Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Rolex Buat Program Pendidikan Pembuatan Jam Tangan di Texas

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 23 Februari 2024
Rolex Buat Program Pendidikan Pembuatan Jam Tangan di Texas

Rolex bukan satu-satunya perusahaan horologi yang fokus pada pendidikan. (Foto: Rolex)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pusat Pelatihan Pembuatan Jam Rolex baru di Dallas, Texas, sudah dibuka sejak tahun lalu. Pusat pelatihan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan generasi berikutnya dari pembuat jam tangan bersertifikasi Crown, yang telah mengumumkan program pendidikan pertamanya.

Dipimpin oleh sembilan administrator dan instruktur berpengalaman, program ini menawarkan kursus selama 18 bulan, di mana menyediakan pelatihan teknis dan konseptual untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang pembuatan jam tangan.

Baca juga:

Rolex Akuisisi Bucherer, Salah Satu Peritel Arloji Terbesar Dunia

Program ini juga meliputi berbagai pekerjaan teknis, termasuk servis jam tangan Rolex selama enam bulan penuh. Kursus pertama akan dimulai pada September 2024 mendatang. Kemudian, kursus berikutnya dijadwalkan setiap tahun pada Maret dan September.

Nantinya, para siswa akan menghadapi ujian akhir di kantor pusat Rolex di Jenewa, Swiss. Lulusannya sendiri berhak mendapatkan pekerjaan di jaringan layanan Rolex di Amerika Utara, seperti diberitakan Robb Report, Kamis (22/2).

Baca juga:

Ekspor Arloji Swiss Sentuh Angka Rp 485 Triliun pada 2023

Permintaan akan pembuat jam tangan terus meningkat. (Foto: Rolex)
Permintaan akan pembuat jam tangan terus meningkat. (Foto: Rolex)

Kebutuhan akan pembuat jam terampil semakin meningkat, terutama karena jumlah mereka telah menurun sejak era jam tangan kuarsa pada 1970-an. Jumlah sekolah pembuatan jam di AS saja telah menurun lebih dari 75 persen dalam beberapa dekade.

Rolex bukan satu-satunya perusahaan horologi yang fokus pada pendidikan. Patek Philippe mendirikan lembaga pelatihan regional pertamanya di Shanghai pada 2013. Sementara itu, IWC, Vacheron Constantin, dan Jaeger-LeCoultre, juga menjalankan program magang di Swiss.

Hal yang membuat program baru Rolex menonjol adalah lokasinya berada di Texas. Lokasi itu memungkinkan siswa untuk menikmati sedikit BBQ sebelum memoles roda keseimbangan. Pendaftaran untuk kursus pertama telah dibuka, dan informasi lebih lanjut tersedia di situs web pusat pelatihan tersebut. (waf)

Baca juga:

Hublot dan Depeche Mode Rilis Arloji Big Bang Serba Hitam

#Jam Tangan #Rolex #Pendidikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan gawai masih boleh digunakan di sekolah sesuai SE 18/2026, namun harus diatur jelas. Orangtua diminta terapkan prinsip 3S: screen time, screen zone, screen break.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Indonesia
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Kemendikdasmen meminta orang tua menerapkan prinsip 3S (screen time, screen zone, screen break) untuk membatasi penggunaan gawai siswa. Kebijakan ini diharapkan membentuk budaya digital sehat.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Indonesia
Anggaran Pendidikan Tak Capai 20 Persen, DPR Tegas: Ini Perintah Konstitusi, Bukan Sekadar Target
Komisi X DPR RI mendesak pemerintah memenuhi amanat konstitusi terkait alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen setelah realisasi APBN 2025 baru mencapai 19,1 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
Anggaran Pendidikan Tak Capai 20 Persen, DPR Tegas: Ini Perintah Konstitusi, Bukan Sekadar Target
Indonesia
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Negara tidak boleh menyerahkan nasib anak-anak dari keluarga miskin hanya kepada perhitungan algoritma yang berpotensi mengabaikan realitas di lapangan.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Indonesia
Tindakan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, Mandikdasmen Nilai sebagai Tindakan Orang Iseng
Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, Mu'ti menyampaikan situasi sekolah kini sudah aman.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Tindakan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, Mandikdasmen Nilai sebagai Tindakan Orang Iseng
Fun
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa DKV Universitas Telkom Purwokerto, Ragatama Arrauf Rahmaputra, viral setelah tampil dengan corpse paint saat sidang Tugas Akhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Indonesia
Polisi Desain Ulang Kurikulum Pendidikan, Masukan AI dan Berfikir Holistik
Di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), Polri tengah menyiapkan pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Polisi Desain Ulang Kurikulum Pendidikan, Masukan AI dan Berfikir Holistik
Indonesia
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
DPR menyoroti kasus tewasnya siswa SMP di Lumajang yang menjadi korban bullying. Tragedi ini menjadi alarm pendidikan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
Indonesia
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Kemendikdasmen membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 mulai hari ini hingga 25 Juli.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Bagikan