MerahPutih.com - Pipa saluran air bersih di sepanjang aliran sungai Gunung Merapi rusak diterjang lahar dingin. Akibatnya, ribuan warga tiga desa di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih.
Kaur Perencanaan Desa Balerante, Jainu mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi di puncak Gunung Merapi membuat terjadinya lahar dingin di sepanjang hulu sungai. Akibat kejadian itu, pipa air bersih yang dipasang untuk mencukupi kebutuhan warga sehari-hari rusak diterjang lahar dingin.
Baca Juga
Gunung Merapi Luncurkan Belasan Kali Guguran Lava Pijar Sejauh 2.000 Meter
"Lahar dingin dari puncak Gunung Merapi membawa material bebatuan dan pasir menyapu pipa air bersih milik warga," kata Jainu, Minggu (5/12).
Ia mengatakan warga pun mengalami krisis air bersih karena pipa yang rusak belum bisa diperbaiki karena curah hujan di hulu Gunung Merapi masih sering terjadi. Warga takut memperbaiki pipa rusak karena ancaman lahar dingin tiba-tiba bisa terjadi.
"Kerusakan pipa itu tidak hanya terjadi pada warga Klaten, tetapi juga warga Sleman, Yogyakarta," ucap dia.
Ia mengatakan selama ini warga Klaten dan Sleman memanfaatkan jaringan pipa induk di Kali Bebeng, Sleman untuk kebutuhan air bersih rumah tangga. Kondisi kerusakan diperparah dengan adanya tebing sungai yang longsor.
"Kami mencatat ada sekitar 8.000 warga di Balerante, Panggang dan Sidorejo, Kecamatan Kemalang, yang terkena dampak putusnya jaringan pipa induk," kata dia.
Baca Juga
Salatiga Digoyang Rentetan Gempa Bumi, Aktivitas Gunung Merapi Normal
Tidak hanya itu, lanjut dia, warga Desa Glagaharjo, Sleman juga merasakan hal serupa. Air bersih ini sudah dialirkan sejak 1978 sampai sekarang.
"Sambil menunggu jaringan pipa induk Kali Bebeng diperbaiki, warga tiga desa di Kemalang memanfaatkan air bersih dari tadah hujan," katanya.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Rujedi mengatakan, pemberian air bersih telah dilakukan kepada warga yang mengalami krisis air bersih. Pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak dua unit mobil tangki air bersih ke tiga desa sejak jaringan pipa induk putus.
"Sebanyak 5.000 liter air bersih kita dropping ke warga lereng Merapi sampai sekarang. Harapannya pipa rusak segera diperbaiki," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Peringati Sumpah Pemuda, Puluhan Mahasiswa Kibarkan Merah Putih di Lereng Gunung Merapi