MerahPutih.com - Taman Balekambang Solo mulai direvitalisasi untuk dikembalikan fungsi awal sebagai taman di tengah kota. Revitalisasi Taman Balekambang diharapkan menjadi kebon rojo terbaik di Asia Tenggara.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, revitalisasi Taman Balekambang Solo akan mengembalikan fungsi awal Taman Balekambang sebagai kebon rojo atau kebun raja. Taman Balekambang merupakan peninggalan Mangkunegaran.
Baca Juga
Menteri Basuki Soroti Minimnya Lahan Parkir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
"Bangunan-bangunan banyak yang kita robohkan. Kita ingin kembalikan fungsinya menjadi kebon rojo," kata Basuki di sela-sela meninjau lokasi proyek, Jumat (4/11).
Dikatakannya, Taman yang memiliki luas 12,42 hektare dengan memiliki beberapa titik ruang publik. Di antaranya, Kolam Partini, Gedung Pertunjukan, Panggung Pertujukan Terbuka, Java Inovation Center dan Taman Gastronomi. Kemudian, Pendopo Kedatangan, Aviari dan taman rusa, Taman Bunga Balekambang, Area Mini Padi, Sky walk, dan Embung.
"Ada fasilitas gedung pertunjukan akan memiliki kapasitas 400 orang. (Kolam Partini) saat ini masih kita keruk, kita kembalikan, karena dimentasi sudah ratusan tahun. Jadi ini kita renovasi," katanya.
Baca Juga
Anak Boleh Masuk Tempat Wisata, Pengunjung Taman Balekambang Membeludak
Basuki mengatakan, sarana dan prasarana tak jauh beda dengan di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), DKI Jakarta. Dalam hal ini mengadopsi konsep destinasi wisata rakyat yang mengedepankan suasana lebih alami dan hijau.
"Warga bisa menggelar tikar sambil makan dari rantang. Ada juga UMKM untuk meramaikan Taman Balekambang," katanya.
Ia menegaskan, kota itu harus ada taman. Kalau tidak ada karakternya orang pasti berubah, jadi beringas. Di sisi lain, proyek ini akan mengembalikan marwah taman wisata peninggalan Puro Mangkunegaran yang pernah menjadi taman terbaik di Asia Tenggara.
Direktur Operasi Bidang Gedung PP Anton Setyo Hendriatmo menambahkan, Taman Balekambang dibangun pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegoro VIII yakni 26 Oktober 1921. Pembangunan taman sebagai wujud kasih sayang KGPAA Mangkunegara VII kepada kedua putrinya, GRAy Partini dan GRAy Partinah.
"Revitalisasi ini dilaksanakan oleh kontraktor PT PP senilai Rp 159,4 miliar dengan rentang waktu 2022 sampai 2023," kata dia.
Ia menjelaskan dalam waktu sampai Desember 2023, tahapan awal pengeruk dan perapian. Kemudian langsung ke gedung pertunjukan dan diikuti bangunan lain.
"Kami pastikan tidak akan ada penebangan pohon serta dimungkinkan untuk bahan-bahan mementingkan keseimbangan alam. Penggunaan conwood, pembatas tidak pakai beton tapi pakai batu alam," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Dibangun Era Jokowi, Pasar Ikan Balekambang Jadi Destinasi Wisata Ikan Segar di Soloraya

