Ribuan Bambu Runcing Kelilingi Monumen Jogja Kembali, Ada Apa Ya?

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 01 Maret 2018
Ribuan Bambu Runcing Kelilingi Monumen Jogja Kembali, Ada Apa Ya?

Bendera Raksasa& Ribuan Bambu Runcing di Monumen Jogja Kembali. (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pagi itu, pemandangan berbeda nampak di Monumen Jogja Kembali (Monjali) Yogyakarta. Sebuah bendera merah putih raksasa terpasang di dinding monumen berbentuk kerucut ini. Disekelilingnya dipasang ribuan bambu runcing yang dilapisi janur kuning.

Ribuan bambu runcing dan bendera raksasa ini dipasang dalam rangka memperingati peristiwa serangan umum (SO) 1 Maret 1949 di Yogakarta. Peringatan bersejarah ini selalu diperingati warga Yogyakarta setiap tahun di Monjali.

Ketua panitia peringatan So 1 Maret 1949, Nanang Dwinarto mengatakan, pemasangan Bendera raksasa rutin dilaksanakan setiap tahun di Monjali. Tahun ini pihaknya sengaja menambah bambu runcing untuk memberi kesan berbeda dibanding tahun sebelumnya.

"Ada 1500 bambu runcing yang dipasang mengelilingi bangunan monumen. Kami pasang bambu runcing sejak minggu lalu dibantu oleh mapala mahasiswa UPN," ujar Nanang di Monjali Yogyakarta, Kamis (01/03).

Monumen Yogya Kembali merupakan tetenger yang dibangun dalam rangka memperingati peristiwa serangan umum 1 maret. Peristiwa SO 1 Maret menandakan berhasilnya perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kembali NKRI dari tangan Belanda.

Nanang menjelaskan, tahun 1949 Belanda menguasai Indonesia melalui agresi militer. Tepat pada 1 Maret, pasukan TNI menggempur pertahanan Belanda di Yogyakarta dan memaksa mundur pasukan Belanda. TNI berhasil menduduki Kota Yogyakarta, selama enam jam untuk memberitahu dunia bahwa negara Indonesia masih ada.

"Maka kami adakan acara ini. Karena Peristiwa ini menandakan kembalinya Pemerintahan Indonesia dari kekuasaan Belanda,"katanya.

Pemasangan bambu runcing berhasil membawa Monjali masuk ke dalam Museum record Indonesia (MURI). Manager MURI Ariyani Siregar mengatakan, event ini masuk dalam Rekor MURI ke 8349 sebagai event pemasangan bambu runcing terbanyak se-Indonesia bahkan sedunia.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyambut baik pemecahan rekor ini. Ia mengatakan, bambu runcing adalah simbol perlawanan rakyat pada penjajah.

"Waktu itu senjata rakyat cuma bambu runcing. Mereka bersama-sama TNI menggempur dan berhasil mengalahkan Belanda. Semoga Peringatan ini bisa membangkitkan semangat juang rakyat Indonesia,"kata Sri Purnomo.

Ia berharap. rekor ini bisa membuat masyarakat Indonesia lebih mengenal Peristiwa 1 Maret 1949 dan Monjali. Sehingga peristiwa ini bisa menjadi hari besar nasional. (*)

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor Merahputih.com, untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita terkait di: Wow, Ada Museum Jamu dalam Hotel Bintang Lima

#Museum
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Rumah Bing Slamet di Tanah Tinggi Kini Jadi Museum, Abadikan Jejak Sang Maestro
Rumah Bing Slamet di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, kini menjadi Museum Bing Slamet dengan koleksi sejarah, memorabilia, dan fasilitas interaktif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Rumah Bing Slamet di Tanah Tinggi Kini Jadi Museum, Abadikan Jejak Sang Maestro
ShowBiz
RM BTS Pamerkan Koleksi Seni Pribadinya di SFMOMA, Bertindak sebagai Co-Curator
Pameran ini akan menyatukan sekitar 180 karya yang dipilih RM dan pihak museum.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
RM BTS Pamerkan Koleksi Seni Pribadinya di SFMOMA, Bertindak sebagai Co-Curator
Indonesia
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Tahir Solo Museum diketahui memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp600 juta.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Indonesia
Tahir Solo Museum Nunggak PBB Rp 600 Juta, DPRD Minta Segera Diselesaikan
Tahir Solo Museum diketahui menunggak biaya PBB sebesar Rp 600 juta. DPRD Solo meminta masalah tersebut diselesaikan.
Soffi Amira - Minggu, 13 September 2026
Tahir Solo Museum Nunggak PBB Rp 600 Juta, DPRD Minta Segera Diselesaikan
Dunia
Museum Renoir di Prancis Dibobol Maling, Empat Lukisan Senilai Rp185 Miliar Raib
Museum Auguste Renoir di Cagnes-sur-Mer, Prancis, dibobol pencuri. Sedikitnya empat lukisan dilaporkan raib.
Yusuf Abdillah - Selasa, 08 September 2026
Museum Renoir di Prancis Dibobol Maling, Empat Lukisan Senilai Rp185 Miliar Raib
Fashion
Alasan Mengejutkan Pameran John Galliano di The Met 2027 Dibatalkan
Pameran John Galliano di The Met 2027 resmi dibatalkan. Temukan alasan mengejutkan di balik kontroversi masa lalu, serta keputusan dari Anna Wintour dan pihak museum
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Alasan Mengejutkan Pameran John Galliano di The Met 2027 Dibatalkan
Fun
Museum Koleksi Dinosaurus Terbesar RI Mulai Dibuka, Pemkot Solo Umumkan Tiketnya Segini!
Tahir Solo Museum resmi dibuka di Solo dengan koleksi dinosaurus terbesar di Indonesia. Tiket Rp30 ribu untuk pelajar, Rp50 ribu dewasa, buka setiap hari 09.00–17.00 WIB.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Museum Koleksi Dinosaurus Terbesar RI Mulai Dibuka, Pemkot Solo Umumkan Tiketnya Segini!
Indonesia
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Pamerkan Fosil Dinosaurus Asli dengan Leher 20 Meter
Tahir Solo Museum resmi dibuka di atas lahan 5 hektare. Museum ini menghadirkan fosil Omeisaurus tianfuensis dengan leher 20 meter dari Tiongkok.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Pamerkan Fosil Dinosaurus Asli dengan Leher 20 Meter
Fun
1 dari 3 Pengguna TikTok di Indonesia Suka Museum, 51% Suka Sejarah
Lebih dari 1 dari 3 pengguna TikTok di Indonesia tertarik pada museum.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
1 dari 3 Pengguna TikTok di Indonesia Suka Museum, 51% Suka Sejarah
Indonesia
Fadli Zon Sebut Tiket Museum Nasional Masih Sangat Terjangkau, Disabilitas Hingga Anak Yatim Tetap Gratis
Fadli Zon menilai bahwa biaya masuk museum di tanah air saat ini masih tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan standar internasional
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Fadli Zon Sebut Tiket Museum Nasional Masih Sangat Terjangkau, Disabilitas Hingga Anak Yatim Tetap Gratis
Bagikan