yang dikirim ke laboratorium Mabes Polri akan dilakukan pemeriksaan dan pencocokan data dengan sampel keluarga korban.
Baca juga:
Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki Tewaskan 16 Orang, Begini Kronologisnya!
Sampel 5 Korban Tewas Belum Ada
Budi menambahkan dari 16 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, sebanyak 11 di antaranya telah dilakukan pengambilan sampel dari pihak keluarga.
Sementara lima jenazah lainnya masih menunggu kedatangan keluarga korban. “Kami masih menunggu pihak keluarga dari lima jenazah ini untuk dilakukan pengambilan sampel,” tandas dia. (*)