Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Robot Curiosity NASA Alami Kerusakan Parah di Mars

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 01 Oktober 2024
Robot Curiosity NASA Alami Kerusakan Parah di Mars

Robot Curiosity NASA alami kerusakan di Mars. Foto: Dok/NASA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sebuah robot NASA yang memburu tanda-tanda kehidupan alien di Mars, kini telah mengalami kerusakan. Hal itu terungkap melalui gambar-gambar baru yang dirilis oleh NASA.

Robot bernama Curiosity itu sibuk mengumpulkan batu selama lebih dari 12 tahun untuk mengetahui apakah Planet Merah mampu mendukung kehidupan.

Curiosity juga telah menjelajahi Kawah Gale sejak 2012 lalu dan menempuh jarak lebih dari 20 mil. Namun, kunjungan panjang ini telah berdampak buruk pada perangkat tersebut, setelah berhasil bertahan dari beberapa badai debu dan medan Mars yang menantang.

Gambar yang dirilis NASA menunjukkan, bahwa roda Curiosity mengalami kerusakan parah. Mereka menunjukkan lubang menganga yang sangat jelas pada roda aluminiumnya.

Baca juga:

Tidak Terlihat Sebelumnya, NASA Temukan Batu Zebra di Mars

Roda robot Curiosity NASA alami kerusakan
Roda robot Curiosity NASA alami kerusakan. Foto: NASA

Curiosity sendiri memiliki enam roda. Untungnya, NASA tampaknya tidak terlalu khawatir dengan kerusakan yang terjadi.

Menurut Insinyur Operasi Misi di NASA, Ashley Stroupe, mesin senilai 2,5 miliar dolar AS (Rp 38 triliun) itu "masih bertahan dengan baik meski mengalami beberapa kerusakan terburuk di Mars."

Lubang dan robekan semakin banyak pada tahun pertama Curiosity di Planet Merah. Sejak itu, para ahli yang mengendalikan bot telah berusaha menghindari lingkungan buruk untuk mencegah lubang lebih lanjut. Mereka juga telah mengeluarkan pembaruan khusus untuk menyesuaikan kecepatan.

“Keausan pada roda telah menimbulkan kekhawatiran, dan meskipun kami memperkirakan roda tersebut masih memiliki masa pakai selama bertahun-tahun, kami ingin mengurangi keausan tersebut bila memungkinkan untuk memperpanjang umur roda,” ujar bagian dari tim penguji NASA, Art Rankin dikutip dari The Sun, Selasa (1/10).

Baca juga:

5 Asteroid yang Diawasi NASA, Berpotensi Menabrak Bumi

Selama berada di Mars, Curiosity telah menemukan serangkaian objek misterius. Badan antariksa tersebut baru-baru ini mengungkapkan, bahwa mereka menemukan kristal kuning yang "seharusnya tidak ada di sana".

Keingintahuan tentu saja menentang segala rintangan, jauh melampaui jangka waktu misi dua tahun yang semula diberikan. Saat ini, bot tersebut tidak sendirian di Mars, karena ada Perseverance yang juga melakukan penyelidikan di permukaan.

NASA membuat roda yang lebih tebal dan tahan lama untuk Perseverance untuk menghindari kerusakan seperti yang terjadi pada Curiosity. Perseverance yang memiliki ukuran seperti mobil itu, telah berada di Mars sejak 18 Februari 2021. (sof)

#NASA #Planet Mars #Sains #Luar Angkasa #Robot
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Membanggakan, 2 Siswa SD dari Lampung Raih Emas dan Perang Ajang Robot Design Olympiad Internasional
Robot Design Olympiad 2026 merupakan ajang kompetisi yang mempertemukan pelajar berbakat untuk menunjukkan kemampuan dalam merancang dan mengembangkan teknologi berbasis robotika.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Membanggakan, 2 Siswa SD dari Lampung Raih Emas dan Perang Ajang Robot Design Olympiad Internasional
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Era Physical AI Dimulai, Agibot Bawa Robot Humanoid hingga Robot Otonom ke Indonesia
Integrasi antara kecerdasan buatan dan sistem fisik diperkirakan akan semakin cepat dalam beberapa tahun mendatang.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
Era Physical AI Dimulai, Agibot Bawa Robot Humanoid hingga Robot Otonom ke Indonesia
ShowBiz
NASA Ungkap Kru Artemis III, Siap Balik ke Bulan
Kru yang dijadwalkan meluncur paling cepat pada akhir 2027 itu terdiri dari tiga astronaut NASA dan satu astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA).
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
 NASA Ungkap Kru Artemis III, Siap Balik ke Bulan
Lifestyle
Maskapai Jepang Gunakan Robot untuk Operasional
Robot sebenarnya sudah digunakan di beberapa bandara di Jepang, termasuk untuk patroli keamanan dan layanan ritel.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
 Maskapai Jepang Gunakan Robot untuk Operasional
Tekno
Your Name in Landsat NASA: Begini Cara Buat Nama dari Satelit yang Viral
Your Name in Landsat NASA viral! Simak cara membuat nama dari citra satelit Landsat lengkap dengan langkah mudah dan penjelasannya.
ImanK - Jumat, 24 April 2026
Your Name in Landsat NASA: Begini Cara Buat Nama dari Satelit yang Viral
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: China Kirimkan Robot untuk Bantu Iran Perang Darat Lawan Israel dan Amerika Serikat
Unggahan berisi informasi China mengirim robot untuk bantu Iran perang melawan Israel-AS. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: China Kirimkan Robot untuk Bantu Iran Perang Darat Lawan Israel dan Amerika Serikat
Dunia
Astronaut Artemis II Kembali Selamat ke Bumi, Misi Bersejarah NASA Berakhir Sukses
Astronaut Artemis II kembali dengan selamat ke Bumi. Kapsul Orion mendarat sempurna di Samudra Pasifik dekat lepas pantai San Diego, Amerika Serikat.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Astronaut Artemis II Kembali Selamat ke Bumi, Misi Bersejarah NASA Berakhir Sukses
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Bagikan